Tips Dan Trik Menggunakan Alat-Alat Servis

Tips Dan Trik Menggunakan Alat-Alat Servis Alat-alat servis adalah bagian terpenting yang harus disiapkan terlebih dahulu, sebelum digunakan untuk memperbaiki berbagai macam kerusakan pada barang elektronik. Maka dari itu, admin akan membagikan artikel yang membahas tentang Tips Dan Trik Menggunakan Alat-Alat Servis berikut ini.
Power Supply
Macam-macam kabel
  • Merah ( + )
  • Hijau ( BSI )
  • Kuning ( Btem )   
  • Hitam ( – )

Type konektor baterai

Tips Dan Trik Menggunakan Alat-Alat Servis

Solusi :

Fungsi Power Supply

1. Sebagai alat charger

  • Setting voltage power supply sesuai dengan voltage out put TC (Travel Charger).
  • Colokkan kabel TC power supply pada hand phone.

2. Sebagai alat kejut baterai

Solusi :

  • Setting voltage power supply ke 12V kemudian matikan.
  • Colokkan kabel ( + ) PS pada ( + ) batrei, kabel ( – ) PS pada (- ) batrei.
  • Hidupkan power supply, maka proses pengejutan batrei berlangsung dan tunggu sampai turun dua setrip.

3. Sebagai pengganti tegangan voltage

Untuk menganalisa kerusakan hand phone melalui test point diperlukan tegangan batrei. Sebagai pengganti tegangan batrei tersebut kita bias menggunakan power supply.

Solusi :

  • Jumper parallel mesin /PCB bagian ( BSI, Btem dan – ) dan beri kabel sebagai tempat colokan pada Vbatt.
  • Setting voltage power supply sesuai tegangan batrei. Matikan dan colokkan kabel merah pada ( + ) dan hitam pada ( – ).
  • Hidupkan power supply dan tekan switch on/off hand phone.

3. Sebagai analisa kerusakan handphone

Pada posisi hand phone normal, apabila kita uji menggunakan power supply maka tegangan yang dihasilkan akan menunjukkan nilai tegangan yang naik turun antara 0,15 sampai dengan 0,2.

Solusi :

  • Setting voltage power supply sesuai tegangan batrei, kemudian matikan.
  • Colokkan kabel power supply pada konektor batrei sesuai dengan tempatnya.
  • Hidupkan power supply, tekan switch on/off hand phone dan analisa pergerakan jarum amper power supply, sebagai berikut :

1. Pergerakan jarum ampere pada posisi 0,15 merupakan posisi Power

Trouble Shooting :

  • Jika switch on/off ditekan jarum amper naik dan langsung turun ke 0, IC Power bermasalah.
  • Jika switch on/off ditekan jarum amper naik, diam lalu turun ke 0 atau diam terus di atas 0, kasus memori program.
  • Jika switch on/off ditekan jarum amper naik turun- naik turun tetapi hand phon tidan memberikan tanda- tanda kehodupan, kasus memori program.
  • Jika switch on/off ditekan jarum amper diam tidak bergerak.

Cek :

  • Switch on/off.
  • Jalur on/off
  • Tegangan pada resistor on/off

2. Pergerakan jarum amper pada posisi 0,25 merupakan posisi CPU

3. Pergerakan jarum amper pada posisi 0,17 merupakan posisi RX (reiceiver/penerimaan).

4. Pergerakan jarum amper pada posisi 0,13 merupakan posisi TX (transmitter).

5. Jarum amper sudah ada nilai tegangan sebelum switch on/off ditekan berarti konslet.

Multitester

Mengukur tegangan (volt meter)

  1. Pasang kabel avo pada posisinya masing-masing
  2. Lihat skala pada multitester pada bagian V (volt) ada dua yaitu:
  • DC Volt – (tegangan searah) : tegangan batrei, tegangan output IC power dan sebagainya.
  • AC Volt ~ (tegangan bolak-balik) tegangan listrik arus kuat (PLN).

Pada umumnya yang digunakan dalam pengukuran arus lemah seperti pengukuran dalam ponsel menggunakan DC Volt.

Tentukan objek pengukuran, misalnya akan mengukur batrei nokia yang berkapasitas 3.7V.

  • Jika menggunakan skala 20V, maka hasilnya akan akurat terbaca 3.76 Volt.
  • Jika menggunakan skala 2V maka hasilnya 1 hasilnya melebihi kapasitas.
  • Jika menggunakan skala 200V maka hasilnya tidak akurat, tarbaca 3.6V atau 3.7V
  • Jika menggunakan skala 750V maka hasilnya akan tebaca 3V atau 4V (dibulatkan tanpa koma)

Setelah objek pengukuran sudah ada, dan skala sudah dipilih dengan tepat. Maka lakukan pengukuran dengan menempelkan kabel merah ke positif batre dan kabel hitam ke negative batre, maka hasil pengukuran akan terbaca oleh avo meter. Jika terbalik hasilnya akan tetap mulcul, namun hasilnya akan negative. Beda dengan avo analgk, jika pengukuran terbalik maka jarum avo akan bergerak sampai mentok ke kiri.

