Manfaat Dan Pentingnya Belajar Ilmu Komunikasi

Manfaat Dan Pentingnya Belajar Ilmu Komunikasi – Sebelum membahas manfaat ilmu komunikasi perlu kita lihat terlebih dahulu arti penting dari komunikasi itu sendiri. Manusia merupakan manusi monodualisme. Pernyataan ini mengeandung makna bahwa manusia selain sebagai makhluk individu juga merupakan makhluk sosial. Sebagai makhluk individu, dirinya memeliki kpentingan pribadi, sedangkan sebagai makhluk sosial ia merupakan bagian dari suatu lingkuangan pergaulan sosial.Manfaat Dan Pentingnya Belajar Ilmu Komunikasi

Dalam konteks manusia sebagai makhluk msosial, manusia tidak dapat hidup tanpa manusia lain. Oleh karena itu dalam menjalin hubungan dengan manusia lain, manusia memerlukan komunikasi.

Seorang muslim begitu bangun tidur mendengar adzan subuh dan melakukan shalat subuh, juga melakukan komunikasi, yaitu komunikasi antara dirinya dengan sang pencipta. Komunikasi disebut komunikasi transdental. Komunikasi ini bersifat personal.

Baca juga Pengertian Filsafat, Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan Serta Persamaan dan Perbedaan Ketiganya

Ketika shalat terkadang seorang muslim meneteskan air mata, sambil memohon diperi petunjuk oleh Sang Pencipta. Shalat merupakan media komunikasi transdental, sehingga dirinya teringankan dari segala bebannya.

Manusia sejak lahir sudah berkomunikasi, contohnya seorang bayi dengan cara menaggis mengkomunikasikan keinginannya. Sebagai seorang ibu, yang memiliki naluri , ia pasti sudah mengerti maksud tangisan bayinya yang belum bicara, misalnya dengan segera memmberikan asi.

Dari apa yang dilakukan terbukti bahwa komunikasi yang dilakukan manusia , sebenarnya merupakan hal pokok dalam kehidupan manusia.

Melalui komunikasi orang dapat memmpengaruhi dan merubah sikap orang lain, membentuk konsensus, membuat keputusan. Dengan melihat contoh diatas kita dapat melihat eksistensi manusia dan hubungan sosialnya dengan lingkuangan sosialnya. Kualitas sosial manusia ditentukan bagaimana manusia itu berkomunikasi.

Komunikasi merupakan suatu hal yang paling penting dan merupakan aspek yang paling kompleks dalam kehidupan manusia. Kehidupan kita sehari hari sangat kuat dipengaruhi oleh komunikasi kita dengan orang lain maupun pesan pesan yang kita terima dari orang lain yang bahkan tidak kita kenal baik yang sudah hidup maupun sudah mati, dan juga komunikator yang dekat maupun jauh jaraknya. Karena itu komunikasi sangat vital untuk kehidupan kita, maka sudah sepatutnya komunikasi mendapat perhatian yang sungguh sungguh.

Komunikasi merupakan ilmu, karena struktur sebuah ilmu meliputi aspek aksiologi, epitomologi dan ontologi. Aksiologi mempertanyakan deminsi utilitas (faedah, peranan dan kegunaan). Epistomologi menjelaskan norma norma yang dipergunakan ilmu pengetahuan untuk membenarkan dirinya sendiri. Sedangkan ontologi mengenai struktur material dari ilmu pengetahuan. Komunikasi memenuhi semua aspek dari sebuah ilmu, oleh karena itu komunikasi bisa berdiri sendiri sebagai sebuah ilmu.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa komunikasi memiliki arti penting dalam kehidupan. Dari hal tersebut pula dapat ditarik kesimpulan tentang manfaat belajar ilmu komunikasi.

Dalam berbicara manfaat belajar ilmu komunikasi tidak dapat dilepaskan dari filsafat ilmu komunikasi itu sendiri. Secara umum admin membagikan kajian filsafat ilmu mencakup :

  • Aspek Ontologis
  • Aspek Epistomologi
  • Aspek Aksiologi

Ontologis: What It Is?

