Pergaulan Bebas Dan Dampak Negatif Serta Perubahan Hidup Sosial

Pergaulan Bebas Dan Dampak Negatif Serta Perubahan Hidup Sosial – Sebelumya admin telah membagikan postingan artikel yang berkaitan dengan Cara Mengatasi Masalah Pergaulan Bebas Dalam Kalangan Remaja. Untuk lebih jelasnya, langsung saja anda menyimak uraian berikut ini.

Pergaulan Bebas Dan Dampak Negatif Serta Perubahan Hidup Sosial

Pergaulan Bebas Dan Dampak Negatif Serta Perubahan Hidup Sosial

Berkembang pesatnya teknologi sejak awal abad ke-19 membuat perubahan yang signifikan terutama pada perkembangan mental manusia. Salah satunya pada perkembangan remaja. Remaja adalah usia transisi ketika seseorang mulai memasuki masa puber. Masa remaja adalah masa ketika remaja sedang dalam proses mencari identitas, mencoba sesuatu yang baru dalam dirinya. Remaja cenderung bersikap antikritik dan membangkang. Itulah sebabnya mengapa remaja dapat dengan mudah masuk ke dalam pergaulan bebas.

Dampak negatif pergaulan bebas lebih sering terjadi ketimbang dampak positifnya. Lalu, apa penyebab terjadinya pergaulan bebas? Sebenarnya apa saja dampak negatif pergaulan bebas itu? Kali ini, penulis akan mencoba mengulas mengenai penyebab dan dampak negatif pergaulan bebas pada remaja. Berikut ulasannya.

Pergaulan dan Remaja

Pergaulan merupakan sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk bersosialisasi. Pergaulan sendiri diartikan sebagai hal bergaul dan kehidupan bermasyarakat. Pergaulan sendiri terjadi baik pada laki-laki dengan laki-laki, laki-laki dengan perempuan, dan perempuan dengan perempuan. Kemudian dalam setiap pergaulan itu terjadi pergaulan bebas. Lalu, sebenarnya apa itu pergaulan bebas? Pergaulan bebas merupakan cara berteman tanpa batas, baik dalam berbicara dan berperilaku dan sebagainya. Sayangnya, cara ini lebih sering mendatangkan dampak negatif pergaulan bebas yang lebih banyak terjadi pada laki-laki dan perempuan.

Menurut Syekh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh rahimahullah pergaulan antara laki-laki dan perempuan dibagi menjadi 3 bentuk. Pertama, pergaulan antara laki-laki dengan perempuan mahramnya. Yang demikian ini jelas dibolehkan. Kedua, pergaulan antara laki-laki dengan perempuan lain untuk tujuan merusak. Hal ini jelas diharamkan. Ketiga, campur baur antara laki-laki dengan perempuan di lembaga pendidikan, kedai-kedai, perkantoran, rumah sakit, serta pada acara-acara resepsi.

Pada poin ini terdapat perbedaan pendapat. Sebagian orang berpendapat bahwa hal tersebut tidak mengundang fitnah baik bagi laki-laki maupun perempuan asal sesuai dengan syariat dan tujuan yang baik. Sedangkan sebagian yang lain berpendapat hal tersebut dapat mengundang fitnah.

Remaja sebagai salah satu yang sudah tidak lagi anak-anak namun juga belum dapat dikatakan dewasa, biasanya amat senang untuk berkumpul dan bersosialisasi dengan teman-temannya. Namun, seiring dengan perkembangan jaman, sesi bersosialisasi itu menjadi tidak terkontrol sehingga menimbulkan dampak negatif pergaulan bebas pada remaja.

Penyebab Pergaulan Bebas

1. Orang Tua

Faktor yang memengaruhi remaja memilih pergaulan bebas bisa diakibatkan oleh orang tua, seperti konflik antar orang tua ataupun kebiasaan orang tua yang kurang baik. Tak sedikit orang tua yang sibuk bekerja dan melupakan waktu bersama anak. Hubungan yang kaku antara orang tua dan anak membuat anak bertanya-tanya dan tak sedikit di antara mereka mencari perhatian dengan melakukan hal-hal yang dilarang bahkan bisa saja anak mengikuti gaya hidup orang tuanya yang memang sudah terlibat dalam pergaulan bebas.

2. Lingkungan

Lingkungan akan memengaruhi anak untuk melakukan hubungan bebas. Lingkungan yang tidak sehat akan mendukung anak untuk melakukan hal-hal yang negatif. Apabila lingkungannya sehat, anak akan malu melakukan hal negatif karena terdapat hukum atau norma yang tidak tertulis di lingkungan tersebut. Maka, terciptalah budaya malu yang penting untuk diterapkan.

