Cara Mengajar Matematika Yang Kreatif

Cara Mengajar Matematika Yang Kreatif – Sebelumnya admin telah membagikan postingan artikel yang membahas tentang Pertanyaan Dan Soal-Soal Tentang Pelajaran Matematika, agar anda tidak lupa dengan pembahasan sebelumnya ya.

Cara Mengajar Matematika Yang Kreatif

Baiklah, langsung saja kita pada inti pembahasa kali ini, mengenai berikut beberapa Cara Mengajar Matematika Yang Kreatif di bawah ini. Perhatikan dan simkalah dengan baik ya.

1. Gunakanlah Dramatisasi

Dalam artian ajaklah peserta didik dengan berpura-pura berada di sebuah bola (sphere) atau kotak (prisma), merasakan sisi-sisinya, ujung-ujungnya, dan sudutnya dan menyandiwarakan secara sederhana masalah aritmatika seperti: Tiga katak melompat dalam kolam dsb.

2. Menggunakan anggota tubuh peserta didik

Seorang pendidik lebih baiknya, harus menyarankan sesuatu yang berhubungan dengan matematika agar peserta didik menunjukkan berapa banyak kaki, mulut, dan sebagainya. Ketika siswa diminta untuk menampilkan “tiga tangan,” mereka akan menanggapi dengan protes keras, dan kemudian menunjukkan berapa banyak tangan yang mereka memiliki( “membuktikan”) ini. Selanjutnya peserta didik untuk menampilkan nomor dengan jari, dimulai dengan pertanyaaan sederhana, “Berapa usia Kamu?” Kemudian siswa diminta menunjukkan angka yang diminta guru. Disamping itu, seorang guru juga harus menampilkan angka dalam berbagai cara (misalnya, menunjukkan lima dengan tiga pada jari tangan kiri dan dua di jari tangan kanan).

3. Menggunakan strategi pembelajaran dengan permainan

Seorang guru harus mampu melibatkan secara langsung peserta didik bermain yang memungkinkan mereka untuk melakukan matematika dalam berbagai cara, termasuk pengurutan, menciptakan bentuk simetris dan bangunan, membuat pola, dan sebagainya. Kemudian seorang guru memperkenalkan permainan jual-beli di toko, menunjukkan anak-anak permainan membeli dan menjual mainan atau benda kecil lainnya, belajar menghitung, aritmatika, dan konsep uang.

4. Menggunakan mainan

Seorang guru harus mampu mendorong peserta didik untuk menggunakan “adegan” dan mainan untuk simulasi kejadian nyata, seperti tiga mobil di jalan, atau misalnya, untuk menunjukkan ada dua monyet di atas pohon dan dua di atas tanah.

5. Menggunakan cerita peserta didik

Selain menggunakan cara mengajar dengan mainan, seorang guru pun juga diharuskan dapat bercerita tentang sebuah kisah menarik yang didalamnya berisi konsep matematika kepada peserta didiknya. Untuk lebih menyangkinkan lagi, alangkah baiknya jika seorang guru matematikan mempraktekkan secara langsung konsepnya. Agar peserta didik lebih mengerti dan mudah memahami pelajaran matematika tersebut.

6. Gunakan kreativitas natural peserta didik tanpa dibuat-buat

Menggali ide anak tentang matematika harus didiskusikan dengan mereka. Sebagai contoh seorang anak 6 tahun ditanya begini: “Pikirkan angka terbesar yang kamu tahu, lalu tambah angka itu dengan lima. Jika dibayangkan maka anda sudah memiliki coklat sejumlah angka itu”. Jadi anda sudah tahu 5 angka lebih besar yang kamu tahu”.

7. Menggunakan kemampuan pemecahan masalah

Menanyakan kepada peserta didik agar mereka menjelaskan bagaimana mereka mengetahui masalah-masalah seperti mendapatkan hanya cukup untuk mereka gunting tabel atau berapa banyak makanan ringan mereka perlu jika tamu yang bergabung dengan grup. Dengan begitu, dapat memicu mereka untuk menggunakan jari-jari mereka sendiri atau apapun yang mungkin berguna untuk memecahkan masalah.

8. Menggunakan berbagai strategi pengajaran

Tetaplah bersama matematika dimanapun anda berada lebih-lebih di dalam kelas, dari menghitung jumlah peserta didik di pagi hari, menghitung meja kursi, meminta anak-anak untuk membersihkan barang yang ada nomor tertentu, dan lebih bagusnya lagi jika siswa diminta untuk membersihkan barang yang berbentuk geometris tertentu dsb.

9. Menggunakan teknologi

Jikalau bisa gunakanlah kamera digital untuk memotret hasil kerja peserta didik, permainan dan aktifitas yang dilakukan, dan kemudian menggunakan foto untuk diskusi dengan peserta didik, perencanaan kurikulum, dan komunikasi dengan orang tua. Gunakanlah juga teknologi lain dengan sebijak mungkin, seperti computer, laptop, gadget ataukah hp adroid.

10. Menggunakan assessment untuk mengukur penilaian anak-anak belajar matematika

Menggunakan observasi secara rutin, diskusi dengan peserta didik, dan kelompok-kecil untuk kegiatan belajar anak-anak tentang matematika dan berpikir untuk membuat keputusan tentang apa yang mungkin setiap peserta didik dapat belajar dari pengalaman. Disamping itu, menggunakan komputer untuk penilaian menggunakan program secara otomatis, pasti hasilnya lebih efektif dan dapat mengefesienkan waktu anda.

Itulah Cara Mengajar Matematika Yang Kreatif pada kali ini. Semoga bermanfaat dan jangan lupa baca juga artikel yang berkaitan dengan Kelebihan Dan Kelemahan Model Pembelajaran Matematika Realistik.

Cara Mengajar Matematika Yang Kreatif | admin | 4.5