ONTOLOGI berarti studi tentang arti ada dan berada tentang cirri-ciri esensial dari yang ada dalam dirinya sendiri, menurut bentuknya yang paling abstrak (Suparlan: 2005). Ontolgi sendiri berarti memahami hakikat jenis ilmu pengetahuan itu sendiri yang dalam hal ini adalah Ilmu Komunikasi. Ilmu komunikasi dipahami melalui objek materi dan objek formal. Secara ontologism, Ilmu komunikasi sebagai objek materi dipahami sebagai sesuatu yang monoteistik pada tingkat yang paling abstrak atau yang paling tinggi sebagai sebuah kesatuan dan kesamaan sebagai makhluk atau benda.

Sementara objek forma melihat Ilmu Komunikasi sebagai suatu sudut pandang (point of view), yang selanjutnya menentukan ruang lingkup studi itu sendiri. Contoh relevan aspek ontologis Ilmu Komunikasi adalah sejarah ilmu Komunikasi, Founding Father, Teori Komunikasi, Tradisi Ilmu Komunikasi, Komunikasi Manusia, dll.

Epistemologis: How To Get?

HAKIKAT pribadi ilmu (Komunikasi) yaitu berkaitan dengan pengetahuan mengenai pengetahuan ilmu (Komunikasi) sendiri atau Theory of Knowledge. Persoalan utama epsitemologis Ilmu Komunikasi adalah mengenai persoalan apa yang dapat ita ketahui dan bagaimana cara mengetahuinya, “what can we know, and how do we know it”; (Lacey: 1976).

Menurut Lacey, hal-hal yang terkait meliputi “belief, understanding, reson, judgement, sensation, imagination, supposing, guesting, learning, and forgetting”. Secara sederhana seebtulnya perdebatan mengenai epistemology Ilmu Komunikasi sudah sejak kemunculan Komunikasi sebagai ilmu. Perdebatan apakah Ilmu Komunikasi adalah sebuah ilmu atau bukan sangat erat kaitannya dengan bagaimana proses penetapan suatu bidang menjadi sebuah ilmu.

Dilihat sejarahnya, maka Ilmu Komunikasi dikatakan sebagai ilmu tidak terlepas dari ilmu-ilmu social yang terlebih dahulu ada. pengaruh Sosiologi dan Psikologi sangat berkontribusi atas lahirnya ilmu ini. Bahkan nama-nama seperti Laswell, Schramm, Hovland, Freud, sangat besar pengaruhnya atas perkembangan keilmuan Komunikasi.

Dan memang, Komunikasi ditelaah lebih jauh menjadi sebuah ilmu baru oada abad ke-19 di daratan Amerika yang sangat erat kaitannya dengan aspek aksiologis ilmu ini sendiri. Contoh konkret epistemologis dalam Ilmu Komunikasi dapat dilihat dari proses perkembangan kajian keilmuan Komunikasi di Amerika (Lihat History of Communication, Griffin: 2002). Kajian Komunikasi yang dipelajari untuk kepentingan manusia pada masa peperangan semakin meneguhkan Komunikasi menjadi sebuah ilmu.

Aksiologis: What For?

HAKIKAT individual ilmu pengetahuan yang bersitaf etik terkait aspek kebermanfaat ilmu itu sendiri. Seperti yang telah disinggung pada aspek epistemologis bahwa aspek aksiologis sangat terkait dengan tujuan pragmatic filosofis yaitu azas kebermanfaatan dengan tujuan kepentingan manusia itu sendiri.

Perkembangan ilmu Komunikasi erat kaitannya dengan kebutuhan manusia akan komunikasi. Kebutuhan memengaruhi (persuasive), retoris (public speaking), spreading of information, propaganda, adalah sebagian kecil dari manfaat Ilmu Komunikasi. Secara pragmatis, aspek aksiologis dari Ilmu Komunikasi terjawab seiring perkembangan kebutuhan manusia.

Perbedaan antara fakta, konsep, generalisasi, preposisi, asumsi, teori.

Untuk mempermudah dalam menemukan perbedaan diantara kelima hal tersebut, dapat dilihat dari definisi yang ada.

Menurut Bertrand Russel fakta adalah segala sesuatu yang berada di dunia, ini berarti gejala apapun baik gejala alam maupun gejala human merupakan fakta yang bisa menjadi bahan baku bagi pembentukan konsep-konsep, namun demikian karena luasnya, maka tiap-tiap ilmu akan menyeleksi fakta-fakta tersebut sesuai dengan orientasi ilmunya.

