10 Fakta Wajib Militer Korea Utara Yang Membuat Dunia Ketakutan

10 Fakta Wajib Militer Korea Utara Yang Membuat Dunia Ketakutan - Korea Utara adalah salah satu dari sedikit negara komunis yang masih tersisa di dunia. Nama resminya adalah Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK). Negara ini terletak di bagian utara Semenanjung Korea. Laut Timur (atau Laut Jepang) berbatasan dengan Korut di timur, Laut Kuning di barat, Korea Selatan di selatan, dan China serta Rusia di utara. 
10 Fakta Wajib Militer Korea Utara Yang Membuat Dunia Ketakutan

10 Fakta Wajib Militer Korea Utara Yang Membuat Dunia Ketakutan


Pada kesempatan yang sama-sama bermanfaat ini, kami akan membagikan kepada anda semua informasi dan artikel yang akan menambah wawasan dan pengetahuan anda mengenai 10 Fakta Wajib Militer Korea Utara Yang Membuat Dunia Ketakutan. Untuk lebih jelas dan lengkapnya, langsung saja anda menyimak artikel di bawah ini :

  1. Laki-Laki Wajib Militer 2 Tahun, dan Perbatasan Terketat di Dunia
  2. Korea Utara memiliki banyak tank, artileri dan roket
  3. Korea Utara memiliki banyak kapal selam
  4. Pembuat Rudal Paling Besar di Dunia
  5. Korea Utara memiliki senjata kimia
  6. Memiliki senjata laser terlarang
  7. Korea Utara memiliki unit cyber
  8. Ada 1-6 juta tentara cadangan
  9. Memiliki banyak bom nuklir 
  10. Bomber bunuh diri nuklir


10 Fakta Korea Utara Yang Bikin Dunia Ketakutan :



Ideologi Negara Korea Utara :

Secara resmi Korea Utara bukan lagi negara komunis. Sejak tahun 2009, negara ini menganut ideologi baru yang disebut “Juche”. Ideologi yang pertama kali dicetuskan oleh Kim Il-sung pada tahun 1955 ini mengandung prinsip: "manusia menguasai segala sesuatu dan memutuskan segala sesuatu".

Sejarah dan Pemerintah Korea :

Sekitar 2.000 tahun yang lalu, Korea Utara diperintah oleh kerajaan Koguryo yang kuat. Kerajaan ini berbasis di utara Korea Utara, dan menguasai wilayah besar di tempat yang sekarang menjadi wilayah China. Kemudian, kerajaan ini memindahkan ibukotanya ke P’yŏngyang. Akhirnya dua kerajaan lain, Paekche dan Silla, muncul di selatan. Korea memasuki zaman yang dikenal sebagai Tiga Kerajaan.

Pada tahun 600-an Masehi, fokus kekuasaan bergeser ke selatan. Semenanjung ini bersatu di bawah Kerajaan Silla (668-935). Seni dan Budha berkembang. Ketika dinasti Silla jatuh, dinasti Koguryo kembali berkuasa. Pendirinya menyebutnya kerajaan Koguryo Akhir. Kemudian nama ini disingkat menjadi Koryo dan menjadi dikenal di barat sebagai Korea. Dinasti Koryo (918-1392) berbasis di utara, di Kaesong. Dinasti ini memiliki pemerintahan yang damai dan sejahtera, kecuali invasi bangsa Mongol pada pertengahan tahun 1200-an. Orang Mongol menguasai kerajaan dan pemerintah selama sekitar satu abad. Tapi dinasti Koryo tidak jatuh.

Dinasti berikutnya, Chosŏn (1392-1910), memindahkan ibukota selatan ke Seoul, ibukota Korea Selatan masa kini. Dinasti Chosŏn damai dan sejahtera, tapi kerajaan mengalami serangkaian invasi pada akhir tahun 1500-an oleh Jepang dan Manchu. Pada tahun 1637, Korea dipaksa untuk menyatakan loyalitas kepada Manchu. Tapi dinasti Chosŏn terus berlanjut sampai tahun 1910. Pada tahun itu Jepang secara resmi menganeksasi Korea.

Meskipun Korea mencoba untuk mendeklarasikan kemerdekaan mereka pada tahun 1919, Korea tetap menjadi koloni Jepang sampai Perang Dunia II berakhir pada 1945. Korea kemudian diduduki oleh Sekutu. Korea Utara diduduki oleh angkatan bersenjata Uni Soviet dan Korea Selatan diduduki oleh pasukan Amerika Serikat. Garis pemisah ada di titik 38 derajat lintang utara.

Upaya untuk menyatukan kembali dua bagian negara ini gagal. Pada tahun 1948, setelah pemilihan umum yang diawasi oleh PBB, Republik Korea didirikan di selatan. Pada tahun yang sama di utara, Republik Demokratik Korea diciptakan oleh Komunis Uni Soviet. Pada tahun 1950, pasukan Korea Utara menginvasi Selatan dalam upayanya untuk menyatukan Korea secara paksa dibawah kekuasaan komunis.

Dari akhir Perang Dunia II sampai kematiannya pada tahun 1994, pemimpin Korut, Kim Il Sung, memerintah Korea Utara dengan tangan besi. Di bawah kepemimpinannya, tidak ada perbedaan pendapat yang diizinkan. Pada tahun 1997, anak Kim Il Sung, Kim Jong Il, memegang kendali partai yang berkuasa. Tahun berikutnya, dewan legislatif (Majelis Rakyat Agung) menghapuskan kepresidenan. Dewan menunjuk Kim Jong Il menjadi ketua Komisi Pertahanan Nasional, jabatan publik tertinggi di negara ini. Seorang perdana menteri menjabat sebagai kepala pemerintahan.


Demikianlah informasi dan penjelasan artikel yang kami bagikan kepada anda semua pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat dan dengan adanya artikel di atas, anda semakin mengerti akan kehidupan sistem pemerintahan di Korea Utara yang membuat negara mana saja ketakutan. Sekian dan terima kasih.

0 Response to "10 Fakta Wajib Militer Korea Utara Yang Membuat Dunia Ketakutan"

Posting Komentar