Kumpulan Bangunan Bersejarah Di Dunia

Kumpulan Bangunan Bersejarah Di Dunia – Pada kesempatan kali ini, admin akan bagikan artikel yang berhubungan dengan beberapa Kumpulan Sejarah Bangunan Bersejarah Di Dunia. Untuk lebih jelasnya, langsung saja anda menyimak penjelasan di bawah ini.Kumpulan Bangunan Bersejarah Di Dunia

Sejarah Bangunan Batu Hitam Hajar Aswad Di Ka’bah :

Hajar ‘Aswad (Arab: حجر أسود) merupakan sebuah batu yang diyakini oleh umat Islam berasal dari surga, dan yang pertama kali menemukannya adalah Nabi Ismail dan yang meletakkannya adalah Nabi Ibrahim. Dahulu kala batu ini memiliki sinar yang terang dan dapat menerangi seluruh jazirah Arab.

Namun semakin lama sinarnya semakin meredup dan hingga akhirnya sekarang berwarna hitam. Batu ini memiliki aroma yang unik dan ini merupakan aroma wangi alami yang dimilikinya semenjak awal keberadaannya, dan pada saat ini batu Hajar Aswad tersebut ditaruh di sisi luar Kabah sehingga mudah bagi seseorang untuk menciumnya. Adapun mencium Hajar Aswad merupakan sunah Nabi Muhammad SAW. Karena dia selalu menciumnya setiap saat tawaf.

Sejarah Asal Usul Batu Hajar Aswad :

Sejarah Asal Usul Batu Hajar Aswad bermula ketika nabi Ibrahim (Abraham) dan anaknya sedang membangun Ka’bah, dimana pada masa itu banyak sekali komponen-komponen yang tidak terpenuhi. Ka’bah waktu itu belum memiliki atap maupun pintu, jadi Ibrahim dan Ismail berusaha keras untuk membawa bebatuan dari beberapa gunung yang ada untuk menyelesaikan konstruksi bangunan tersebut.

Hajar Aswad sendiri menjadi sebuah hal penting ketika umat Islam sedang melakukan perjalan Haji, dimana tawaf dimulai dan diakhiri saat para umat yang sedang berhaji menatap batu ini. Selama bertahun-tahun, tak terhitung lagi jumlah orang termasuk nabi Muhammad, para sahabat, dan jutaan umat Muslim yang mencium batu ini ketika mereka sedang melakukan perjalanan Haji.

Menguak Sejarah Hajar Aswad dan Hubungannya dengan Ka’bah :

Asal Usul batu Hajar Aswad tidak bisa lepas dari sejarah Ka’bah itu sendiri. Pembangunan Ka’bah, menurut al-Qur’an pada surat al-Baqarah ayat 127 dilakukan oleh Ibrahim dan anaknya, Ismail. Diceritakan bahwa Allah telah menunjukkan pada Ibrahim dimana mereka harus melakukan pembangunan, yaitu tempat yang amat dekat dengan sumur Zamzam, akhirnya Ibrahim dan Ismail mulai mengerjakan konstruksi Ka’bah kira-kira pada tahun 2130 sebelum masehi.

Ketika pembangunan ini tengah berlangsung, Ibrahim menyadari bahwa amat banyak komponen-komponen Ka’bah yang tidak mampu dibuat karena kurangnya bahan, sehingga akhirnya ia dan Ismail pergi menyusuri beberapa gunung untuk membawa bebatuan dengan tujuan menyelesaikan konstruksi Ka’bah tersebut.

Bahkan setelah seluruh bagian Ka’bah selesai dibangun, Ibrahim masih merasa bahwa ada satu bagian penting yang hilang. Ada salah satu sumber yang mengatakan bahwa Ibrahim memerintahkan Ismail untuk mencarikan satu batu lagi yang dapat memberi “sinyal” kepada umat manusia. Mendengar hal ini, Ismail pergi dari satu bukit ke bukit yang lain hanya demi mencari batu yang bisa menjadi suar dan memberi tanda kepada seluruh umat manusia, dan pada saat inilah, malaikat Jibril diutus Allah untuk membawakan sebuah batu yang konon katanya dulunya berwarna putih dan memberikannya kepada Ismail.

Mendapati batu putih yang indah tersebut, Ismail pulang dan alangkah bahagianya Ibrahim melihat batu yang ia bawa. Ismail kemudian menjawab pertanyaan Ibrahim tentang lokasi batu ini dengan jawaban “aku menerima ini dari seseorang yang tidak akan membebani anak cucuku maupun anak cucumu (Jibril)” kemudian Ibrahim mencium batu tersebut, dan gerakan tersebut kemudian diikuti oleh Ismail.

Sejarah Asal Usul batu Hajar Aswad kembali berlanjut setelah batu diletakkan oleh Ibrahim di sudut timur Ka’bah. Tepat setelah melakukan hal itu, Ibrahim mendapat wahyu dimana Allah memerintahkannya untuk pergi dan memproklamirkan bahwa umat manusia harus melakukan ziarah agar Arabia bisa didatangi oleh orang-orang dari tempat yang jauh. Beberapa peneliti percaya bahwa Ka’bah benar dibangun pada tahun 2130 sebelum masehi. Penanggalan ini dinilai konsisten dengan kepercayaan umat Muslim bahwa Ka’bah merupakan masjid pertama dan tertua dalam sejarah.

Menurut literatur kaum Samaritan, dalam buku yang berjudul Secrets of Moses tertulis bahwa Ismail dan anak tertuanya, Nebaioth adalah orang yang membangun Ka’bah dan juga kota Mekah. Buku ini dipercaya telah ditulis pada abad ke-10, sementara ada pendapat lain yang menganggap buku ini ditulis pada paruh kedua abad ke-3 sebelum masehi.

Hajar Aswad sendiri sebenarnya sudah menjadi sesuatu yang dihormati bahkan sebelum dakwah tentang Islam oleh Muhammad. Ketika era Muhammad tiba, batu ini juga sudah diasosiasikan dengan Ka’bah. Karen Armstrong dalam bukunya yang berjudul Islam: A Short History, menuliskan bahwa Ka’bah didedikasikan kepada Hubal, salah satu dewa dalam kepercayaan Nabatea, dan di dalamnya ada 365 berhala yang tiap-tiapnya merepresentasikan satu hari dalam satu tahun. Menurut Ibnu Ishaq yang merupakan biografer Muhammad di era awal, Ka’bah sendiri dianggap sebagai dewi, tiga generasi sebelum Islam muncul. Kultur semitik Timur Tengah juga memiliki tradisi untuk menggunakan batu-batu asing sebagai penanda tempat penyembahan, sebuah fenomena yang tertulis baik di Injil Yahudi maupun Qur’an.

Pada era Nabi Muhammad SAW, sejarah batu Hajar Aswad menjadi penting saat beberapa klan di Mekah berkelahi untuk menentukan siapa yang pantas meletakkan Hajar Aswad kembali ke Ka’bah setelah renovasi akibat kebakaran besar. Setelah sebelumnya hampir terjadi perang, para tetua klan mulai menyetujui usulan bahwa mereka harus bertanya kepada orang berikutnya yang melewati gerbang Ka’bah, dan kebetulan orang itu adalah Muhammad yang masih berusia 35 tahun.

Setelah mendengar pokok permasalahan, Muhammad meminta para pemimpin klan untuk membawakannya sebuah kain, yang kemudian ia gunakan untuk meletakkan Hajar Aswad di bagian tengah kain tersebut. Setelah diletakkan, Muhammad meminta setiap ketua klan untuk memegang sisi ujung dari kain tersebut, mengangkatnya, dan membawanya ke posisi yang tepat untuk meletakkan Hajar Aswad. Setelah tiba di tempatnya, Muhammad sendiri yang mengambil dan meletakkan Hajar Aswad di posisi yang seharusnya, dan hal ini berhasil menggagalkan perang yang mungkin terjadi di antara klan-klan Mekah tadi.

Sejarah mengenai batu Hajar Aswad terus berlanjut tapi sebelumnya ia sempat mengalami beberapa kerusakan yang signifikan. Batu ini juga diceritakan pernah pecah oleh batu yang ditembakkan oleh katapel saat terjadi penyerangan Mekah oleh Umayyad. Fragmen-fragmen batu yang pecah itu kemudian disatukan kembali oleh Abdullah Ibnu Zubayr menggunakan perak. Pada tahun 930, batu tersebut dicuri oleh kaum Qarmati hingga ke tempat yang sekarang bernama Bahrain. Kini, batu ini menjadi bagian penting dalam upacara keagamaan umat Islam, yaitu ketika mereka melaksanakan haji. Selanjutnya………

Hajar Aswad dan Riwayat Batu dari Surga :

Sudut timur Ka’bah merupakan tempat paling istimewa. Sudut ini menjadi ‘target berburu’ umat muslim yang melaksanakan haji dan umrah. Di sudut inilah tersemat Hajar Aswad, batu hitam berbentuk lonjong tidak beraturan yang diyakini berasal dari surga.