Konsep adalah label atau penamaan yang dapat membantu seseorang membuat arti informasi dalam pengertian yang lebih luas serta memungkinkan dilakukan penyederhanaan atas fakta-fakta sehingga proses berfikir dan pemecahan masalah lebih mudah

Generalisasi Adalah kesimpulan umum yang ditarik berdasarkan hal-hal khusus (induksi), generalisasi menggambarkan suatu keterhubungan beberapa konsep dan merupakan hasil yang sudah teruji secara empiris (empirical generalization),

Dalam suatu teori, konsep-konsep sering dinyatakan dalam suatu relasi atau hubungan antara dua konsep atau lebih yang tersusun secara logis, pernyataan yang menggambarkan hubungan antar konsep disebut proposisi,

Asumsi adalah sesuatu yang dianggap tidak berpengaruh atau dianggap konstan. Asumsi dapat berhubungan dengan syarat-syarat, kondisi-kondisi dan tujuan.

Teori terdiri dari sekumpulan konsep yang umumnya diikuti oleh relasi antar konsep sehingga tergambar hubungannya secara logis dalam suatu kerangka berpikir tertentu. Jika digambarkan hubungan antara seemua hal tersebut adalah sebagai berikut :

Teori Generaslisasi Konsep Fakta-Fakta

Fakta merupakan permulaan mengembangkan konsep, generalisasi dan teori. Gejala merupakan gejala-gejala humanis ataupun lam yang dapat diamati. Fakta menjadi dasar pembentukan konsep, generalisasi dan teori, tanpa adanya fakta tidak dapat terbentuk tiga hal tersebut.

Bagaimana dapat dikembangkan sebuah teori tanpa adanya fakta-fakta yang mendukungnya..

Konsep merupakan kelanjutan dari fakta-fakta. Dalam konsep, fakta-fakta diletakan dalam bentuk lebih sederhana. Maksud bentuk yang lebih sederhana adalah faakta-fakta yang sudah ada dibuat dalam bentuk informasi yang memiliki arti lebih luas. Tujuan hal ini adalah untuk mempermudah proses berpikir.

Generalisasi merupakan proses penarikan kesimpulan dari refrensi konsep-konsep yang ada. Generalisasi dikaui kebenaranya pada suatu saat memungkinakan untuk dimodifokasi bila diperoleh fakta baru atau bukti baru, bahkan mungkin juga ditinggalkan jika bukti baru itu mengingkarinya.

Generalisasi berbeda dengan teori karena teorti bersifat lebih universal dan lebih kompleks, sehingga teori sudah dapat digunkana untuk menjelaskan dan meramalkan kejadian-kejadian. Hal ini menunjuakan bahwa generalisasi dapat menjadi teori setelah mengalami uji verifikasi

Teori terdiri dari sekumpulan konsep yang umumnya diikuti oleh relasi antar konsep sehingga tergambar hubungannya secara logis dalam suatu kerangka berpikir tertentu. Konsep pada dasarnya merupakan suatu gambaran mental atau persepsi yang menggambarkan atau menunjukan suatu fenomena baik secara tunggal ataupun dalam suatu kontinum, konsep juga sering diartikan sebagai abstraksi dari suatu fakta yang menjadi perhatian ilmu, baik berupa keadaan, kejadian, individu ataupun kelompok.

Umumnya konsep tidak mungkin/sangat sulit untuk diobservasi secara langsung, oleh karena itu untuk keperluan penelitian perlu adanya penjabaran-penjabaran ke tingkatan yang lebih kongkrit agar observasi dan pengukuran dapat dilakukan.

Letak preposisi disini merupakan teori, konsep-konsep sering dinyatakan dalam suatu relasi atau hubungan antara dua konsep atau lebih yang tersusun secara logis. dengan demikian konsep merupakan himpunan yang membentuk proposisi, sedangkan proposisi merupakan himpunan yang membentuk teori.

Asumsi memberikan hakekat, bentuk dan arah argumentasi. Dan asumsi bermaksud membatasi masalah.” dalam setiap judgment dan atau kesimpulan dalam bidang ilmu di dalamnya tersirat suatu anggapan dasar tertentu yang menopang kekuatan kesimpulan/judgmen tertentu.

