Makna Dan Tujuan Hari Raya Waisak

Makna Dan Tujuan Hari Raya Waisak - Kami ucapkan buat anda semua yang senantiasa setia membaca artikel yang kami bagikan dari berbagai macam sumber bacaan. Semoga bermanfaat dan untuk lebih mengifesienkan waktu. Langsung saja anda menyimak penjelasan artikel berikut ini :
Makna Dan Tujuan Hari Raya Waisak
Makna Dan Tujuan Hari Raya Waisak

Hari Besar Agama Buddha adalah hari Trisuci Waisak yang merupakan hari raya terbesar dan paling bermakna bagi umat Buddha. Maka dari itu, kita sebagai umat beragama harus saling menghormati agama-agama yang selain dari Islam. Karena kita hidup pada pemerintahan yang demokratis.

Pengertian Hari Raya Waisak :

Waisak atau Waisaka merupakan hari suci agama Buddha. Hari Waisak juga dikenal dengan nama Visakah Puja atau Buddha Purnima di India, Saga Dawa di Tibet, Vesak di Malaysia, dan Singapura, Visakha Bucha di Thailand, dan Vesak di Sri Lanka. Nama ini diambil dari bahasa Pali "Wesakha", yang pada gilirannya juga terkait dengan "Waishakha" dari bahasa Sanskerta. Di beberapa tempat disebut juga sebagai "hari Buddha".

Tiga Peristiwa Penting dalam Hari Raya Waisak adalah :

1. Kelahiran Pangeran Sidharta

Kelahiran Pangeran Sidharta
Kelahiran Pangeran Sidharta



Pangeran Sidharta adalah Putra dari seorang Raja yang bernama Raja Sudodhana dan seorang Permaisuri yang bernama Ratu Mahamaya. Pangeran Sidharta lahir ke dunia sebagai seorang Bodhisatva (Calon Buddha, Calon Seseorang yang akan mencapai Kebahagiaan Tertinggi). Beliau Lahir di Taman Lumbini pada tahun 623 sebelum Masehi.

2. Pencapaian Penerangan Sempurna

 Pencapaian Penerangan Sempurna
 Pencapaian Penerangan Sempurna


Pangeran Sidharta tidak pernah keluar dari istana, pada usia 29 tahun beliau pergi meninggalkan istana dan pergi menuju Hutan untuk mencari Kebebasan dari Usia Tua, Sakit dan Mati. Kemudian pada saat Purnama Sidhi di bulan Waisak, Pertapa Sidharta mencapai Penerangan Sempurna dan mendapat gelar Sang Buddha.

3. Pencapaian Parinibbana

Pencapaian Parinibbana
Pencapaian Parinibbana

Ketika usia 80 tahun, Sang Buddha Wafat atau Parinibbana di Kusinara. Semua Makhluk memberikan penghormatan kepada Sang Buddha dan begitu juga Para Anggota Sangha, mereka bersujud sebagai tanda penghormatan terakhirnya kepada Sang Buddha.

Tiga peristiwa di atas, dinamakan Trisuci Waisak. Keputusan merayakan Trisuci ini dinyatakan dalam Konferensi Persaudaraan Buddhis Sedunia (World Fellowship of Buddhists - WFB) yang pertama di Sri Lanka pada tahun 1950. Perayaan ini dilakukan pada purnama pertama di bulan Mei.

Waisak sendiri adalah nama salah satu bulan dalam penanggalan India Kuno.

Harapan Besar Dari Hari Raya Waisak :

  • Bahwa setiap manusia diharapkan dapat merenungi segala perbuatannya dan setiap saat selalu hidup dengan rasa cinta kasih tanpa kebencian, seperti yang tertulis di dalam Dhammapada.
  • Kebencian tidak akan selesai jika dibalas dengan kebencian, tetapi hanya dengan memaafkan dan cinta kasihlah maka kebencian akan lenyap.
  • Harus saling menjaga satu sama lain, apalagi kita sebagai bangsa Indonesia yang menganut Bhinneka Tunggal Ika ( Walaupun berbeda-beda tapi tetap satu).
  • Dengan hari raya waisak ini, Indonesia ke depannya lebih menjadi lebih baik dan rakyanya hidup dengan damai tanpa adanya terpecah belah.


Sebagai Kesimpulan :

Waisak pada tahun ini mari kita jadikan suatu renungan bahwa untuk mencapai segala sesuatu membutuhkan kerja keras dan membutuhkan semangat yang tinggi. Kita tidak boleh di kalahkan oleh rasa malas yang ada dalam diri kita, kita harus bisa meningkatkan kualitas diri kita dengan penuh semangat. 

Mari kita semua perbanyak perbuatan baik, Buddha telah menunjukkan jalan untuk menuju kebahagian tertinggi dan tinggal di jalani oleh umat manusia. Jadi, marilah kita semua berbuat baik dan setelah melakukan hal-hal yang baik, kita semua akan terlahir di alam yang bahagia. Semoga semua makhluk selalu berbahagia.

0 Response to "Makna Dan Tujuan Hari Raya Waisak"

Posting Komentar