3. Media Massa

Pengaruh media massa yang terus menjamur seiring semakin terbukanya kebebasan berekspresi. Peran media dalam mengampanyekan pergaulan bebas melalui budaya pacaran dan berganti-ganti pasangan sangat besar.

4. Kurangnya Pendidikan Kesehatan Reproduksi

Pendidikan kesehatan reproduksi sering dianggap tabu untuk dibicarakan di rumah maupun di sekolah. Sehingga akhirnya anak remaja tersebut mencari tahu sendiri. Padahal, informasi tentang kesehatan reproduksi yang dicarinya rata-rata tidak dengan sumber yang dapat dipercaya.

5. Keagamaan dan Lunturnya Adat Ketimuran

Religiusitas memang tidak menjamin seseorang untuk tidak melakukan pergaulan bebas. Tetapi, dengan arahan yang tepat rasa keagamaan dapat menjauhkan seseorang dari perbuatan yang tidak bermanfaat. Selain itu, adat ketimuran seperti sopan santun, ramah tamah, dan etika menjadi hal yang langka.

Dampak Negatif Pergaulan Bebas pada Remaja

Ada beberapa dampak negatif pergaulan bebas yang ditimbulkan ketika muda-mudi berkumpul dalam satu ruangan. Dampak negatif pergaulan bebas tersebut antara lain

1. Kehamilan yang Tidak Diinginkan

Ini merupakan salah satu dampak negatif pergaulan bebas akibat hamil di luar pernikahan. Biasanya, remaja yang mengalami ini akan mencari cara untuk menggugurkan (aborsi) kandungannya yang lebih banyak dilakukan oleh bukan tenaga kesehatan. Akibatnya, terjadi masalah kesehatan seperti sulit memiliki anak ketika menikah nanti ataupun kematian.

2. Putus Sekolah

Hal ini merupakan dampak negatif pergaulan bebas. Karena mereka lebih mengutamakan ego ketimbang akal sehat dan realita yang ada. Akibatnya, meningkatnya kemiskinan karena kurangnya pendidikan dan semakin bodohnya masyarakat menjadi hal yang sering terjadi.

3. Kriminalitas Tinggi

Pergaulan bebas memicu meningkatnya kriminalitas. Tentu saja dampak negatif pergaulan bebas ini memicu angka kriminalitas. Pendidikan yang rendah, kemiskinan, dan kebutuhan akan hal-hal kesenangan seperti penggunaan narkoba dan zat adiktif memicu seseorang untuk melakukan kriminalitas seperti mencuri, merampok, memperkosa, atau membunuh seseorang.

4. Penyakit Sosial

Dampak negatif pergaulan bebas selanjutnya adalah meningkatnya penyakit sosial. Rasa empati dan belas kasih sudah tidak dianggap ada lagi. Diganti dengan rasa egoisme, tidak peduli asalkan senang, sifat hedonisme, dan melakukan segala cara buruk untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

5. Masalah Kesehatan Secara Global

Dampak negatif pergaulan bebas selanjutnya adalah terjadinya masalah kesehatan. Penyakit menular seperti HIV/AIDS, Hepatitis, dan penyakit kelamin menjadi pemandangan yang dapat dijumpai. Padahal, hingga saat ini, penyakit ini tidak ada obatnya dan menimbulkan masalah kesehatan lain seperti kemandulan atau bahkan kematian.

Dampak Negatif Perubahan Hidup Sosial

Dampak negatif perubahan sosial mengarah pada kemunduran yang ditandai dengan adanya tindak kriminalitas, konflik sosial, deviasi sosial, serta berbagai masalah sosial lainnya. Hal inilah yang menunjukkan adanya dampak negatif atas perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat. Adapun dampak negatif perubahan sosial yang terjadi akibat modernisasi dan globalisasi antara lain:

  1. adanya disorientasi nilai dan norma yang berlaku.
  2. munculnya konflik sosial, baik vertikal maupun horizontal.
  3. tidak berfungsinya lembaga sosial secara optimal.
  4. munculnya krisis multidimensi dalam masyarakat.
  5. terjadinya kerusakan lingkungan akibat perubahan pola hidup.
  6. menimbulkan degradasi kualitatif tatanan sosial.

Dampak Negatif :

  • Pola hidup konsumtif
  • Sikap individualistic
  • Gaya hidup kebarat-baratan
  • Kesenjangan sosial

Contoh Dampak Negatif Perubahan Sosial

Pengaruh westernisasi terhadap perubahan social budaya masyarakat Indonesia. Sebagai contoh warga Indonesia sendiri banyak yang menyalah gunakan produk industri, misalnya thank top yang diluar negeri digunakan pada musim panas, akan tetapi di Indonesia malah digunakan untuk bergaya di depan umum. Hal ini terjadi karena masyarakat Indonesia latah terhadap perubahan. Mereka menganggap pakaian produksi negara Barat tersebut sesuai dengan budaya Timur yang dianut oleh bangsa kita Indonesia. Selain itu masalah norma berperilaku dalam kehidupan masyarakat, kita tahu bahwa orang Jawa terkenal dengan “unggah-ungguhnya” apabila bertemu dengan orang lain, namun di era modernisasi ini orang-orang semakin jarang melakukannya banyak diantara mereka yang justru cuek bebek dan selalu menunjukkan bahwa seolah-olah orang itu hidup sendirian (individualis), padahal kita tahu sikap dan gaya individualis adalah gaya orang-orang Barat, dan tidak sesuai dengan budaya Timur negara kita.