Hajar Aswad terdiri dari delapan keping batu yang diikat dalam lingkaran perak, dan ditanam pada ketinggian 1,10 meter dari tanah. Batu ini tampak licin karena terus menerus dicium dan diusap-usap jutaan bahkan miliaran manusia sejak zaman Ibrahim.

Menyium, bahkan menyentuh Hajar Aswad perlu perjuangan luar biasa, karena setiap muslim ingin melakukannya. Tidak heran jika sudut ini selalu dipenuhi jemaah yang berebut mendekatinya seusai melaksanakan tawaf, sehingga tidak jarang terjadi aksi saling dorong, atau jemaah terjatuh.

Begitu mulianya Hajar Aswad, tawaf pun harus dimulai dari sudut ini. Setiap orang yang akan memulai tawaf menghadap ke Hajar Aswad, ia akan memberi isyarat sambil berucap basmalah dan takbir, lalu mundur sedikit dan memposisikan Ka’bah di sebelah kirinya, kemudian mulai berjalan. Setelah itu jemaah akan melewati Rukun Iraki atau sisi utara, lalu rukun Syami atau sisi barat. Kemudian Rukun Yamani atau sisi selatan dan kembali lagi ke Hajar Aswad yang menghadap timur.

Imam Ahmad dan al-Bukhari meriwayatkan bahwasanya Rasulullah pernah berhenti di Hajar Aswad dan berkata, “Sesungguhnya aku tahu engkau hanyalah batu yang tidak mendatangkan bahaya atau manfaat.” Lalu, Nabi mengecupnya.

Demikian pula ketika Abu Bakar ra menunaikan ibadah haji, ia berhenti di Hajar Aswad dan berkata, “Sesungguhnya aku tahu betul engkau hanyalah batu yang tidak bermanfaat dan tidak berbahaya. Jika Rasulullah tidak menciummu, aku tidak akan menciummu.” Umar bin Khaththab ra ketika ia menunaikan ibadah haji bersama kaum muslimin pun melakukan hal yang sama.

Sementara Ibnu Bathuthah sebagai sosok petualang menggambarkan Hajar Aswad sebagaimana ia saksikan saat berkunjung ke Mekah. Ia menuturkan, “Hajar Aswad yang tingginya enam jengkal dari tanah  itu membuat orang yang badannya tinggi harus menunduk ketika hendak menciumnya dan orang yang berbadan kecil harus mendongak. Hajar Aswad ditempatkan di sudut yang menghadap timur, lebarnya sepertiga jengkal dan panjangnya sejengkal lebih sedikit. Tidak ada yang tahu berapa dalam ia masuk ke sudut itu.

Hajar Aswad sendiri terdiri dari empat potongan yang menempel dan dilindungi lempengan perak. Perpaduan antara lempengan perak dan batu yang berwarna hitam ini membuatnya tampak elok dan jelas. Orang-orang merasa nikmat saat mengecupnya, seolah-olah bibir mereka tidak ingin lepas. Hal itu karena Nabi Muhammad pernah bersabda, ‘Hajar Aswad adalah sumpah Allah yang ada di bumi.’ Adapun Hajar Aswad yang sebenarnya adalah potongan yang disebelahnya ada al mawali, yakni titik-titik putih terang seperti permata yang ada di dalam lingkaran perak.”

Dalam sebuah riwayat dikisahkan, di antara peristiwa penting yang terkait Hajar Aswad terjadi pada abad 16 sebelum hijriyah (606 Masehi), yaitu ketika suku Quraisy memugar Ka’bah. Pada saat itu hampir saja terjadi pertumpahan darah yang hebat karena sudah lima hari lima malam terjadi situasi genting, di mana empat kabilah dalams uku Quraisy terus bersitegang pada pendapat dan kehendak masing-masing siapa yang mengangkat dan meletakkan kembali batu itu ke tempatnya semula karena pemugaran Ka’bah sudah selesai.

Saat itu muncul usulan dari Abu Umayyah bin Mughirah Al Mikhzumi yang mengatakan, “Alangkah baiknya kalau keputusan ini kita serahkan kepada orang yang pertama kali masuk masjid hari ini.”

Pendapat sesepuh Quraisy ini pun disetujui, dan ternyata yang pertama kali masuk masjid adalah Muhammad bin Abdullah yang waktu itu masih berusia 35 tahun. Sudah menjadi rahasia waktu itu kalau akhlak dan budi pekerti Muhammad telah terkenal jujur dan bersih sehingga dijuluki Al Amin, orang yang terpercaya.

Muhammad lalu menuju tempat penyimpanan Hajar Aswad lalu membentangkan sorbannya dan meletakkan batu mulia itu di tengah-tengah sorban, kemudian meminta satu orang wakil dari masing-masing kabilah yang sedang bertengkar memegang sudut-sudut sorban itu dan bersama-sama menggotongnya ke sudut di mana batu itu hendak diletakkan. Supaya adil, Muhammad pulalah yang memasang batu itu ke tempatnya semula.

Direbut dan Terapung

Kisah lain yang sangat penting terjadi pada musim haji tahun 317 hijriyah, saat Islam sangat lemah dan terpecah belah, sehingga kesempatan itu dimanfaatkan Abu Tahir Al Qummuthi seorang kepala suku di jazirah Arab bagian timur  untuk merampas Hajar Aswad.

Dengan 700 anak buahnya ia mendobrak Masjidil Haram dan membongkar Ka’bah secara paksa lalu merebut dan mengangkutnya ke negaranya. Ia lalu membuat maklumat yang menantang umat muslim mengambil batu itu dengan perang atau membayar sejumlah uang yang sangat besar. Baru setelah 22 tahun, tahun 339 Hijriyah, batu itu dikembalikan ke Mekah oleh Khalifah Abbasiyah Al Muthilillah setelah ditebus dengan uang 30.000 dinar.

Dalam kitab Ikhbarul Kiraam diterangkan ketika Abdullah bin Akim menerima batu dari pemimpin suku Qummuth, batu itu langsung dimasukkan ke dalam air dan tenggelam, kemudian diangkat dan dibakar, ternyata pecah, maka ia menolak batu itu karena palsu.

Pemimpin Qummuth lalu memberikan batu yang kedua yang sudah dilumuri minyak wangi dan dibungkus dengan kain sutra yang sangat cantik. Namun Abdullah tetap menguji keasliaannya dengan memasukkan ke air. Batu itu kembali tenggelam dan pecah oleh api.

Kemudian pemimpin Qummuth memberikan batu ketiga, dan diuji seperti dua batu sebelumnya. Keanehan muncul, batu itu mengapung di air dan tidak pecah ketika dibakar, bahkan tidak terasa panas. Abdullah pun menyatakan batu itu asli Hajar Aswad.

Pemimpin Qummuth yang terheran-heran bertanya bagaimana Abdullah mendapat ilmu menguji batu itu. Abdullah menjawab, “Nabi pernah mengatakan, Hajar Aswad akan menjadi saksi tentang siapa-siapa yang pernah menyalaminya dengan niat baik atau tidak baik. Hajar Aswad juga tidak akan tenggelam di dalam air dan tidak panas dalam api.”

Penelitian Ilmiah

Sifatnya yang unik membuat asal usul Hajar Aswad terus diperdebatkan sejak dahulu. Dalam riwayat hadis At Tirmidzi, batu hitam itu berasal dari surga, yang dibawa Nabi Adam AS ke bumi. Awalnya kata hadis itu, Hajar Aswad berwarna putih. Tetapi karena menyerap dosa-dosa manusia di bumi, batu ini berubah warna menjadi hitam.

Sebagian muslim menyakini batu ini adalah meteorit yang berasal dari luar angkasa. Namun hipotesis ini belum terbukti kebenarannya. Ada pula yang menyebutnya sebagai batu basalt, batu agate (akik) atau kaca alami.

Kurator koleksi perhiasan Kerajaan Austro-Hungaria, Paul Partsch, merupakan orang pertama  yang memperkirakan Hajar Aswad sebagai batu meteor pada 1857. Namun berdasarkan ciri fisiknya, Robert Dietz dan John McHonde pada 1974 menyimpulkan Hajar Aswad sebenarnya batu akik.