Mengukur tahanan (ohm meter)

Tentukan objek yang akan diukur (resistor, capasitor, dll)   Perhatikan skala pengukuran pada ohm meter:

  • 200 artinya untuk mengukur hambatan yang nilainya maksimal 200ohm.
  • 2k artinya untuk mengukur hambatan yang nilainya maksimal 2000 ohm (2k ohm)
  • 20k artinya untuk mengukur hambatan yang nilainya maksimal 20.000 ohm (20K ohm)
  • 200k artinya untuk mengukur hambatan yang nilainya maksimal 200.000 ohm (200k ohm)
  • 2m artinya untuk mengukur hambatan yang nilainya maksimal 2.000.000 ohm (2000k ohm / 2 mega ohm)

Jika kita tidak mengetahiu besaran nilai yang diukur maka gunakan skala 20k, kemudian lakukan pengukuran. Jika hasilnya overload, maka naikkan skala. Jika hasilnya didital di belakang koma kurang akurat maka turunkan skala.

Mengukur kapasitor/condenser

  • Pilih skala bagian F dan pilih skala yang sesuai.
  • Lakukan pengukuran pada kapasitor, maka hasilnya akan muncul dengan satuan ukur Farad atau Micro Farad.
  • Tempelkan kaber avo pada salah satu kapasitor, kabel positif dan negative tidak boleh terbalaik. Jika pesisi benar maka akan muncul hasil tegangan. Jika terbalik nilai tegangan tidak akan keluar, jika nilai tegangan keluar maka kapasitor tersebut menendakan rusak dan harus diganti.

Mengukir hambatan jalur

  • Pilih skala Buzzer, jika kabel avo positif dan negative ditempelkan maka buzzer avo akan berbunyi.
  • Polih objek pengukuran, misalnya akan mengukur jalur swit on/off nokia 2112. Tempelkan kabel positif ke salah satu kaki on/off, kabel negative tempelkan ke kaki IC UEM jalur P7. Maka buzzer avo akan berbunyi, hal itu menandakan jalur dari swit on/off ke IC UEM dalam keadaan bagus. Tetapi jika buzzer avo tidak bunyi, coba pindahkan kaber positif avo ke kaki swit on/off yang satunya. Jika buzzer tetap tidak mau bunyi maka jalur putus, harus dilakukan system jumper.

Solder

Cara penggunaan solder

Untuk melakukan penyolderan tentunya dibutuhkan kemampuan dak ketelatenan. Ada beberapa persiapan bahan dan alat servis sebelum kita menyolder, antara lain:

  • Timah solder   Multitester  Penjepit PCB
  • Penghisap solder
  • Pinset

Dalam pemilihan solder yang harus kita perhatikan adalah benda kerja yang akan disolder. Untuk menyolder komponen elektronike dianjurkan menggunakan solder yang berukuran 25-35 watt, supaya tidak terlalu panas yang bias mengakibatkan kerusakan bahan.

Proses penyolderan

  • Bersihkan PCB dari kotoran atau minyak menggunakan cairan IPA/tiner A special, gunakan kuas lembut jangan sampai merusak komponen di sekitarnya.
  • Bersihkan komponen yang akan di solder.
  • Berikan flux pada medium yang akan disolder.
  • Panaskan solder sampai solder mampu mencairkan timah.
  • Pasang komponen yang akan disolder pada papan PCB, kemudian lakukan penyolderan.

Pemeriksaan

Setelah semua komponen disolder, lakukan pemeriksaat terhadap komponen tersebut, jangan sampai ada komponen yang penyolderannya kurang baik/rusak akibat pemanasan solder.juga periksa jalur papan PCB jangan sampai ada yang rusak atau tersambung dengan komponen yang lain (konlset).

Blower

Cara penggunaan blower (solder uap)

Blower sesuai fungsinya adalah alat pemanas timah dengan tiupan udara panas, hususnya untuk melepas/memasang IC laba-laba dan IC BGA.

Yang perlu diperhatikan dalam menggunakan blower :

  • Bersihkan PCB dari kotoran atau minyak menggunakan cairan IPA/tiner A special, gunakan kuas lembut jangan sampai merusak komponen di sekitarnya
  • Ukuran panas ±350º celcius dan harus berimbang dengan tiupan angin.
  • Pada saat menggunakan, mata blower harus barada tepat dan tegak lurus diatas media yang akan dipanasi.
  • Perhatikan komponen yang dipasang, jangan sampai terbalik pada posisi tanda yang ada di papan PCB.
  • Lindungi komponen yang mengandung bahan plastic yang ada disekitar IC yang akan dipanasi.
  • Gunakan pinset untuk memegang /menggoyang IC.
  • Gerakkan head blower memutar beraturan di atas medium yang dipanasi, jangan sampai terfokus atau diam lama di atas medium/IC yang bias mengakibatkan kerusakan.
  • Jangan memanasi komponen terlalu lama, bias mengakibatkan rusak atau berkurangnya intensitas komponen.
  • Apabila media perekat/timah kurang bagus, maka akan mempengaruhi kinerja komponen.
  • Pastikan timah menempel sempurna pada papan PCB dab komponen.

Sebelum admin mengakhiri postingan kali ini, sebaiknya anda membaca artikel sebelumnya mengenai Spare Part, Trouble Shooting Dan Fungsinya. Semoga bermanfaat dan anda pun sudah mengetahui cara menggunakan berbagai macam ala-alat servis lainnya.

Tips Dan Trik Menggunakan Alat-Alat Servis | admin | 4.5