Renungan Hidup Perjuangan Seorang Pemulung Yang Sukses

Renungan Hidup Perjuangan Seorang Pemulung Yang Sukses – Jangan cepat meremehkan seseorang jika melihat penampilannya semborono. Apalagi kalau dia hanya berprofesi sebagai pemulung. Walau baju yang dikenakan compang camping, dan wajah yang begitu lusuh dan kotor. Apalagi ketika dia menggembol karung atau tas plastik besar yang berisi barang-barang bekas yang dipungutnya dari tempat sampah.

Renungan Hidup Perjuangan Seorang Pemulung Yang Sukses
Renungan Hidup Perjuangan Seorang Pemulung Yang Sukses
Jangan kaget jika anda membaca kisah seorang pemulung yang saya tuturkan di bawah ini. Dia adalah sosok manusia yang dulunya di pandang sebelah mata. Hidupnya sangat termarginalkan, terhina bahkan dijijikkan.
Atas perjuangan untuk bertahan hidup, dia membanting tulang untuk bekerja keras di tengah tumpukan sampah yang kotor, sehingga kini telah menjelma menjadi manusia yang di hormati. Hasil perjuangan hidupnya telah membuahkan hasil. Panas matahari yang dulu selalu menyengat kulitnya telah terganti oleh pendingin ruangan dalam mobil yang menjadi kendaraan pribadi.
Kali ini saya hadirkan kisah sosok inspiratif dari seorang manusia sampah yang telah sukses dalam dalam menjawab tantangan hidup di tengah cepatnya arus informasi dan teknologi modern. Semoga kisah sosok inspiratif ini dapat menjadi motivasi bagi kita semua dalam menjawab berbagai tantangan hidup yang kita hadapi.
Dia bernama Suandi, namun orang-orang sekitar biasa memanggilnya Mas Andi. Dia adalah salah seorang juragam sampah di area TPA (tempat pembuangan akhir) di Banyumulek, Kediri, Lombok Barat.
Lelaki ini tinggal di Banyumelek, yang tidak jauh dari TPA.Dia telah sukses menjadi pengusaha sampah dengan omzet 75 juta per bulan. Luar biasa, dan berbeda sekali ketika dibandingkan penghasilannya pada 10 tahun yang lalu.
Awalnya sih, ketika dia baru pertama kali memasuki dunia kepemulungan, dia hanya mampu mengumpulkan hasil pulungannya untuk makan sehari-hari. Sekian tahun lamanya, Mas Andi hanya mampu mengumpulkan Rp. 2500 untuk makan setiap harinya.
“Panas matahari yang akrab membakar kulit, air hujan pun setia membasahi seluruh tubuh, bauhsampah yang mnyengat di hidung telah kutantang semua. Pahit sungguh pahit hidupku. Aku pun sangat merasakan penderitaan, hingga hampir saja aku putus asa.” Ungkapnya lirih sembari mengenang masa lalunya.
Namun semenjak Mas Andi bersama Raohini (isterinya) pindah ke Banyumulek, mereka benar-benar berjuang mengais rejeki di gunungan sampah yang menurut sebagian orang menjijikan, Akan tetapi,  mereka tetap beranggapan bahwa gunungan sampah di TPA itu adalah sumber uang untuk biaya makan dalam setiap harinya.
Berkat kerja keras, akhirnyal hasil penjualan sampah itu dikumpulkan dan menjadi modal untuk membeli barang-barang bekas pada pemulung-pemulung lain. Hingga waktu itu, nasibnya, atau statusnya berubah menjadi pengepul. Pengepul adalah orang yang membeli barang-barang bekas pada pemulung.
Selang beberapa tahun kemudian, yang mana setelah modalnya lebih bertambah,  Mas Andi naik statusnya lagi menjadi seorang juragam sampah. Dia pun banyak membeli lagi barang-barang bekas pada pengepul-pengepul barang-barang bekas. Dan apa yang terjadi pada kehidupannya setelah 10 tahun, dia sudah mampu membangun rumah, dan juga termasuk mobil mewah yang memperguanakan AC (pendingin).
Semoga kisah sosok inspiratif di atas dapat menjadi bahan renungan untuk kita semua. Jangan pernah menyerah dalam menghadapi tantangan hidup. Usaha kerja keras yang berawal dari penderitaan, insyah Allah jika memang dikerjakan dengan serius dan penuh dengan keikhlasan pasti akan mengalami kesuksesan.
Demikianlah artikel membahas tentang Perjuangan Seorang Pemulung Yang Sukses. Semoga bermanfaat dan dan jangan lupa artikel ini di bagikan ke teman-teman lain. Supaya kita menjadi pribadi yang bersukur kepada Allah Swt. Amin.
Renungan Hidup Perjuangan Seorang Pemulung Yang Sukses | admin | 4.5