Pada 1980, Elsebeth Thomsen dari University of Copenhagen menawarkan hipotesis baru. Menurut dia, Hajar Aswad merupakan fragmen kaca yang pecah akibat tumbukan meteor yang jatuh di Wabar, sebuah tempat di gurun Rub’ al Khali, 1.000 km di timur Mekah. Meteor ini diperkirakan jatuh pada 6.000 tahun lalu. Namun hipotesis ini pun belum bisa dipastikan kebenarannya.

Sejarah Singkat Pembangunan Menara Eiffel Paris :

Pengertian Pertama Menara Eiffel (bahasa Perancis: Tour Eiffel, /tuʀ ɛfɛl/) merupakan sebuah menara besi yang dibangun di Champ de Mars di tepi Sungai Seine di Paris. Menara ini telah menjadi ikon global Perancis dan salah satu struktur terkenal di dunia.

Pengertian Kedua Menara Eiffel adalah salah satu bangunan paling terkenal di Paris, Prancis. Bahkan sejak dibangun pertama kali pada tahun 1889, menara ini telah dikunjungi setidaknya 200 juta orang dari berbagai belahan dunia. Pada tahun 2006 saja ada lebih dari 6 juta orang rela datang jauh-jauh untuk melihat struktur beton yang memiliki tinggi 325 meter ini.

Eiffel memiliki sejarah yang sangat panjang dalam pembangunannya hingga selesai. Berbagai masalah pernah terjadi di menara yang saat ini digunakan sebagai pemancar radio dan juga pengamatan. Meski demikian, Menara Eiffel justru bertransformasi menjadi ikon romantis dunia. Tak sedikit film, cerita fiksi, dan pagelaran penuh cinta diadakan di sini. Mari mengenal Menara Eiffel dalam dengan mengenal sejarahnya di bawah ini.

Kita semua mengenal Gustav Eiffel sebagai orang di balik megahnya menara hebat ini. Bahkan nama dari menara pun mencatut nama dari perancangnya ini. Awalnya Gustav justru ingin membangun menara di Barcelona. Sayangnya rencana yang ia tawarkan dianggap sangat aneh dan bangunannya tak sesuai. Selain itu, menara juga dianggap mengeluarkan biaya yang terlalu mahal. Akhirnya ia urung membuat menara jenis apa pun di sekitar Eropa.

Ide pembuatan Menara Eiffel akhirnya muncul dari dua anak buah Gustav bernama Maurice Koechlin dan Emile Nouguier. Ia sama sekali tidak tertarik pada awalnya. Namun begitu melihat rencana itu berjalan dengan lancar, Gustav mulai mengambil alih. Ia pun membeli hak paten dari menara ini hingga sekarang dikenal sebagai Menara Eiffel yang sangat megah dan dikenal banyak orang.

Misi Pembangunan Menara Eiffel

Menara ini awalnya dibangun untuk pameran dunia. Pihak pengembang ingin menjadikan menara ini sebagai tanda seratus tahun Revolusi Prancis. Menara ini adalah simbol kekuatan dari Prancis yang sangat luar biasa. Di tengah keterpurukan Eropa di abad ke-18 mereka mampu berjuang dan membuat sebuah revolusi yang sangat besar. Bahkan berpengaruh ke banyak negara di dunia.

Gustav Eiffel mengatakan jika menara ini juga merupakan simbol ilmu pengetahuan modern. Simbol perkembangan ilmu pengetahuan dunia dari masa ke masa. Menara ini adalah tanda di mana sains hidup bersama manusia. Itulah mengapa di bangunan ini terdapat sekitar 72 nama dari para ilmuwan dan insinyur yang sangat terkenal di Prancis.

Pembangunan Struktur dan Bentuk Menara Eiffel

Pembangunan struktur dari Menara Eiffel dimulai pada tahun awal 1889 dan baru dibuka untuk umum pada 6 Mei 1889. Dalam pembangunannya menara, sekitar 300 pekerja dilibatkan untuk mengatur struktur dengan total berat mencapai 10.000 ton. Para pekerja harus berjuang dengan kuat untuk mengatur 18.038 potongan besi tempa dan sekitar 2,5 juta paku keling. Setelah berkutat selama berbulan-bulan, bangunan ini selesai dengan ketinggian dari tanah mencapai 300 meter. Lalu ditambah dengan antena menjadi 324 meter.

Bentuk Menara Eiffel awalnya mendapatkan banyak kritikan. Terlebih strukturnya disusun dengan bentuk yang tidak memiliki nilai seni. Bahkan mirip struktur jembatan yang berada di sungai. Gustav Eiffel mengatakan jika bentuk ini dibuat sesuai dengan perhitungan matematika. Tiupan angin di udara pun diperhitungkan agar menara tidak akan roboh meski dibuat sangat tinggi menjulang.

Pembukaan Menara Eiffel dan Efeknya Bagi Penduduk

Menara Eiffel dibuka pertama kali pada Mei 1889. Saat itu menara sudah dilengkapi dengan lift yang akan membawa pengunjung dari bawah menuju puncak. Hal ini mengundang banyak sekali wisatawan dari berbagai wilayah Prancis. Bahkan ada juga yang datang jauh-jauh dari negara sekitar hanya untuk melihat Kota Paris dari ketinggian yang fantastis. Di zaman itu berada di ketinggian 300 meter adalah hal yang luar biasa.

Meski menjadi daya tarik yang sangat kuat bagi sebagian orang, protes terhadap pembangunan menara ini kerap dilakukan. Banyak warga sekitar merasa tidak senang dengan menara ini. Pertama karena takut jika sewaktu-waktu bangunan ini ambruk mereka bisa menjadi korban. Lalu yang kedua karena merusak pemandangan. Struktur megah ini menghalangi banyak hal di udara.

Hal senada juga diungkapkan oleh para seniman lukis di kota ini. Mereka menganggap jika menara ini hanya membuat objek yang mereka gambar jadi hilang. Namun seiring berkembangnya waktu justru Menara Eiffellah yang menjadi objek gambar mereka. Terlebih lagi banyak wisatawan yang datang akan meningkatkan penjualan lukisan mereka.

Fungsi Menara Eiffel di Era Modern

Meski awalnya hanya digunakan untuk peringatan satu abad Revolusi Prancis, menara ini sekarang telah menjelma menjadi salah satu menara paling dikagumi di dunia. Bahkan Eiffel adalah Prancis itu sendiri. Saat ini Menara Eiffel dikenal sebagai objek wisata paling banyak dikunjungi di dunia. Dalam setahun lebih dari 3 juta orang datang ke sini untuk menikmati menara buatan Gustav Eiffel.

Saat ini Menara Eiffel digunakan untuk menara pemancar radio. Banyak sekali stasiun berita lokal menggunakan menara ini untuk bisa menjangkau semua pendengarnya seantero Paris. Selain itu, Menara Eiffel juga digunakan untuk pengamatan, baik cuaca maupun penerbangan yang ada di Prancis. Saat ada even tertentu seperti Natal, tahun baru, atau olimpiade, menara ini akan dihiasi dengan banyak sekali lampu. Saat malam hari menara ini akan bersinar dengan indah.

Menara Eiffel begitu dicintai oleh masyarakat Prancis. Mereka menganggap menara ini adalah menara keberuntungan. Jika tidak ada Menara Eiffel mungkin tak banyak wisatawan akan datang ke negeri ini.

Sejarah Pembuatan Patung Liberty :

Pengertian Patung Liberty adalah bangunan paling bersejarah dan fenomenal di Amerika. Patung ini bahkan menjadi ikon Amerika yang sangat diminati oleh banyak orang di dunia. Datang ke Amerika belum lengkap jika belum berkunjung dan berfoto di depan patung yang menjadi simbol kebebasan masyarakat Amerika.Meski saat ini Patung Liberty telah menjadi ikon kebanggaan. Tak banyak orang tahu bagaimana dahulu patung ini dibuat. Bagaimana sang pematung harus berusaha mencari dana ke sana-kemari agar patung ini mampu berdiri.

Pengertian lain Patung Liberty (sebutan lain dalam bahasa Inggris: Liberty Enlightening the World, bahasa Perancis: La Liberté éclairant le monde) adalah suatu patung berukuran raksasa yang terletak di Pulau Liberty, di muara Sungai Hudson di New York Harbor, Amerika Serikat. Patung ini dihadiahkan Perancis untuk Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dan merupakan suatu simbol selamat datang untuk pengunjung, imigran dan orang Amerika yang kembali.