Pentingnya Belajar Ilmu Komunikasi

Di era globalisasi yang modern ini, tekhnologi semakin maju, ilmu pengetahuan semakin berkembang pesat sehingga orang- orang hidup dalam kompetisi untuk mencapai kesuksesan. Masa kini seseorang harus mempunyai banyak relasi, banyak jaringan, dan juga banyak pengalaman serta informasi-informasi teknologi, karena dengan inilah kebanyakan dari mereka mendapatkan pekerjaan dan mudah mencapai kesuksesan.

Bayangkan jika kita tidak memiliki relasi maka pengalaman dan informasi-informasi sulit kita ketahui, walaupun kita memiliki paman google yang selalu memberikan informasi, itu berbeda dengan relasi dan jaringan langsung yang kita miliki. Contoh yang simpel saja, sebelum Anda datang ke yogyakarta, apa Anda langsung memutuskan untuk kuliah di yogya? Tanpa mengetahui seluk- beluk yogya sebenarnya atau sedikit gambarannya.

Tentu saja sebelum Anda datang ke yogya anda pasti menanyakan pada kerabat, saudara atau orang yang Anda kenal yang mengetahui banyak tentang yogya, sehingga Anda dapat memutuskan Anda kuliah atau tidaknya di yogya.

Jadi kapan dan dimanapun kita membutuhkan relasi atau jaringan pergaulan. Jadi disituasi seperti inilah pentingnya ilmu komunikasi, komunikasi antara sesama. Seperti kebanyakan kita ketahui komunikasi selalu di lakukan dari kita mulai bangun tidur hingga kembali tidur lagi kita membutuhkan komunikasi sepanjang hidup. Dan mungkin Anda memandang ilmu komunikasi adalah ilmu yang mudah, ilmu yang dipergunakan setiap hari jadi dianggap  gampang atau mungkin meremehkan ilmu komunikasi?

Baiklah mari kita sedikit memperjelaskan mengenai pentingnya ilmu komunikasi bagi kelangsungan dalam pencapaian kesuksesan seseorang dan sebagai referensi kita. Dimana kita tidak hanya mengetahui bagaimana komunikasi yang baik tapi mengapa kita mempelajarinya. Ilmu komunikasi memiliki pemahaman yang luas namun ilmu komunikasi ini memiliki beberapa fungsi kenapa kita harus mempelajarinya berdasarkan kerangka yang di kemukakan William I. Gorden.

Fungsi Pertama, Komunikasi Sosial

Fungsi sebagai kamunikasi sosial bahwa komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri  kita, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang bersifat menghibur dan memupuk hubungan dengan orang lain.

Faktor umum dari semua kesuksesan dan kebahagiaan adalah orang lain. (Dikutip pada buku the art of dealing with people, Les Geblin)

Henry kaiser berkata ” Anda secara otomatis akan mempraktikkan hubungan antar-sesama manusia yang baik kalau anda ingat bahwa setiap individu itu penting, karena setiap individu adalah anak Tuhan”.

Fungsi  Kedua, Komunikasi Ekspresif

Komunikasi ekspresif ini tidak otomatis bertujuan mempengaruhi orang lain, komunikasi ini menjadi instrumen menyampaikan perasaan(emosi) kita. Perasaan ini di komunikasikan melalui pesan-pesan nonverbal seperti perasaan sayang, simpati, gembira, sedih, takut, rindu, prihatin, marah, dan benci dapat disampaikan lewat kata – kata. Komunikasi kita dapat di salurkan pada seni seperti tarian, puisi, novel, cerpen atau lukisan. Dimana dengan mengekspresikan perasaan ini kita dapat mengubah perasaan orang lain untuk mengikuti perasaan yang kita ekspresikan, dengan ini orang bisa setuju dengan pemikiran kita.