Untuk itulah diperlukan kesadaran bersama baik pemerintah maupun masyarakat, serta dilakukan penanaman, penghayatan, dan pengamalan lebih mengenai pengetahuan akan kepribadian ataupun jati diri bangsa kita sehingga nantinya budaya asli kita tidak akan hilang tergilas oleh perkembangan roda zaman yang diboncengi masuknya berbagai budaya asing ke dalam negara kita. Masyarakat harus bisa mengambil hal-hal yang baik dari suatu budaya asing serta membuang hal-hal yang buruk dari budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian maupun jati diri bangsa kita.

  • Contoh warga Indonesia sendiri banyak yang menyalah gunakan produk industri, misalnya thank top yang diluar negeri digunakan pada musim panas, akan tetapi di Indonesia malah digunakan untuk bergaya di depan umum. Ini yang menimbulkan banyak kontroversi di kalangan masyarakat, apalagi masyarakat yang muslim yang mewajibkan seorang perempuan untuk berjilbab. Budaya barat ini sangat bertentangan dengan adat istiadat, norma, dan ilmu agama. Yang lebih parah lagi tentang aktifitas malam yang sering dilakukan orang-orang berbudaya barat, mereka lebih sering berada di cafe-cafe pinggir jalan yang biasa disebut cafe remang-remang ataupun berada di club-club yang di gunakan untuk klabing dan hanya untuk kesenangan sesaat saja seperti mabuk-mabukan, berjudi, dan main perempuan ini yang menimbulkan perubahan yang sangat merugikan bangsa Indonesia yang dulunya lebih sering menggunakan aktifitas malam untuk istirahat ataupun melaksanakan suatu kegiatan seperti pengajian ataupun berkumpul dengan keluarga.

Selain itu kebiasaan orang barat yang glamour dengan mengadakan pesta-pesta yang sebenarnya menurut kepribadian bangsa Indonesia kegiatan pesta hanya semata-mata membuang biaya saja, lebih baik kita merayakan suatu acara atau kegiatan dengan syukuran semata-mata untuk mensyukuri sesuatau yang diberikan oleh Allah, jangan dengan mengadakan pesta yang glamour yang hanya menimbulkan banyak kerugian, biasanya juga saat pesta ada kegiatan yang tidak sesuai dengan nilai agama seperti mabuk-mabukan dan lain-lain. Menyangkut dengan pesta yang mengikuti budaya barat secara otomatis kegiatan pesta ini dilakukan oleh orang-orang yang memiliki pergaulan yang tidak sesuai dengan  adat dan karakteristik bangsa Indonesia.

Pergaulan yang sekarang nampak di sekitar kita ini merupakan pergaulan yang telah terkontaminasi dengan budaya barat, banyak di kalangan anak remaja yang telah mengenal seks bebas ataupun narkoba dan obat-obatan terlarang itulah salah satu contoh pengaruh budaya barat yang merusak penerus-penerus bangsa indonesia. Adapun dalam lingkungan bermasyarakat kebiasaan orang barat yang telah merubah kesadaran masyarakat Indonesia yang terkenal dengan kesopanan dan keakraban apabila bertemu dengan orang lain walaupun kita belum mengenalnya dan juga mengaplikasikan secara baik bahwa kita adlah makhluk sosial yang saling membutuhkan, namun di era modernisasi ini orang-orang semakin jarang melakukannya banyak diantara mereka yang justru cuek dan selalu menunjukkan bahwa seolah-olah orang itu hidup sendirian (individualis), padahal kita tahu sikap dan gaya individualis adalah gaya orang-orang Barat, dan tidak sesuai dengan budaya negara kita

  • Hedonisme

Remaja sangat antusias terhadap adanya hal yang baru. Gaya hidup hedonis sangat menarik bagi mereka. Daya pikatnya sangat luar biasa, sehingga dalam waktu singkat munculah fenomena baru akibat paham ini.

Fenomena yang muncul, ada kecenderungan untuk lebih memilih hidup enak, mewah, dan serbakecukupan tanpa harus bekerja keras. Titel “remaja yang gaul dan funky ” baru melekat bila mampu memenuhi standar tren saat ini.