Membahas sejarah pembangunan Patung Liberty tidak bisa dipisahkan dari sang pembuatnya yang sangat fenomenal. Dia bernama Frederic Auguste Bartholdi dan merupakan warga negara Prancis. Sejak kecil, Bartholdi sangat menyukai dunia seni, ia sempat menjalani profesi pelukis di usianya yang masih sangat muda. Untuk mengekspresikan jiwa seninya yang berapi-api, ia berhasil membuat banyak sekali patung. Salah satu hasil kerja keras dari Bartholdi dikerjakannya saat berusia 18 tahun.

Saat beranjak dewasa, ia ikut Perang Franco-Prussian. Dalam perang ini ia mendapatkan gagasan untuk membuat patung bertema kebebasan. Akhirnya ide untuk membuat Patung Liberty tercipta. Lokasi awal yang akan digunakan untuk tempat berdirinya pun bukan Amerika. Bartholdi yang saat itu menjelajah Mesir dan melihat Sphinx bermimpi akan mendirikan patung termegahnya di Terusan Suez.

Pengumpulan Dana yang Sangat Berat

Pengumpulan dana untuk Patung Liberty sangatlah sulit. Bahkan bisa dibilang merupakan proyek yang sangat mustahil. Bartholdi berusaha dengan kekuatannya sendiri untuk memengaruhi banyak orang di Prancis. Ia bergerak dari satu kantor ke kantor yang lain untuk mengumpulkan uang sekecil apa pun itu. Kritik pedas yang dilontarkan oleh banyak orang di Prancis.

Meski demikian ia tetap menjalankan misi besarnya ini. Ia meminta banyak sekali sumbangan, hingga akhirnya terkumpul sekitar 250.000 Franc (setara $750.000) di tahun 1879. Dari sini ia mulai membangun banyak bagian dari patung karena telah mendapatkan dana yang cukup banyak.

Pembuatan Patung Liberty

Patung Liberty dibuat di Prancis pada tahun 1876. Bartholi menggunakan segala kemampuannya untuk membuat patung hebat ini. Desain dasar dari patung dibuat dari metal-metal produksi Gustav Eiffel yang telah berhasil membuat Menara Eiffel berdiri tegak. Dari metal-metal kuat ini, Bartholdi mulai melapisi beberapa bagiannya dengan batu dan mulai mengukirnya sesuai dengan desain yang telah dibuat.

Selama kurang lebih 8 tahun ia berjuang sendirian. Saat ada pameran ia ikut dan menunjukkan patungnya yang sudah nyaris jadi. Dari pameran ini ia mendapatkan banyak uang yang akan digunakan untuk menyelesaikan proyek yang sangat fenomenal ini. Akhirnya di tahun 1884, Patung Liberty yang merupakan simbol dari dari dewa kebebasan Libertas berhasil diselesaikan dengan sangat sempurna.

Penggalangan Dana di Amerika Serikat

Kebanyakan orang hanya mengetahui jika Patung Liberty diberikan oleh Prancis kepada Amerika sebagai hadiah. Pada prinsipnya memang nyaris benar. Patung ini dibuat oleh warga Prancis dan beberapa dananya dikumpulkan dari para donatur. Hal ini dilakukan karena pemerintah Prancis tidak menyetujui proyek ini hingga dana tak kunjung keluar. Terlebih lagi, patung ini memakan banyak sekali biaya.

Saat Patung Liberty akan selesai, Bartholdi ingin meminta orang di Amerika untuk membantunya. Terutama untuk penyelesaian dan juga pengiriman. Biaya yang dibutuhkan lumayan banyak, dan hal ini ditolak oleh pemerintah Amerika. Mereka tidak habis pikir kenapa hanya sekumpulan batuan saja bisa memiliki harga yang sangat mahal.

Akhirnya ada seorang jurnalis bernama Joseph Putlizer yang memiliki ide brilian. Ia menulis sebuah artikel yang memengaruhi warga di Amerika untuk menyumbang. Uniknya, setiap orang yang menyumbang, namanya akan tampil di dalam koran. Strategi ini berhasil dan mampu membuat Patung Liberty berlayar jauh dari Prancis ke Amerika.

Berdirinya Dewi Kebebasan di Tanah Amerika

Setelah setahun penggalangan dana, akhirnya pada tahun 1885 Patung Liberty dibawa dari Prancis menuju Amerika. Patung ini memiliki berat puluhan ribu ton hingga butuh waktu yang cukup lama untuk mengangkutnya. Di Amerika sendiri, penyambutan patung ini dilakukan dengan besar-besaran. Banyak warga New York yang rela membantu dalam proyek ini agar bisa segera melihat patung yang sangat megah tersebut.

Penyusunan Patung Liberty berjalan cukup lama. Dari mulai sampai hingga selesai disusun butuh waktu sekitar 6 bulan. Akhirnya pada 25 Oktober 1886 patung ini mampu berdiri dengan tegak. Bahkan, sehari setelahnya dideklarasikan sebagai hari libur nasional. Banyak orang dari berbagai penjuru Amerika menyaksikan Lady Liberty yang berdiri kokoh sebagai simbol kebebasan di Amerika.

Patung Liberty di Era Modern

Di era modern seperti sekarang, Patung Liberty sudah secara resmi menjadi tempat wisata andalan di Amerika, khususnya New York. Setiap tahun ada jutaan orang datang dari berbagai belahan dunia untuk menikmati kemegahan patung wanita yang merupakan simbol kebebasan di Amerika ini. Patung ini adalah bukti jika di masa lalu ada pria yang memiliki ambisi untuk mengabadikan sebuah kebebasan di tanah yang telah lama dijajah oleh bangsa Eropa.

Saat ini Patung Liberty banyak digunakan untuk aktivitas perayaan. Setiap tanggal 4 Juli (hari kemerdekaan Amerika), area ini akan penuh sesak dengan banyak orang yang ingin menyaksikan meriahnya kembang api. Saat tahun baru pun Patung Liberty juga menjadi latar perayaan yang sangat megah.

Sejarah Taj Mahal di Agra, India

Taj Mahal yang berada di Kota Agra, India memiliki sejarah yang unik. Mengapa? Sebab, asal-usul berdirinya Taj Mahal yang dilandasi oleh kesedihan atau kelukaan hati seorang Raja yang ditinggal mati permaisurinya. Raja tersebut sangat mencintai permaisurinya dan Taj Mahal hadir sebagai bukti atas kebesaran cintanya. Dari gambar atau foto bangunannya, kita bisa melihat Taj Mahal dibuat sedemikian megah dan indah. Mungkin sebagai perlambang dari kemegahan dan keindahan cinta itu sendiri.

Apa itu Taj Mahal?

Taj Mahal adalah salah satu keajaiban dunia yang berasal dari benua Asia, tepatnya berdiri di Kota Agra, India. Taj Mahal merupakan sebuah bangunan makam yang indah untuk seorang permaisuri Raja Shah Jahan, yaitu Mumtaz Mahal. Taj Mahal sendiri berasal dari bahasa Urdu. “Taj” berarti “mahkota” atau “permata”, sedangkan “Mahal” sendiri bisa berarti mahkota atau permata kerajaan.

Shah Jahan, Mumtaz, dan Taj Mahal

Siapakah Shah Jahan? Shah Jahan adalah pemrakarsa atau pendiri dari Taj Mahal. Shah Jahan merupakan gelar yang diberikan Maharaja Jahangir pada putra kelimanya, Pangeran Khurram. Shah Jahan sendiri memiliki arti raja dunia. Ini dibuktikan dengan prestasi Pangeran Khurram yang membawa Kerajaan Mohgul ke puncak kejayaannya.

Shah Jahan sangat mencintai istrinya. Oleh karena itu, begitu Mumtaz Mahal wafat pada 17 Juni 1631, Shah Jahan begitu sedih dan terluka. Apalagi Mumtaz Mahal sedang mengandung dan baru saja mendampingi Shah Jahan menumpas pemberontakan di Burhanpur. Untuk mengenang istrinya, Shah Jahan membangun bangunan terindah di dunia saat itu.

Proses Pembangunan Taj Mahal

Pembangunan Taj Mahal dilakukan sejak tahun 1631-1648 melibatkan 20.000 pekerja. Tidak hanya itu, pembangunannya juga melibatkan para arsitek, seniman kaligrafi, pematung, hingga ahli mosaik. Para ahli di bidangnya ini didatangkan dari Persia, Suriah, dan Eropa. Bahkan Shah Jahan juga mengerahkan armada 1.000 ekor gajah untuk membawa bantuan berharga dari berbagai pelosok India dan sejumlah negara Asia lainnya. Ribuan pekerja ini ditempatkan di pemukiman sebuah kota kecil bernama Taj Ganj. Namun, mereka lebih suka menyebutnya sebagai “Mumtazabad” atau “Kota Mumtaz”.

