Tujuan Wukuf Di Padang Arafah Jamaah Calon Haji

Tujuan Wukuf Di Padang Arafah Jamaah Calon Haji –  Hari itu jutaan jamaah haji berkumpul di Arafah untuk melaksanakan salah satu rukun haji yaitu wukuf di arafah. Bersamaan dengan itu. seluruh umat Islam di dunia disunnahkan untuk melakukan puasa arafah yang jatuh pada tanggal 9 dzulhijjah. Tujuan Wukuf Di Padang Arafah Jamaah Calon Haji

Hari ini tanggal 9 Dzulhijah seluruh jamaah haji sudah menuju ke padang Arafah untuk melakukan Wukuf. Hampir berjuta-juta manusia dari penjuru dunia yang berkumpul untuk menunaikan ibadah tersebut, akan berdiam di padang luas dan cuaca terik untuk menjalankan salah satu rukun haji penting itu.

Arafah adalah padang pasir yang menyimpan sejarah manusia. Dahulu, Nabi Ibrahim mengharapkan kelahiran anak. Sebab, bapak para Nabi itu belum mendapatkan anak meski sudah puluhan tahun menikah. Bahkan, dia mengatakan, seandainya dikaruniai anak, Ibrahim siap menjadikan anak itu sebagai kurban untuk Allah.

Baca juga Alam Semesta Dan Fitrahnya Dalam Tunduk Dan Patuh Kepada Allah

Allah memerhatikan perkataan itu. Pernikahan Ibrahim dengan Sarah menghasilkan seorang anak, Ismail. Ibrahim kemudian bermimpi menyembelih anaknya. Dia bangun, kemudian merenungkan mimpi itu pada 8 Dzulhijah.

Dia bertanya-tanya, apakah mimpi tersebut benar dari Allah atau bukan. Sehari kemudian dia mengetahui (‘arafa) benar mimpi itu dari Allah. Ketika itu, Ibrahim berada di padang Arafah. Dengan berat hati, Ibrahim berniat menyembelih Ismail pada 10 Dzulhijah. Namun, hal itu tak terjadi, karena Allah memerintahkan untuk menyembelih hewan kurban.

Jauh sebelum kehidupan nabi Ibrahim, padang Arafah menjadi petunjuk bagi Nabi Adam dan Hawa. Setelah meninggalkan surga, keduanya hidup berpencar. Malaikat mengarahkan mereka untuk menuju Arafah. Di sana keduanya harus bertaubat, memohon ampunan Allah atas dosa-dosa yang diperbuat.

Adam dan Hawa telah memakan buah Khuldi yang dilarang, sehingga mereka meninggalkan surga. Kemudian hidup di bumi.

Prof M Mutawalli asy-Sya’rawi dalam al-Hajjul Mabrur mengatakan, setelah Adam dan Hawa kembali bersama di Arafah, keduanya tak lagi berpisah hingga akhir hayat.

Keduanya sama-sama memohon ampunan Allah. Dalam Alquran disebutkan, “Keduanya berkata, Ya Tuhan, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS al-A’raf: 23).

Kemudian dikatakan, Adam dan Hawa telah mengetahui (‘arafa) dosanya. Mereka juga mengetahui caranya bertaubat.

Kisah Ibrahim dan Adam sama-sama menyiratkan makna, Arafah adalah tempat untuk mendekatkan diri kepada Allah. Manusia tak hanya memikirkan dirinya sendiri, atau orang lain. Mereka juga harus merenungkan dosa-dosa yang pernah diperbuat. Mereka kemudian memohon ampunan Allah, seperti yang dilakukan Adam, Hawa, dan Ibrahim, di Arafah.

Kini Arafah menjadi tempat umat Islam berdiam diri atau berwukuf. Di sana, jamaah haji berzikir dan bertaubat kepada Allah.

Pakar ilmu Alquran, Prof Quraish Shihab dalam Haji dan Umrah menuliskan, wukuf adalah keberadaan di Arafah. Waktunya mulai matahari tergelincir atau waktu Zhuhur, sampai terbenam. Mazhab Hambali berpendapat waktunya mulai dari terbit fajar 9 Dzulhijah.

Sedangkan Mazhab Maliki berpendapat, keberadaan di Arafah harus mencakup sebagian dari waktu siang dan sebagian dari waktu malam. Imam Syafi’i berpendapat, wukuf dinilai sah apabila jamaah haji sudah mencapai Arafah, walau pun hanya sesaat.

Tidak ada ketentuan harus berwukuf di bagian mana. Selama jamaah haji berada di area Padang Arafah selama musim haji, maka mereka sudah dikategorikan berwukuf. Ini adalah kesepakatan seluruh ulama.

Jamaah haji dianjurkan dalam keadaan bersuci ketika melakukan wukuf. Mereka juga diharapkan menghadap kiblat untuk berzikir. Tak lupa pula untuk memperbanyak doa, baik bagi diri sendiri, maupun kelompok. Boleh dengan bahasa Arab, ataupun bahasa ibu.

Tujuan Wukuf Di Padang Arafah Jamaah Calon Haji

Bahkan yang sakit pun akan ditandu atau memakai kendaraan lain demi mencapai Arafah, atau ia harus di safari-wukufkan sebab bila wukuf tak dilakukan pada tanggal tersebut maka hajinya tidak sempurna.

Apabila jamaah calon haji meninggal dunia sebelum melakukan wukuf, ia pun harus dibadal-hajikan atau digantikan oleh orang lain untuk melakukan seluruh rukun hajinya, agar ibadah tersebut menjadi sempurna dan sah.

Waktu melaksanakan wukuf dimulai sejak matahari terbenam pada tanggal 9 dzulhijah hingga matahari terbit pada 10 Dzulhijjah. Saat berdiam di Arafah, jamaah akan melantunkan kalimat talbiyah dengan khusuk, yakni “Labaik Allahuma Labaik, Labaik kala syarikalakalabaik. Innal hamda wani’mata, laka wal mulk laa syarikalak”.

Pada saat itu pun disarankan untuk banyak berdoa, meminta ampun atas segala dosa, juga berzikir. Terlarang untuk membunuh binatang saat sedang berada di padang Arafah saat wukuf.

Wukuf sendiri bermakna atau bertujuan berdiam atau berhenti. Makna dari puncak ibadah haji di padang tandus Arafah adalah penggambaran suasana kelak saat kiamat sudah terjadi dan manusia seluruhnya dikumpulkan di padang Mahsyar oleh Allah SWT.

Di padang Mahsyar itu seluruh manusia akan menunggu catatan perbuatannya dibagikan, untuk kemudian dipertanggung jawabkan masing-masing. Apakah akan baik, dan bisa memasuki surga dengan aman, atau buruk catatan amalnya dan harus menjadi penghuni neraka.

Demikianlah postingan yang kami bagikan pada kali ini, yang ada hubungannya dengan Tujuan Wukuf Di Padang Arafah Jamaah Calon Haji. Semoga bermanfaat dan Insya Allah, semoga kita semuanya menginjakkan kaki kita di temapt suci-Nya Allah Swt. Aamiiin

Tujuan Wukuf Di Padang Arafah Jamaah Calon Haji | admin | 4.5