Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah Dengan Ibadah

Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah Dengan Ibadah - Ibadah kepada Allah Swt adalah kewajiban kita sebagi ummat Islam. Bahkan ibadah itu menjadi keharusan buat kita yang beragama Islam, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak beribadah hanya kepada Allah Swt.
Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah Dengan Ibadah


Alhamdulillah, pada kesempatan yang penuh dengan berkah dan hikmah ini. Admin akan memberikan informasi dan artikel yang ada hubungannya dengan Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah Dengan Ibadah. Untuk lebih jelasnya, langsung saja anda menyimak artikel berikut :

Dekatnya Allah kepada manusia dinyatakan dalam ayat-ayat Allah, seperti pada ayat berikut :

وإذا سألك عبادي عني فإني قريب أجيب دعوة الداع إذا دعان فليستجيبوا لي وليؤمنوا بي لعلهم يرشدون

Artinya : “Apabila engkau (Muhammad) ditanya tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat... “. (QS. Al-Baqarah: 186)

ولقد خلقنا الإنسان ونعلم ما توسوس به نفسه ونحن أقرب إليه من حبل الوريد

Artinya : "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya".
(QS. Qaf:16)

Dengan adanya ayat di atas, itu menggambarkan bahwa betapa harusnya kita sebagai manusia senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dalam keadaan bagaimanapun. Karena Allah menciptakan kita dengan begitu sempurna dan rezekinya maha meluas di muka bumi ini.

Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah Dengan Ibadah :

  • Rajin membaca Al Qur’an dengan merenungi dan memahami maknanya. Hal ini bisa dilakukan sebagaimana seseorang memahami sebuah buku yaitu dia menghafal dan harus mendapat penjelasan terhadap isi buku tersebut.
  • Merenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah.
  • Menyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an). Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya.
  • Duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para shidiqin. Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat.
  • Memperhatikan kebaikan, nikmat dan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya.
  • Perbanyaklah bertaubat kepada Allah Swt, dengan taubat yang sesungguhnya. Insya Allah, anda akan dekat dengan Allah Swt. Subhanallah
  • Mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib.
  • Terus-menerus mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya.
  • Lebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya.
  • Menghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya.
  • Menjauhi segala sesuatu yang menjauhkan diri kita kepada Allah Swt.


5 Penyebab Utama Mengapa Kita Jauh Dari Allah :

5 Penyebab Utama Mengapa Kita Jauh Dari Allah
5 Penyebab Utama Mengapa Kita Jauh Dari Allah


1. Tidak Bersyukur pada Allah


Sebagai hamba yang beriman, tentu kita harus selalu bersyukur atas nikmat dan anugerah yang telah Allah berikan. Misalnya, Anda diberikan amanah oleh Allah sebagai pemimpin tertingi suatu lembaga atau institusi.

Bersyukur atas anugerah tersebut dapat diimplementasikan berupa ucapan alhamdulillah dan menjalankan amanah tersebut sebaik mungkin. Jika jabatan tersebut justru membuat Anda lalai pada-Nya, berarti Anda menyelewengkan amanah yang Allah berikan. Ini sama saja Anda telah menghina Allah. Karenanya, manfaatkanlah sebaik-baiknya anuugerah yang telah Allah berikan untuk kepentingan umat manusia.

2. Menganggap Ringan Dosa Kecil


Salah satu kewajiban manusia terhadap Allah itu mematuhi semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Kedekatan dengan Allah tentu menjadi suatu harapan setiap manusia beriman. Hamba mana yang tidak ingin merasakan selalu dekat dengan Tuhannya? Allah pasti selalu dekat dengan hamba-Nya selagi dia patuh terhadap perintah-perintah Allah.

Perasaan jauh dari Allah terjadi karena dosa-dosa kecil yang terus-menerus dilakukan manusia tanpa disadari. Memang betul, dosa kecil paling tidak dapat dihapus dengan cara membaca istigfar sebanyak-bayaknya. Nabi saja yang sudah dijamin masuk surga, masih tetap membaca istigfar sehari sebanyak seratus kali.

Namun terkadang tidak jarang yang menganggap dosa kecil itu sesuatu yang ringan yang mudah dimaafkan Allah. Kalau sekali atau dua kali Anda melakukan dosa kecil tanpa disengaja, bisa jadi Allah masih memberikan sifat maaf-Nya. Tapi bagaimana Allah memaafkan Anda jika perbuatan dosa kecil itu Anda lakukan berulang kali tanpa merasa bersalah?!

3. Tidak Pernah Memperbaharui Taubat


Salah satu cara termudah untuk bertobat itu selalu mengingat bahwa kita hidup di dunia ini hanya sementara. Takutlah selalu untuk berbuat maksiat dimana pun kita berada. Kita tidak tahu kapan ajal menjemput, dimana tempat kita wafat. Karenanya, ulama-ulama yang dekat dengan Allah selalu berhati-hati dalam tindakan dan ucapannya.

Bagaiamana ketika kita sedang bermaksiat, justru malaikat pencabut nyawa datang menjemput? Tidakkah itu mati dalam keadaan dosa? Di sisi lain, kita selalu berharap mati dalam keadaan husnulkhatimah. Oleh karena itu, agar kita selalu dijaga dan merasa dekat dengan Allah, mintalah bimbingan-Nya selalu dalam menentukan langkah hidup ini. Perbaharuilah tobat dengan memperbanyak membaca istigfar.

4. Merasa Aman Aib Tertutup


Aib adalah sesuatu yang tercela untuk diketahui orang lain. Tentu kita tidak ingin aib kita diketahui orang lain. Sehingga setelah salat, sebagian Muslim berdoa, “Ya Allah tutupi aib kami.” Saat kita melakukan sebuah dosa kecil atau pun besar yang dapat menjatuhkan harga diri kita, seperti korupsi, berzina, dan lain sebagainya, terkadang Allah menutupi dosa tersebut diketahui orang lain.

Cukup Allah saja yang tahu. Namun, tidak jarang dari kita yang merasa aman bahwa aib berupa dosa yang kita perbuat itu biasa-biasa saja. Sehingga kita mengulanginya hingga berkali-kali. Nah, saat kita mengulanginya berkali-kali, biasanya Allah membeberkan aib tersebut di ruang publik. Hal itu merupakan teguran dari Allah, karena Dia menginginkan kita menjadi orang baik kembali.

5. Memiliki Sifat-sifat Kotor yang Menutupi Hati


Menurut ulama, makrifat pada Allah itu suatu perasaan dekat pada-Nya, sehingga takut pada-Nya untuk melakukan hal-hal yang terlarang dalam agama. Menurut Syekh Ibnu Athaillah, tertutupnya hati seseorang itu di antaranya memiliki sifat-sifat kotor yang dapat menutup mata hati kita merasa dekat pada Allah.

Di antara ciri orang yang sudah tertutup mata hatinya itu sulit untuk menerima kebaikan dari orang lain, apalagi orang yang dianggapnya sebagai musuh yang harus dikalahkan. Sifat kotor itu di antaranya dendam, iri, hasud, dan lain sebagainya (Baca: Sulit Makrifat pada Allah, Hindari 5 Sifat Buruk Ini). Karenanya, ajaklah komunikasi hati Anda saat ingin melakukan sifat buruk yang dapat mengotori hati.


Demikianlah informasi dan penjelasan artikel yang kami bagikan pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat dan kita semua termasuk hamba Allah yang mendekatkan diri dan tidak melampaui batas. Allahumma Aamiin.

0 Response to "Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah Dengan Ibadah"

Posting Komentar