Siapakah perancang Taj Mahal? Arsitek India keturunan Persia bernama Ahmad Lahorilah yang sering disebut-sebut ahli sejarah sebagai perancang Taj Mahal. Namun, beberapa catatan sejarah menyebut Geronimo Verroneo, sebagai perancangnya. Taj Mahal selesai dibangun pada tahun 1648, dan menjadikannya bangunan terindah di dunia. Dinding pualamnya memantulkan warna-warni cahaya berbeda setiap waktunya.

Taj Mahal terdiri dari empat menara masjid yang mencapai tinggi 41,2 m dan kubah utama setinggi 60 m dari landasan utama. Kubah ini berdiameter 17,7 m. Bangunan utama Taj Mahal terbuat dari batu pualam putih yang didatangkan dari Makrana. Menara utamanya dihiasi batu pasir merah dari Punjab. Tak hanya itu, sejumlah batuan berharga juga didatangkan dari berbagai daerah. Batu giok dan Kristal didatangkan dari China, batuan turquoise dari Tibet, lapis lazuli dari Afganistan, safir dari Sri Lanka, batuan cornelian dari Arab, dan intan dari Panna, India.

Masjid Taj Mahal dibangun tahun 1632-1652. Sebuah mega proyek pada zamannya dengan mempekerjakan ribuan pekerja bangunan dan pekerja seni menangani pembuatan kaligrafi ayat ayat suci Al-Qur’an, Asma Allah hingga ukiran ornamen ornamen islami yang menghias hampir keseluruhan bangunan masjid ini. Masjid Taj mahal dirancang oleh Isa Muhammed yang memegang peranan penting dalam keseluruhan rancang bangun masjid ini.

Sejarah Bangunan Masjid Taj Mahal India

Pembanangunan masjid ini hampir bersamaan dengan pembangunan Maosoleum Taj Mahal. Ratu Mumtaz Mahal wafat pada tahun 1631, jenazahnya sempat sementara waktu dimakamkan di areal sekitar sisi barat tembok Taj Mahal yang kini ditandai dengan batu pualam yang sedikit ditinggikan seukuran makam, dan di tahun 1631 itu pula kompleks Taj Mahal ini mulai dibangun, baru kemudian setelah keseluruhan bangunan Taj Mahal selesai di tahun 1648 jenazahnya dipindahkan ke dalam Taj Mahal.

Sejarah Bangunan Masjid Taj Mahal India

Pada tahun 1983 Masjid Taj Mahal masuk dalam situs warisan sejarah dunia Unesco, terkenal dengan sebutan sebagai Permata seni islam di India, dan salah satu mahakarya universal warisan dunia. Sepanjang tahun tempat ini dibanjiri oleh turis manca Negara maupun turis lokal India. menjadikannya sebagai salah satu pundi pundi penghasilan devisa Negara dari sektor pariwisata India.

Taj Mahal, Karya Besar di Balik Kisah Cinta dan Penindasan

Taj Mahal dibangun oleh kekaisaran Mogul di bawah pemerintahan Shah Jahan sebagai makam untuk mengenang istri tercintanya, Ratu Mumtaz Mahal, yang meninggal dunia ketika melahirkan. Berikut ini beberapa fakta dan cerita di balik Taj Mahal :

  • Bangunan yang berhiaskan permata ini diselesaikan pada sekitar 1647 dan kota lokasinya di Agra. Inilah monumen yang kemudian dianggap menjadi contoh arsitektur Mogul yang paling mengesankan.
  • Musoleum ini juga telah bertahan dalam penyerbuan kelompok Jat serta penjajah kolonial Inggris, yang saat pemberontakan India 1857 membongkarnya. Kemudian Taj Mahal direstorasi dan dipasang perancah agar terlindungi dari serangan bom di dalam PD II.
  • Meski banyak teori baru-baru ini mengklaim bahwa Taj dirancang bukan sebagai simbol perasaan cinta mendalam, melainkan sebagai peta atas interpretasi Hari Penghakiman versi Sufi, aliran mistik dalam agama Islam.
  • Bangunan Taj Mahal juga tidak terlepas dari perseteruan keluarga, karena tak lama setelah pembangunan selesai, Shah Jahan digulingkan dan dipenjarakan putranya sendiri.Tetapi akhirnya putra tersebut menuntaskan baktinya sebagai anak dengan menguburkan sang ayah di samping Mumtaz.
  • Keindahan Taj Mahal memerlukan 22 tahun untuk rampung. Dalam waktu itu, pembangunannya dikerjakan oleh tak kurang dari 20.000 orang serta 1.000 gajah.
  • Kubah megah setinggi hampir 200 kaki sejatinya adalah sebuah kubah dalam kubah. Bulatan rangka luar lebih besar daripada yang di bagian dalam. Oleh sebab itu, jika eksterior kubah tampak dari dalam, simetrinya akan terlihat tidak sempurna. Lalu ujung pucuk Taj didesain berbentuk seperti bunga teratai.
  • Sarkofagus berornamen yang dipajang bagi para pengunjung Taj Mahal, sebenarnya kosong. Dan makam yang asli ditempatkan di lantai bawah, tersembunyi.
  • Taj dapat dikunjungi selepas gelap, yakni pada malam bulan purnama serta dua hari sebelum dan sesudahnya. Sedangkan pada tiap hari Jumat dan selama Ramadan, musoleum ditutup.
  • Ada seorang penyair India, Rabindranath Tagore, yang melukiskan Taj Mahal sebagai “setetes air mata pada muka sangkala”.
  • Namun, Taj kini menghadapi ancaman paling berbahaya: degradasi lingkungan. Taj Mahal berdiri di pinggir sungai Yamuna yang perlahan mengering. Menyusutnya permukaan air dari Sungai Yamuna mempercepat laju pembusukan kayu yang menyangga strukturnya, sehingga dikhawatirkan bisa sewaktu-waktu ambruk.

Sampai saat ini Masjid Taj Mahal ini selain digunakan untuk tempat peribadahan juga sebagai obyek wisata yang masih nyata keindahan dan kemegahannya.

Asal Usul Taj Mahal dan Kisah Misterinya yang Romantis 

Taj Mahal adalah sebuah bangunan moseleum di Agra, India yang sudah dikenal dan diakui sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia. Bangunan yang berwujud menyerupai masjid ini dianggap bangunan terindah yang pernah dibuat pada masa kekaisaran India. Selain itu, sejarah dibalik pembuatan bangunan ini ternyata juga sangat menarik untuk diketahui. Ingin tahu seperti apa kisah asal usul Taj Mahal tersebut?

Asal Usul Taj Mahal 

Berdasarkan sejarah dan asal usulnya, Taj Mahal diketahui mulai dibuat pada masa kepemimpinan Kaisar Shah Jahan dari Kerajaan Mughal. Bangunan yang dibangun dengan memakan waktu 22 tahun, -yaitu sejak tahun 1631 hingga tahun 1653- ini merupakan bangunan yang dipersembahkan Kaisar Shah Jahan kepada istri ketiganya -Mumtaz Mahal- yang meninggal dunia saat melahirkan anak ke-14 mereka.

Seperti diketahui bahwa kaisar Shah Jahan adalah kaisar kerajaan Mughal yang punya kekayaan berlimpah. Kecintaannya pada sang istri membuat ia sengaja menggelontorkan dana besar untuk membangun bangunan bersejarah yang memiliki banyak keunikan ini dan memulai sejarah asal usul Taj Mahal di masa depan.

Kaisar Mughal Shah Jahan sendiri merupakan keturunan generari ke 4 Kekaisaran Mughal. Ia adalah putra dari Jahangir dan cucu dari Raja Akbar yang agung. Shah Jahan dilahirkan pada tahun 1592 dengan nama Yudis Al Yusuf, setelah besar ia kemudian diangkat menjadi pangeran dengan gelar Pangeran Khurram.

Shah Jahan adalah seorang pemimpin besar yang sangat sukses dalam membangun kekaisarannya. Awal pertemuannya dengan Mumtaz Mahal bahkan dimulai ketika beliau tengah menginspeksi wilayah kekuasaannya. Tepatnya saat menyusuri Meena Bazaar, beliau bertemu dengan sosok gadis cantik yang tengah menjajakan manik-manik kaca dan kain sutra. Gadis yang bernama Mumtaz ul Zamani ini membuat Shah Jahan jatuh cinta pada pandangan yang pertama.

