Menemukan Jodoh Melalui Ta’aruf, Takdir Itu Indah

Menemukan jodoh melalui ta’aruf, takdir itu indah! Mungkin kamu pernah ditanya “kapan nikah”? Apalagi terutama bagi kamu yang sudah menginjak usia 20 keatas, pertanyaan ini memang selalu ditanyakan oleh orangtua kamu. Terlebih lagi kamu memang belum mempunyai calon suami atau calon istri, tetapi sebenarnya mereka cemas memikirkan bagaimana kehidupan kamu selanjutnya. Padahal semakin hari usia mereka semakin menua, mereka takut kamu tidak akan bisa melanjutkan kehidupan yang selanjutnya.

Menemukan Jodoh Melalui Ta’aruf, Takdir Itu Indah

Menemukan Jodoh Melalui Ta’aruf, Takdir Itu Indah

Hal inilah yang selalu mereka takutkan kepada anak – anak mereka nantinya, orangtua tidak mungkin bisa mendampingi anak – anaknya seumur hidup. Melainkan ada kalanya orangtua kamu dipanggil oleh Allah SWT untuk berpulang ke rumahnya, sebelum hal itu terjadi mereka sedemikian mungkin berusaha untuk mencarikan calon yang terbaik bagi kamu. Hingga kelak waktunya sudah tiba, mereka tidak akan memikirkan kembali bagaimana kehidupan kamu selanjutnya karena sudah ada yang menemani kamu.

Tetapi hal ini mulai terjadi saat aku mulai berkuliah di salah satu perguruan tinggi swasta dan aku mengambil jurusan Manajemen Bisnis. Waktu berkuliah disana, aku menghabiskan waktuku dengan belajar dan berkomunikasi dengan teman – teman. Sampai pada akhirnya, aku menginjak semester empat, namaku Siti Fatimah bisa dipanggil Siti. Saat itu, Siti berusia tepat 23 tahun, tetapi tanpa terpikir oleh otaknya orangtua Siti menjodohkan dengan seorang pria. Bisa dikatakan Siti berta’aruf dengan seorang pria yang dipilih orangtuanya.

Siti maupun sang calon suami sama – sama saling mengenal, tidak ada yang namanya ikatan pacaran ataupun sebagainya. Mereka terikat dengan hubungan ta’aruf, pada dasarnya ta’aruf merupakan hubungan dimana wanita dan pria berkenalan pada fase itu tetapi mereka tidak saling kontak fisik. Walaupun begitu, kedekatan mereka masih diawasi oleh kedua orangtua dari pihak pria maupun kedua orangtua dari pihak wanita. Sehingga memang tidak ada kontak fisik, dan pada oragtua juga bisa melihat kedekatan mereka.

Pada awalnya memang mereka hanya bertukar daftar riwayat saja, daftar riwayat Siti dibaca oleh sang calon suami. Dan daftar riwayat sang calon suami juga dibaca oleh Siti, memang ada kekurangan dan kelebihan yang harus diterima karena pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna semua serba kekurangan. Tetapi dengan adanya kekurangan tersebut mereka mantap untuk melanjutkan proses ta’aruf ke tahap yang selanjutnya. Mereka pun menjalaninya dengan baik dan tanpa adanya gangguan sama sekali.

Walaupun mereka memiliki hubungan melalui ta’aruf, baik Siti maupun calon suami juga tidak ingin pulang bersama. Hal ini dikarenakan agar menghindari maksiat karena pada dasarnya mereka belum sah atau belum ada ikatan suci diantara mereka berdua. Sehingga hal inilah yang dilakukan Siti untuk tidak terlalu berdekatan dengan sang calon suami, sama dengan siti. Sang calon suami juga melakukan hal yang sama, mereka juga enggan untuk bersalaman antara satu sama lain.

Dan pada akhirnya proses khitbah berlangsung di kediaman rumah Siti, disana hanya terlihat keluarga Siti dan sang calon suami. Dan acara tersebut dilakukan seperti pertunangan pada biasanya yaitu seperti bertukar cincin baik sang calon suami dan Siti. Tidak lama setelah proses khitbah dilakukan, beberapa Minggu kemudian mereka melangsungkan acara pernikahan yang diadakan di kediaman rumah Siti. Mereka turut mengundang banyak sekali orang mulai dari keluarga, sahabat, rekan kerja dan beberapa orang yang lainnya.

Baca juga Jodoh yang Tepat Didapatkan Melalui Usaha yang Mantap

Sekian kisah inspiratif kali ini mengenai menemukan jodoh melalui ta’aruf, takdir itu indah. Terkadang Tuhan itu memang memiliki skenario yang indah, apalagi tentang jodoh ini. Bersyukur sekali pastinya jika diantara kamu yang lebih memilih untuk melakukan ta’aruf dibandingkan proses pacaran!

Menemukan Jodoh Melalui Ta’aruf, Takdir Itu Indah | admin | 4.5