Fungsi Ketiga, Komunikasi Ritual

Jelas komunikasi ini berkaitan dengan acara – acara ritual yang dapat diekspresikan lewat komunikasi yang menampilkan perilaku – perilaku tertentu yang bersifat simbolik. Seperti tradisi keluarga, suku, agama, ideologi, bangsa, dan negara. Bunuh diri yang di lakukan oleh orang jepang yang mengikuti jejak kaum samurai untuk menebus rasa bersalah mereka dan untuk menunjukkan tanggung jawab mereka atas kesalahannya atau bawahannya. Tradisi ini menunjukkan komunikasinya bahwa Ia ingin menebus segala kesalahannya. Edward T. Hall berkata ”budaya adalah komunikasi” dan ”komunikasi adalah budaya”. Komunikasi  sebagai mekanisme untuk menunjukkan dan memperkenalkan budaya-budaya dan acara yang menjadi tradisi kita. Jadi dengan komunikasi dapat menunjukkan identitas diri, kelompok, ataupun ciri suatu daerah

Fungsi keempat, Komunikasi instrumental

Komunikasi ini memiliki beberapa tujuan umum yaitu menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan, dan mengubah perilaku atau pergerakan tindakan dan juga untuk menghibur. Tujuan – tujuan diatas dapat dikatakan membujuk (persuasif). Komunikasi ini membuat seorang dapat mengubah dan meyakinkan orang lain untuk mempercayainya. Misal seorang public relation atau humas di suatu perusahaan menawarkan kerjasama atau produk perusahaan pada calon konsumen, otomatis sang PR harus membujuk calon konsumen dengan jenis – jenis komunikasi yang meyakinkan yaitu keunggulan produk, jenis, dan manfaatnya. Sehingga calon konsumen memutuskan untuk bekerja sama. Komunikasi instrumental juga akan menentukan pencapaian tujuan dan visi serta cita – cita kita.

Beberapa peranan pentingnya komunikasi yang Bukucatatan.net kutip pada ”komunikasi antar pribadi, johnson D.W 1981”.

  • Komunikasi antar pribadi membantu perkembangan intelektual dan sosial kita
  • Identitas atau jati diri kita terbentuk dalam dan lewat komunikasi dengan orang lain
  • Dapat membanding realitas disekeliling kita serta menguji kebenaran kesan – kesan dan pengertian yang kita miliki tentang dunia disekitar kita
  • Kesehatan mental kita sebagian besar juga ditentukan pleh kualitas komunikasi atau hubungan kita dengan orang lain.

Johnson menyebutkan beberapa pentingnya komunikasi yang dapat meyakinkan kita disini bahwa ilmu komunikasi adalah ilmu hidup, ilmu sosial yang dibutuhkan untuk pembentukan pribadi dan integritas kita di masyarakat.

”Berbagai penelitian membuktikan bahwa jika anda mempelajari cara membina hubungan dengan orang lain berarti anda sudah menempuh 85% dari perjalanan menuju kesuksesan dalam bisnis, pekerjaan, atau profesi apapun, dan sekitar, 95% dari perjalanan menuju kebahagiaan pribadi.” Penyebab 90% orang gagal dalam kehidupan adalah kegagalan dalam membina hubungan baik dengan orang lain. Orang sukses atau bahagia bukan hanya orang yang terpandai tapi orang yang pandai bergaul. (Dikutip pada buku the art of dealing with people, Les Geblin)

  1. Seperti yang dialami seorang pelamar kerja, ia gagal dalam penerimaan pekerjaan, padahal dia cerdas, pintar dan terampil tapi dia kurang terampil dalam berkomunikasi dalam menjawab pertanyaan dari pewawancara yaitu menginformasikan kelebihan dirinya sehingga layak bekerja pada perusahaan tersebut.
  2. Pada kawasan politik, sebagian pengamat politik menilai, misalnya kasus dugaan korupsi oleh bendahara partai demokrat, yang membawa nama-nama pengurus partai demokrat yang lainnya. Strategi komunikasi politik nazaruddin membingungkan, dengan mengungkapkan orang-orang yang terkait, sesampainya Ia di indonesia Ia mengatakan pada media bahwa ”Ia tidak akan membuka rahasia asal anak istrinya di lindungi.

” Maksud dari perkataan ini membuat para pengamat, LSM, akademisi bertanya-tanya ada sesuatu di partai demokrat. Disini Nazaruddin memainkan komunikasi politiknya, kapan Ia berbicara dan kapan Ia diam. Sehingga masyarakat bisa saja merasa iba terhadapnya dan menganggapnya sebagai pahlawan yang mengungkapkan sesuatu yang terjadi pada partai demokrat.