Pada saat itu, Raja Shah Jahan sebetulnya telah mempunyai 2 orang istri. Namun, karena paras Mumtaz yang begitu mempesona, ditambah dengan tutur kata dan tingkah lakunya yang indah, membuat sang raja tak pernah berpikir 2 kali untuk mempersunting gadis yang sebetulnya cucu dari bangsawan Persia bernama Arjumand Banu Begum ini. Mereka menikah di tahun 1612.

Di tahun 1628, Pangeran Shah Jahan kemudian naik menggantikan ayahnya. Istrinya, Mumtaz ul Zamani pun dianugerahi julukan “Mumtaz Mahal” yang berarti “Jewel of the Palace” atau “Permata di Istana”. Julukan ini diberikan Raja Mumtaz sebagai wujud kecintaannya pada sang permaisuri. Permaisuri Mumtaz Mahal memang adalah wanita yang sangat dicintai Raja Shah Jahan. Kemanapun Sang Raja pergi, Mumtaz akan selalu diminta untuk menemaninya.

Kecintaan Raja Shah Jahan yang begitu besar pada istri ketiganya itu kemudian harus menemui badai pelik. Saat melahirkan anak ke 14 mereka, tepatnya pada tahun 1631 Mumtaz Mahal meninggal dunia. Di sinilah tepat sejarah asal usul Taj Mahal dimulai. Kepergian Mumtaz menjadi pukulan berat bagi Raja Shah Jahan. Dalam kepiluannya itu, Shah Jahan pun berjanji untu tidak akan menikah lagi. Ia pun bersumpah akan membangun sebuah makam yang sangat megah untuk istri kesayangannya itu.

Untuk mewujudkan sumpahnya yang kedua, Shah Jahan meminta Ustadz Ahmad selaku Menteri di Kekaisaran Mughal untuk merancang Taj Mahal. Sang Ustadz yang menerima titah, langsung bergerak cepat. Ia mengumpulkan 20.000 pekerja yang terdiri dari pengukir, tukang bangunan, tukang batu, dan tukang emas. Untuk arsiteknya sendiri Ustadz ahmad meminta Isa Muhammed untuk merancang bangunan ini dan mengambil bagian penting dalam sejarah asal usul Taj Mahal.

Awalnya Raja Janan menginginkan Taj Mahal dibuat dengan warna hitam. Warna hitam dipilih untuk mengenang kepedihan dan kesedihan yang dialami oleh Raja Janan setelah ditinggalkan istrinya. Namun keinginan raja Janan ini berhasil dicegah oleh putranya karena jika Taj Mahal dibuat dengan warna hitam, waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan bahan pembuatannya akan semakin lama.

Mulai dari tahun 1630 hingga tahun 1653, pembangunan taj Mahal terus dikebut. Sebanyak 44 jenis batu permata, seperti jed, kristal, berlian, topaz, dan nilam digunakan sebagai interior untuk memperindah Taj Mahal. Bangunan ini dibuat dengan pola simetris, di mana makam Ratu Mumtaz Mahal tepat berada di tengahnya.

Tahun 1653, masjid Taj Mahal selesai dibuat. Masjid ini berdiri megah dan kekuatannya begitu dahsyat. Sudah beberapa generasi terlewati, waktu yang datang silih berganti, terbukti tak berpengaruh pada kekokohan bangunan ini. Hingga akhirnya pada tahun 1983, Taj Mahal kemudian diresmikan menjadi salah satu warisan budaya dunia oleh UNESCO dan dimasukan ke dalam salah satu dari 7 keajaiban dunia sampai saat ini.

Great Sphinx of Giza, Mesir :

Sphinx adalah bangunan terkenal yang terletak di Mesir berbentuk singa yang berkepala manusia. Asal-usulnya masih menjadi cerita misterius sampai saat ini. Tapi yang dipercayai bahwa bangunan tersebut dibangun oleh Firaun.

Terracota Army, China :

Terracota army atau pasukan terakota adalah kumpulan koleksi dari lebih dari 8000 patung berbentuk tokoh prajurit dan kudan dengan ukuran asli yang terletak di dekat makam Kaisar Qin Shi Huang. Kaisar Qin adalah dinasti pertama yang terkenal dengan kekejamannya.

Pasukan Terakota atau prajurit Terakota adalah kumpulan koleksi dari 8.099 patung berbentuk tokoh prajurit dan kuda dengan ukuran asli yang dibuat 210-209 SM. Terletak di dekat makam dari Kaisar pertama dinasti Qin, Qin Shi Huang.

Setiap pasukan enggak punya wajah yang sama. Ada sejarah mengatakan, pasukan tersebut digambar sesuai dengan aslinya dan dulu digunakan untuk menakut-nakuti musuh.

The Easter Island Statues, Chili :

The Easter Island atau Pulau Paskah terletak di Samudera Pasifik bagian selatan. Di Pulau Paskah terdapat patung-patung berbentuk kepala yang disebut moai.

Sebenarnya enggak semua berbentuk kepala, ada juga yang mempunyai bahu dan badan. Moai diyakini sebagai penanda makam para arwah leluhur, namun enggak pernah terungkapkan bagaimana cerita Moai bisa sampai di Pulau Paskah.

Stonehenge, Inggris :

Deretan batu-batu raksasa ini sudah lama menimbulkan banyak spekulasi. Stonehenge sempat diduga menjadi pusat ritual keagamaan, simbol perdamaian, sampai katanya peninggalan alien.

Sayangnya memang belum ada teori pasti yang menjelaskan asal-usul Stonehenge. Stonehenge sendiri sudah berusia ratusan tahun.

Petra, Yordania Selatan :

Bangunan Petra yang dijuluki sebagai The Lost City dulunya menjadi pusar perdagangan sekaligus ibukota dari Kerajaan Nabatean. Namun setelah Roma menyerang, keruntuhan Petra dimulai.

Terlebih lagi gempa bumi yang melanda menyebabkan kota tersebut hancur. Reruntuhan kota yang terkubur di bawah tanah akhirnya ditemukan oleh seorang wisatawan Eropa yang menyamar dalam pakaian Beduin untuk berbaur pada masyarakat lokal.

Kini bangunan ini menjadi salah satu bangunan paling megah di dunia, hanya saja enggak ada yang tahu mengapa bangunan ini masih kokoh meski telah hancur sebelumnya.

Yonaguni Monument, Jepang :

Lokasinya berada di bawah laut, tapi monument ini dipercaya dulunya berada di daratan. Kemudian terjadi peristiwa banjir besar yang menenggelamkan sebagian daratan di bumi ribuan tahun lalu.

Beberapa teori juga meyakini kalau bangunan ini adalah peninggalan kebudayaan Mu, peradaban utopis dalam legenda yang hancur karena gelombang.

Giant Stone Balls, Costa Rica :

Giant stone balls yang terdapat di Costa Rica terpercaya merupakan harta karun yang tertinggal. Dulunya area tersebut adalah hutan yang kemudian dibersihkan untuk perkebunan pisang di tahun 1930-an.

Bola-bola yang berukuran 2,4 m dan berat 16 ton itu terdapat di tempat tersebut tanpa diketahui siapa pembuatnya.

One World Trade Center, New York :

Gedung One World Trade Center merupakan gedung pencakar langit tertinggi di  Western Hemisphere.

Gedung tinggi yang baru saja dibangun dikota New York, One World Trade Center, merupakan gedung pencakar langit tertinggi yang berada di Western Hemisphere. Pekerjaan Konstruksinya dimulai pada April 2006 silam dan bagian akhir dari gedung ini terpasang lima tahun kemudian pada 2013, menjadikan gedung ini sebagai bangunan pencakar langir nomor 4 tertinggi di dunia.

Rancangan gedung One World Trade Center, dibuat tanpa sengaja, dengan ketinggian gedung mencapai 1,776 kaki (541m) yang uniknya sama dengan tahun kemerdekaan bangsa Amerika.

Dirancang oleh David M. Childs dari perusahaan Skidmore, Owings & Merril, gedung menara kaca setinggi 104 lantai ini memiliki bentuk dasar kubus yang kemudian pada lantai ke-20 berubah menjadi model delapan susunan segitiga yang berhubungan. Dibangun berdekatan dengan lokasi memorial peristiwa 9/11, gedung One World Center ini menjadi mercusuar yang akan selalu menerangi kota New York.

St Paul Cathedral, London :

Arsitek asal Inggris,  Sir Christopher Wren menghabiskan waktu 10 tahun dalam merancang St. Paul.

