Kamu Bukan Apa Yang Mereka Katakan

Kamu Bukan Apa Yang Mereka Katakan! Mari, ambil secangkir kopimu, kita duduk dan berbincang mengenai masalah yang tidak bisa kamu ceritakan, yang semakin besar semakin berkembang. Mungkin, kamu merasa lelah dan kamu ingin segera mengakhiri hidupmu saja, sering sekali terlintas keinginan untuk mengakhiri hidupmu, kan?

Andai kamu mengerti, betapa berharganya kamu bagi orang-orang terdekat mu, bagi orangtua mu yang sering sekali kamu marahi dan kasari, tidak bisa dipungkiri, mereka memang menyebalkan, terkadang, mereka selalu melarang kebebasanmu, kamu selalu berpikir, tidak sama dengan yang lain, temanmu yang itu boleh pulang malam, temanmu yang ini boleh ikut konser, lalu kamu merasa kecil sendiri karena tidak mampu, dan berakhir dengan masuk kamar membanting pintu.

Kamu Bukan Apa Yang Mereka Katakan

Kamu Bukan Apa Yang Mereka Katakan

Namun, dibalik semua itu, pernahkah kamu berpikir kalau mereka begitu menyayangi mu, dulu kehadiranmu begitu dinantikan, bahkan walau dalam kandungan, keinginanmu selalu terpenuhi, mereka menjaga mu dengan baik, dulu kamu hanya segenggam tangan orangtua mu, digendong dan diangkat-angkat, meskipun baru pulang kerja atau selesai memasak, mereka tetap menimangmu, menjaga agar kamu tidak menangis.

Kamu adalah pelanginya mereka, ketahuilah, kamu pasti kesal karena di pikiranmu adalah mereka tidak pernah menyayangi dirimu, sedikitpun. Padahal, pernahkah kamu duduk diam, menatap senja atau menikmati bau hujan sembari merenung, berpikir, apakah mereka memang tidak sayang padamu, atau kamu yang tidak pernah bertanya dan menjaga sikapmu? Sekarang, harusnya, kamu bangkit dari tidurmu, ajaklah mereka berbincang denganmu, curahkan segala keluh kesahmu, tidak akan memakan banyak waktu, tetapi menciptakan untaian rasa yang terkenang lama.

Teman-temanmu selalu bilang ‘Hei, kamu tidak pernah seberuntung aku, aku bisa keluar negeri, kemana-mana tanpa dilarang.’ Sepenggal, tapi kamu pikirkan itu semalaman, padahal, kamu hanya perlu tersenyum lalu katakan pada dirimu sendiri ‘Bukan aku yang tidak beruntung, justru kamu, orangtua ku terlalu menyayangi dan peduli kepadaku, mereka tidak ingin aku pergi jauh dari pengawasan mereka, aku adalah permata mereka.’ Pasti, tidak pernah.

Ingatlah, mereka tidak punya hak untuk menghakimimu, mereka bukan siapa-siapa, lalu, untuk apa peduli pada kata-kata mereka, dan malah meluapkan emosimu pada orangtua mu yang tidak ada salahnya, atau pernahkah kamu, pulang dari sekolah atau kuliah, lalu mereka bertanya padamu, ‘Nak, udah makan? Sekolahnya gimana?’ Lalu, kamu berlalu begitu saja, bukankah menyakitkan? Kamu akan mengerti ketika menjadi orangtua nanti. Aku bukan berusaha membela orangtua, terlintas saja dalam pikiranku bahwa itu tidak pantas. Perih, rasanya, sesak.

Jika kamu ingat, bahwa kamu bisa sebesar sekarang ini, karena siapa, kamu harus ingat, orangtua mu rela terkena panas dan hujan untuk mempertahankan senyum manismu ketika keinginanmu terpenuhi. Mereka memang sibuk membanggakan anak tetangga di depanmu, tetapi di luar itu, pernahkah kamu diam-diam mengikuti orangtuamu ketika bertemu tetangga, mereka membanggakanmu.

Kamu harus bekerja dan belajar dengan benar, pemikiran mereka mungkin berbeda, mereka berusaha menjadikan anak tetanggamu yang kebetulan sukses, sebagai motivasi untukmu. Agar, kamu, permata mereka, juga bisa bersinar terang.

Baca juga Sedang Mencari Kisah Inspiratif untuk Memotivasi Hidup Kamu? Simak Ini Yuk!

Ingatlah, jika banyak yang menghinamu karena mungkin nilaimu kecil padahal kamu sudah mati-matian belajar, mungkin, bidangmu bukan di situ, jika banyak yang memfitnahmu padahal kamu tidak melakukan, diam, temukan buktinya, lalu labrak mereka, semudah itu, mereka selalu bilang ‘Kamu tidak akan bisa.’ Lalu, tertawa meremehkan, maka kau diam, mereka iri, capai hal itu, lalu kau bisa tertawa terbahak-bahak. Mari berjuang bersama, banggakan orangtuamu dan tunjukkan pada mereka bahwa kamu bisa. Karena dirimu bukan apa yang mereka katakan.

Kamu Bukan Apa Yang Mereka Katakan | admin | 4.5