Sehingga memperdalam ilmu komunikasi itu sangatlah penting dan banyak manfaat bagi kehidupan sehari-hari dan bagi kelangsungan dalam pencapaian kebahagian dan kesuksesan. Namun komunikasi disini bukanlah komunikasi dengan kualitas seadanya tapi ciptakanlah komunikasi berkualitas dan berkuantitas. Kini mulailah dari diri kita sendiri memulai untuk berkomunikasi dan menciptakan hubungan baik dengan orang lain, ingatlah sebaik-baiknya manusia adalah dapat bermanfaat bagi sesama.

Perlu kita ketahui bersama, bahwa tanpa komunikasi yang baik kita tidak akan berhasil mencapai visi dan misi di segala bidang, sehingga ilmu komunikasi di butuhkan di segala bidang, dari profesi dokter, pengacara, pejabat pemerintah, pengusaha,pegawai dan juru bicara kepresidenan pun membutuhkan ilmu komunikasi, komunikasi yang baik berkualitas. Ilmu komunikasi sangat perlu di pelajari secara mendalam dan pemahaman yang jelas.

Dan Jurusan Ilmu Komunikasi dari tahun ke tahun peminatnya semakin bertambah, zaman yang serba modern dan perkembangan teknologi komunikasi saat ini sangat membutuhkan lulusan – lulusan sarjana komunikasi yang berkompeten.

Manfaat mempelajari komunikasi antar budaya menurut gagasan litvin (1997) yaitu, sebagai berikut :

  1. Dengan memahami komunikasi antarbudaya akan mengatasi hambatan-hambatan budaya untuk berhubungan dengan orang lain , sehingga kita akan mendapat penghargaan bagi kebutuhan, aspirasi, perasaan dan masalah manusia.
  2. Pemahaman akan orang lain secara lintas budaya dan antarpribadi adalah suatu usaha yang dilakukan yang sangat membutuhkan keberanian dan kepekaan.
  3. Pengalaman yang diperoleh dari komunikasi antar budaya dapat menyenangkan dan menumbuhkan kepribadian.
  4. Keterampilan komunikasi yang diperoleh memudahkan perpindahan seseorang dari pandangan yang monokultural terhadapinteraksimanusia yang pandangan multikultural.
  5. Perbedaan-perbedaan individu itu penting, namun ada asumsi-asumsi dan pola-pola budaya mendasar yang berlaku.
  6. Perbedaan-perbedaan budaya menandakan kebutuhan akan penerimaan dalam komunikasi, namun perbedaan-perbedaan tersebut secara arbitrer tidaklah menyusahkan atau memudahkan.

Litvin juga menguraikan beberapa tujuan komunikasi antar budaya yang bersifat kognitif dan afektif, yaitu :

  1. Menyadari bias budaya sendiri
  2. Lebih peka secara budaya.
  3. Memperoleh kapasitas untuk benar-benar terlibat dengan anggota dari budaya lain untuk menciptakan hubungan yang langgeng dan memuaskan dengan orang tersebut.
  4. Memangsang pemahaman yang lebih besar atas budaya sendiri.
  5. Memperluas dan memperdalam pengalaman seseorang.
  6. Mempelajari keterampilan komunikasi yang membuat seseorang mampu menerima gaya dan isi komunikasinya sendiri.
  7. Membantu dalam memahami kontak antarbudaya sebagai hal yang menghasilkan dan memelihara wacana dan makna bagi para anggotnya.
  8. Membantu dalam memahami model-model, konsep-konsep dan aplikasi-aplikasi bidang komunikasi antarbudaya.
  9. Membantu menyadari bahwa sistem-sistem nilai yang berbeda dapat dipelajari secara sistematis, dibandingkan dan dipahami

Demikianlah artikel dan seputar informasi pada kesempatan yang berbahagia ini, tentang Pentingnya Belajar Ilmu Komunikasi. Semoga bermanfaat dan dapat membantu kita dalam berkomunikasi kepada siapa saja dengan baik.

Manfaat Dan Pentingnya Belajar Ilmu Komunikasi | admin | 4.5