Bangunan yang menjadi icon di London, St Paul’s Cathedral, ini dirancang oleh arsitek Inggris, Sir Christopher Wren. Berada di bukit Ludgate, bangunan yang berada dilokasi tertinggi di kota London, ini mempunyai kubah terbesar didunia yang tingginya mencapai 112 meter.

Bangunan asli gereja ini pertama kali ditemukan pada 640 M. Kemudian pekerjaan pembangunan gereja Baroque di Inggris ini dimulai pada abad ke-17 oleh Christopher Wren yang menjadi bagian dari program utama pemerintah pasca kebakaran besar yang terjadi di London pada masa itu.

Wren mulai mengerjakan gereja St. Paul pada 1668 dan butuh sepuluh tahun untuk ia menyelesaikan desainnya dimana pekerjaan konstruksinya sendiri memakan waktu 40 tahun.

Katedral St. Paul sudah menjadi bagian dari kehidupan kota London sejak pertama kali berdiri serta ikut mewarnai suasana kota, sebagai pusat wisata bagi turis dan peziarah agama, dan saat ini sudah menjadi focal point bagi kelompok anti-kapitalis.

Petronas Towers, Kuala Lumpur :

Petronas Towers merupakan icon landmark di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dengan tinggi 170 meter diatas permukaan tanah, Petronas Tower adalah gedung menara kembar yang berada di Kuala Lumpur, Malaysia. Gedung pencakar langit yang pernah menjadi gedung tertinggi didunia periode 1998-2004, ini merupakan icon landmark ibukota negara Malaysia.

Gedung yang menganut gaya postmodern khusus ini dirancang oleh arsitek Cesar Pelli dan Achmad Murdijat, insinyur Deejay Cerico dan desainer Dominic Saibo yang berada dibawah bendera perusahaan konsultan JC Guinto.

Gedung Putih, Washington :

White House atau biasa kita sebut Gedung Putih ini dirancang oleh arsitek Irlandia bernama James Hoban, dan butuh delapan tahun untuk menyelesaikan pembangunannya.

Arsitek Irlandia bernama James Hoban merupakan orang yang berada dibalik pembangunan Gedung putih. Pada 1792, Hoban mengusulkan sebuah rencana pembangunan sebuah mansion kepresidenan yang kemudian mendapat persetujuan untuk membangun Gedung Putih. Pembangunannya dimulai pada 1793 dan selesai pada 1801. Gedung yang merupakan rumah bagi seluruh Presiden Amerika sejak presiden kedua, John Adams, ini dibuat dari batu pasir Aquia yang dicat putih.

Menara Miring di Pisa :

Selama pekerjaan restorasi yang berlangsung pada 2001, menara ini ternyata bertambah miring 4 derajat dan diperkirakan akan roboh dalam 75 sampai 100 tahun kedepan.

Menara miring Pisa merupakan salah satu bangunan arsitektur paling menakjubkan di Eropa. Uniknya, menara ini terkenal karena “kekurangannya”. Menara ini mulai miring saat ia dibangun, setelah tanah lembek disalah satu sisinya tidak mampu menahan bobot bangunan.

Menara ini mulai dikerjakan pada 1173 dan baru selesai 300 tahun kemudian. Ada banyak kontroversi terkait siapa arsitek sebenarnya yang merancang menara Pisa. Banyak yang berpendapat kalau desainnya sendiri mirip dengan gaya seniman Bonnano Pisano namun studi selanjutnya melihatnya lebih mengarah pada karya arsitek Diotisalvi.

The Shard, London :

The Shard adalah gedung pencakar langit, setinggi 87 lantai, yang berada di jantung kota London.

Sering juga disebut the shard of glass (pecahan kaca), The Shard adalah gedung pencakar langit, setinggi 87 lantai, yang berada di jantung kota London. Pembangunannya dimulai pada 2009 dan selesai tiga tahun kemudian ditahun 2012, menjadikannya sebagai gedung tertinggi di Eropa Barat.

Dirancang oleh arsitek, Renzo Piano, The Shard menjadi struktur gedung tertinggi kedua di Inggris. Eksteriornya dibuat dari susunan 11,000 panel kaca, yang luasnya sama dengan delapan lapangan sepakbola atau dua pertiga luas lapangan Trafalgar.

Bangunan ini sengaja dibangun untuk berbagai keperluan, seperti yang tertulis di website-nya yaitu ‘sebuah kota vertikal tempat dimana kita bisa kita tinggal, bekerja, dan bersantai’. Pernyataan tersebut memang terbukti, dimana seekor rubah bernama Fox, sempat ditemukan tinggal di lantai 72 pada akhir pembangunan gedung ini.

St Basil’s Cathedral, Moscow :

Gereja Katedral St. Basil bergaya istana Disney ini, berada di Red Square, Moskow dan dirancang oleh arsitek Postnik Yakolev

Ternyata ada juga bangunan bersejarah didunia ini yang gaya arsitekturnya mirip dengan istana Disney yang biasa muncul di film-film. Katedral unik dengan garis-garis warna permen dikubahnya, ini ternyata menjadi tempat wisata yang paling banyak dikunjungi di Moskow. Landmark kota Moskow ini bagaikan semburan nyala api yang memancar kelangit, dimana posisinya tepat diluar gerbang istana Kremlin dan berfungsi sebagai pusat geometris kota.

Didirikan antara 1554 dan 1560, Katedral ini dibangun pada masa pemerintahan Ivan IV (Ivan yang Kejam). Sedikit yang bisa diketahui dari arsitek bangunan ini,  Postnik Yakovlev, yang jelas ia menyukai bentuk kubah, permukaan yang runcing dan juga menara polygonal.

Empire State Building, NYC :

Konstruksi gedung Empire State Building yang terkenal ini, ternyata selesai dalam waktu 1 tahun 45 hari.

Tidak lengkap rasanya kalau kita tidak memasukkan bangunan pencakar langit bergaya Art-Deco kedalam daftar 22 gedung terkenal. Yap, bangunan yang pernah mendapat predikat Gedung tertinggi didunia ini dibangun bertepatan dengan perayaan St. Patrick Day pada 1930 dan selesai hanya dalam waktu 410 hari saja.

Empire State Building dirancang oleh William F. Lamb dari perusahaan arsitektur Shreve, Lamb and Harmon. Oleh American Society of Civil Engineers, gedung ini diberi gelar sebagai salah satu dari tujuh keajaiban Dunia modern dan dikenal dunia sebagai icon kota New York.

Lloyds Building, London :

Gedung peraih penghargaan, Lloyds buliding, ini dirancang oleh arsitek berdarah Italia, Richard Rogers.

Gedung bergaya futuristik ini lebih mirip bangunan di film-film fiksi ilmiah dibanding bengunan yang ada di Lime Street, London. Gedung peraih penghargaan, Lloyds building (juga dikenal dengan nama “Gedung Luar-Dalam) ini merupakan icon landmark arsitektur dan juga salah satu konstruksi paling dikenal dilangit kota London.

Arsitek Richard Rogers, adalah orang dibalik pembangunan dengan desain yang inovatif karena menyediakan pipa air dan tangga diluar gedung. Dibangun pada 1978 higga 1986, gedung ini memiliki 12 lift eksterior, yang menjadi model gedung pertama di Inggris.

Colosseum, Roma :

Colosseum adalah amphitheater peninggalan romawi terbesar yang pernah dibuat.

Amphitheater berbentuk elips yang berada di pusat kota Roma ini merupakan salah satu pencapaian terbesar bangsa Romawi kuno dibidang Arsitektur. Stadion ini mampu menampung 50,000 penonton dimana dulunya digunakan sebagai Arena Gladiator.

Dibangun dengan material batu dan beton, konstruksinya dimulai sekitar tahun 72M dan selesai pada 80M. Siapa sangka desain dan bentuk Colosseum ini telah menginspirasi model stadion modern saat ini. Colosseum sekarang ini telah menjadi objek wisata paling terkenal di Roma yang mampu menarik ribuan pengunjung setiap tahunnya.

Chrysler Building, NYC :

Chrysler building pernah mendapat gelar sebagai Gedung tertinggi didunia pada 1930, atau satu tahun sebelum Empire State Building didirikan.

Pada awal abad ke-20, masyarakat saling berlomba dalam membangun gedung tertinggi didunia. Pada saat itu, gedung pencakar langit bergaya art-deco ini hampir saja dikalahkan oleh gedung Bank of Manhattan, beruntung konstruksi puncak menaranya (yang dibangun secara rahasia) mampu menjadikan Chrysler Building menjadi gedung tertinggi didunia pada 1930.