Yaitu minimal harus mempunyai handphone, lalu baju serta dandanan yang selalu mengikuti mode. Beruntung bagi mereka yang termasuk dalam golongan berduit, sehingga dapat memenuhi semua tuntutan kriteria tersebut.

Akan tetapi bagi yang tidak mampu dan ingin cepat seperti itu, pasti jalan pintaslah yang akan diambil. Tidaklah mengherankan, jika saat ini muncul fenomena baru yang muncul di sekitar kehidupan kampus.

Misalnya adanya “ayam kampus” (suatu pelacuran terselubung yang dilakukan oknum mahasiswi), karena profesi ini dianggap paling enak dan gampang menghasilkan uang untuk memenuhi syarat remaja gaul dan funky.

Hidup adalah kesempatan untuk bersenang-senang bagi mereka. Masa bodoh dengan kuliah, yang penting have fun tiap hari. Hal ini bisa dianggap sebagai efek fenomena free sex yang melanda kehidupan kaum muda sekarang.

Sudah tentu, jika anggapan tentang seks bebas diterapkan ke tengah-tengah pergaulan remaja, pastilah tidak etis. Sebab, bangsa kita menganut adat-istiadat timur yang menganggap seks sebagai hal yang sakral.

Kemudian contoh kasus lain lagi, yaitu praktik jual beli nilai di kampus yang sekarang sedang merebak. Jika dilihat lebih jauh, ternyata itu juga dampak dari gaya hidup hedonis yang melahirkan adanya mentalitas instan.

Karena sudah mendarah daging maka sifat konsumtif inimenjadi maniak tanpa mempergunakan tata pola kehidupan yang benar. Seorang anak sekolah maniak konsumtif menghabiskan uang sekolah yang diberikan untuk membeli pulsa handphone. Memakai uang sekolah yang kebablasan tanpa aturan akan menghancurkan pendidikan anak tersebut. Budaya ini jika tidak mendapat perhatian dan perawat Sean akan menghancurkan masa depan si konsumtif.

Sebuah negara memiliki tata pengelolaan ekonomi yang sehat yang ditetapkan melalui Rencana Anggaran Pembangunan Negara(RAPBN). Demikian juga sebuah rumah tanggal ditata sang ibu dalam sebuah Rencana Anggaran Pembangunan Rumah Tangga (RAPRT). Tetapi rumah tangga tidak melalui rapat sebagaimana sebuah negara, namun tujuannnya sama yakni sebuah rencana yang matang guna tercapainya kemajuan. Jika pelaksanaan tidak sesuai rencana akan menimbulkan kemunduran atau kehancuran. Salah satu hal yang selalu merusak sebuah program yang telah tertata adalah pola hidup konsumtif tersebut.

Sekarang ini pola hidup konsumtif dicontohkn oleh pemerintah. Sesuatu proyek dilaksanakan bukan berdasarkan kebutuhan, tetapi lebih kepada laba, rabat yang akan dikejar atas proyek tersebut. Negara membeli 10 unit pesawat perang, padahal pesawat yang dibeli setahun yang lalu jarang digunakan.

Akibatnya proyek raksasa dengan dana triliyun menjadi sebuah pemborosan yang mubazir. Proyek tidak tepat sasaran ini adalah pola hidup konsumtif yang merusak keuangan negara. Keuntungan untuk pemborong dan pejabat selaku pemnberi proyek hanya untuk menghamburkan uang negara.

Pembangunan terminal atau pasar inpres yang ternyata tidak digunakan justru menjadi tempat persembunyian pencuri atau markas penjudi.

Anggaran dana untuk proyek yang tidak dipakai ini telah mengergaji, memotong anggaran proyek pendidikan yang jauh lebih penting. Padahal jumlah dana yang dikelola tertentu besarnya. Ibarat membagi 20 buah rambutan kepada 4 orang anak, jika salah satu anak diberi lebih, maka akan ada anak yang menrima ketidak adilan. Budaya hidup konsumtif perlahan menggerogoti budaya asli anak bangsa. Akar budaya bangsa yang dulu memiliki jati diri lemah lembut, sopan santun, ramah tamah dan bergotong royong telah terserabut oleh budaya konsumtif.

Lihat juga Pengertian, Jenis, Ciri-Ciri Serta Penyebab Terjadinya Prilaku Penyimpangan Sosial

Itulah beberapa penyebab dan dampak negatif Pergaulan Bebas Dan Dampak Negatif. Hal ini penting untuk diketahui oleh orang tua bahkan remaja itu sendiri. Dengan memahami ini, semoga remaja tidak terjerumus dalam keburukan. Semoga artikel ini bermanfaat.

Pergaulan Bebas Dan Dampak Negatif Serta Perubahan Hidup Sosial | admin | 4.5