Sayangnya, gelar itu tidak bertahan lama, karena tepat satu tahun kemudian Empire State Building, dibangun. Dirancang oleh arsitek bernama William Van Alen, gedung tinggi ini digunakan oleh pabrikan mobil milik Walter P. Chrysler, yang kemudian dijadikan sebagai nama gedung tersebut.

Sydney Opera House :

Sydney Opera House menjadi icon arsitektural paling terkenal di Australia.

Sydney Opera House adalah salah satu karya arsitektur termegah diabad-20. Desainnya yang inovatif, hasil rancangan seorang arsitek bernama Jørn Utzon. Saat itu sang arsitek belum begitu terkenal, hingga pada 29 Januari 1957, saat karyanya menjadi pemenang dalam kompetisi merancang bangunan National Opera House di Bennelong Point, Sydney.

Bangunan indah ini terdiri dari tiga ‘struktur kerang’ yang saling terhubung dan berfungsi sebagai aula dan restoran. Sebagai sebuah mahakarya arsitektur modern, Opera House ini tak hanya menjadi icon kota Sydney tapi juga simbol negara Australia.

Space Needle, Seattle :

Meski sudah 40 tahun berdiri, Space Needle masih tetap menjadi tujuan wisata favorit di Seattle.

Space Needle yang bergaya futuristik ini berada di Seattle, Washington, dan didirikan untuk meramaikan ajang World’s Fair tahun 1962. Bangunan terkenal ini memiliki tinggi 184m dan lebar 42m. Desainnya sendiri merupakan hasil kolaborasi dari arsitek Edward E. Carlson dan John Graham. Tak hanya desainnya yang bertema ‘Marvel’ tapi juga kemampuan gedung ini menahan terpaan angin berkecepatan 200 meter/jam serta strukturnya yang bisa menahan gempa berkekuatan hingga 9,1 magnitude.

Hagia Sophia, Istanbul :

Saat ini berfungsi sebagai Museum, Hagia Sophia belokasi di Istanbul, Turki

Awalnya berfungsi sebagai gereja, kemudian beralih fungsi menjadi mesjid, dan saat ini berfungsi sebagai museum. Hagia Sophia merupakan sebuah mahakarya arsitektur bergaya Byzantine terbaik yang berada di Istanbul, Turki.

Bangunan ini pertama kali dibangun oleh Kaisar Konstantin Agung (306-337). Faktanya, bangunan ini sudah mengalami beberapa kali pembangunan yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti gempa bumi dan kebakaran yang disebabkan peristiwa kerusuhan. Meski begitu, Hagia Sophia terkenal sebagai salah satu bangunan termegah didunia, dan sempat muncul di awal film James Bond, Skyfall.

Istana Buckingham, London :

Istana Buckingham merupakan salah satu objek wisata paling terkenal di London.

Awalnya dikenal dengan nama Buckingham House, George III membeli istana Buckingham pada 1735 saat istana yang awalnya berupa mansion ini dirasa lebih kecil dibanding sebuah Red Brick House. Sejak saat itu, beberapa arsitek bergantian mengerjakan bangunan tersebut hingga menjadi seperti sekarang, termasuk John Nash, Edmund Blore dan Sir Aston Webb.

Istana ini juga sempat mengalami renovasi besar-besaran setelah dibom sebanyak sembilan kali selama perang Dunia II. Istana Buckingham masih beroperasi hingga sekarang dan menjadi salah satu dari sedikit bangunan  istana yang masih aktif hingga saat ini.

Fallingwater :

Frank Lloyd Wright merancang bangunan unik ini untuk keluarga Kauffman pada 1934.

Dirancang oleh arsitek terkenal asal Amerika bernama Frank Llloyd Wright pada 1934, Fallingwater mungkin menjadi hunian paling terkenal didunia. Alasannya karena desainnya yang unik, dimana seolah-olah sebuah rumah muncul dari balik air terjun setinggi 30 kaki (9m) tanpa ada tanah yang menahannya.

Memang saat ini, bangunan seperti itu sudah banyak kita temukan, tapi tidak saat rumah dengan desain inovatif tersebut berhasil menarik perhatian dunia kala selesai dibangun pada 1939 dan menjadi landmark bersejarah hingga saat ini. Saking kerennya, Fallingwater juga dibuatkan versi mainan Lego karena dianggap sebagai sebuah mahakarya arsitektur.

Pantheon, Roma :

Diperkirakan dibangun 2000 tahun yang lalu, Pantheon telah menginspirasi banyak arsitek diseluruh dunia.

Kota Roma dikenal sebagai rumah bagi bangunan-bangunan menakjubkan, termasuk salah satunya Pantheon. Sama seperti kota lain pada umumnya, Pantheon tidak dibangun dalam sehari. Setelah mengalami dua kali penghancuran dan beberapa kali renovasi, bangunan yang awalnya berbentuk segiempat ini, sekarang telah berevolusi menjadi bentuk kubah raksasa.

Selama 2000 tahun telah menginspirasi banyak arsitek diseluruh dunia, atap Pantheon terkenal sebagai atap kubah beton terbesar didunia. Saat ini, sejarah Pantheon masih menjadi bahan perdebatan para sejarawan, terutama perihal siapa raja dan arsitek yang mendesainnya. Meski telah diketahui kalau “Kuil para Dewa” ini dibangun sekitar tahun 126 Masehi.

Museum Guggenheim, Bilbao :

Arsitek Frank Gehry mengembangkan konsep unik museum ini setelah memenangkan sebuah kompetisi arsitektural dalam mendesain museum.

Museum Guggenheim, Bilbao adalah salah satu karya arsitektur kontemporer paling terkenal didunia. Arsitek keturunan Kanada-Amerika, yang besar di California, Frank Gehry membuat konsep unik ini setelah memenangkan kompetisi arsitektural mendesain museum ini.

Sejak dibuka pada 1997, Museum ini sudah menjadi salah satu bangunan penting di abad 20. Setelah sukses selama lebih dari satu dekade, museum Guggenheim saat ini menjadi tempat berlangsungnya ratusan pameran dan sudah didatangi lebih dari 10 juta pengunjung.

Flatiron building, New York :

Arsitek Chicago, Daniel Burnham, secara khusus merancang Gedung Flatiron, sehingga mudah ditemukan dilangit kota New York.

Gedung Flatiron yang menawan di kota Manhattan ini dirancang oleh arsitek Chicago bernama Daniel Burnham dan dibangun pada 1902. Bentuk gedung ini yang sengaja dibuat segitiga, dimaksudkan agar bisa pas menutupi lahan yang berada tepat dipersimpangan jalan Fifth Avenue dan Broadway.

Bengunan pencakar langit di kota New York ini memang bukan yang tertinggi akan tetapi ia menjadi salah satu bangunan memorabilia  serta sumber inspirasi bagi para seniman dan arsitek hingga saat ini.

Villa Savoye, France :

Villa Savoye awalnya dibangun sebagai simbol kemunduran bagi keluarga Savoye pada 1928.

Dirancang oleh arsitek Swiss bernama Le Corbusier bersama sepupunya, Pierre Jeanneret, Villa Savoye merupakan model awal dari arsitektu Internasional – Sebuah gaya arsitektur yang muncul ditahun 1920an dan 1930an.

Bangunan ini dibangun pada 1928 dan setelah beberapa kali lolos dari rencana pembongkaran, akhirnya pada 1965, Villa ini secara resmi ditetapkan sebagai monumen bersejarah negara Perancis.

Burj Khalifa, Dubai :

Anda pasti takkan berani melihat kebawah, karena gedung tertinggi didunia yang berada di Dubai ini memiliki tinggi 800 meter lebih.

Bangunan terakhir dalam daftar kita kali ini, merupakan gedung tertinggi didunia bernama Burj Khalifa. Gedung pencakar langit termegah yang berada di pusat kota Dubai ini memiliki tinggi 828,9 meter. Pembangunan gedung 160 lantai ini dimulai pada 2004 dan resmi dibuka enam tahun kemudian pada 2010. Proyek gedung tertinggi didunia ini ditangani oleh perusahaan arsitektur dan sipil Amerika yang berkantor di Chicago, bernama Skidmore, Owings and Merril LLP.

Baca juga Nama Nama Kerajaan Di Indonesia Dan Sejarahnya

Itulah postingan yang kami bagikan mengenai Kumpulan Bangunan Bersejarah Di Dunia, yang mempunyai arti dan sejarah masing-masing. Semoga bermanfaat.

Kumpulan Bangunan Bersejarah Di Dunia | admin | 4.5