Cara Dan Waktu Bersetubuh Yang Baik

Cara Dan Waktu Bersetubuh Yang Baik  - Alhamdulillah pada kesempatan yang penuh dengan hikmah dan berkah ini, kami akan memabagikan kepada anda semua informasi dan artikel bermanfaat buat anda yang beragama Islam. Untuk lebih detailnya, langsung saja anda menyimak penjelasan artikel berikut :
Cara Dan Waktu Bersetubuh Yang Baik
Cara Dan Waktu Bersetubuh Yang Baik


Bersetubuh dan berhubungan intim menurut pandangan agama Islam adalah sesuatu hal yang harus kita lakukan untuk mendapatkan ridho dan rahmat Allah Sw. Selain itu, kita juga sebagai ummat Islam Insya Allah, akan diberikan keturunan yang sholeh sholehah. Aamiin..

Cara Bersetubuh Yang Baik Dan Berhubungan Intim Menurut Ajaran Agama Islam :

  • Membersihkan dan mensucikan diri terlebih dahulu
  • Melakukan pemanasan atau senda gurau untuk meningkatkan syahwat
  • Tidak melakukan hubungan suami istri ketika istri haid/halangan
  • Berdoa sebelum melakukan hingga berakhir berhubungan badan
  • Menggunakan wangi-wangian atau parfum
  • Shalat sunnah 2 rakaat
  • Berdandan dan berpakaian yang di sukai oleh suami
  • Berhubungan badan/intim di tempat tertutup
  • Sama-sama memperoleh kenikmatan dan kepuasan
  • Mencuci kemaluan dan berwudhu jika masih ingin melakukannya
  • Mandi wajib besar (Jenabat)
  • Tidak telanjang bulat

1. Malam Jum’at (Kamis malam)

Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as, Nabi Muhamad saww bersabda: “Wahai Ali, jika engkau melakukan hubungan dengan istrimu pada malam jum’at maka anak yang terlahir darinya akan menjadi seorang orator ulung”.

2. Jum’at sore (setelah ashar, sebelum maghrib)

Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as, Nabi Muhamad saww bersabda: “Wahai Ali, jika engkau melakukan hubungan dengan istrimu pada waktu jum’at sore maka anak yang akan terlahir darinya akan menjadi seorang figur yang terkenal dan atau ilmuwan (ulama).

3. Malam Jum’at; setelah waktu isya’ berlalu (akhir malam/dekat subuh)

Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as Nabi Muhamad saww bersabda: “Wahai Ali, jika engkau melakukan hubungan biologis dengan istrimu pada akhir malam jum’at maka anak yang akan terlahir darinya akan menjadi seorang wali (ibdal)

4. Malam Kamis (Rabu malam)

Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as Nabi Muhamad saww bersabda: “Wahai Ali, jika engkau melakukan hubungan dengan istrimu pada malam kamis maka anak yang terlahir darinya akan menjadi penguasa yang adil dari para penguasa dan atau akan menjadi salah seorang ulama dari para ulama”.

5. Hari Kamis; ketika menjelang tergelincir matahari (menjelang dhuhur)

Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as Nabi Muhamad saww bersabda: “Wahai Ali, jika engkau melakukan hubungan dengan istrimu pada malam kamis maka anak yang terlahir darinya maka syetan tidak akan mendekatinya, ia akan memiliki pemahaman yang sangat (cerdas) dan Allah swt akan menganugrahkan kepadanya keselamatan dalam agama dan dunia.

6. Malam Selasa (Senin malam)

Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as Nabi Muhamad Saw bersabda: “Wahai Ali, jika engkau melakukan hubungan dengan istrimu pada malam selasa, maka anak yang terlahir darinya akan dikaruniai kesyahidan, ia tidak akan menyimpang dari kebenaran. Manusia suci dan bersih, wangi, pengasih , penyayang, serta lisannya akan tersucikan dari ghibah, bohong dan menuduh”.

7. Pada Malam Awal Puasa / Tanggal Satu Ramadhan :

Berkenaan dengan hal ini Imam Ali as berkata: “Disunahkan pada malam awal bulan Ramadhan laki-laki berhubungan dengan istrinya; karena Allah dalam surat al-Baqarah ayat 187 telah berfirman: “ Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu…”.

8. Malam Senin (Minggu malam)

Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as, Nabi Muhamad saww bersabda: “Wahai Ali, dan hendaknya engkau melakukan hubungan dengan istrimu pada malam senin. Karena apabila anak terlahir darinya maka ia menjadi penghapal al-Qur’an dan rela terhadap yang telah ditentukan Allah swt atasnya”.

Posisi Terbaik Berhubungan Intim Menurut Ajaran Agama Islam :

Dalam pandangan Islam menurut Bukucatatan.net, suami istri diperbolehkan menggunakan berbagai macam gaya atau posisi ketika bercinta. Selama itu mempunyai manfaat dan tujuan sesuai dengan apa yang telah diajarkan dan diperintahkan oleh ajaran agama Islam.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

نسآؤكم حرث لكم فأتوا حرثكم أنى شئتم وقدموا لأنفسكم واتقوا الله واعلموا أنكم ملاقوه وبشر المؤمنين

Artinya : " Istri-istrimu adalah (laksana) tanah tempat bercocok tanam bagimu, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu sebagaimana saja yang engkau kehendaki" (QS. Al Baqarah : 223)

Umar bin Khattab pernah khawatir dan segera mengadu kepada Rasulullah. Pasalnya, ia baru saja bersama istrinya dengan posisi dari belakang.

Rasulullah saat itu diam, hingga Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan Surat Al Baqarah ayat 223 itu. 

Jika semua posisi boleh, bagaimanakah posisi terbaik? Ibnu Qayyim Al Jauziyah menjelaskan dalam Zaadul Ma’ad, posisi terbaik ketika suami istri berjima adalah suami berada di atas istri.

Posisi ini, menurut Ibnul Qayyim menunjukkan kepemimpinan suami atas istrinya, sebagaimana firman Allah:

الرجال قوامون على النساء بما فضل الله بعضهم على بعض وبما أنفقوا من أموالهم فالصالحات قانتات حافظات للغيب بما حفظ الله واللاتي تخافون نشوزهن فعظوهن واهجروهن في المضاجع واضربوهن فإن أطعنكم فلا تبغوا عليهن سبيلا إن الله كان عليا كبيرا

Artinya : “ Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shaleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. An Nisa’ : 34)

Juga berdasarkan firman Allah :

أحل لكم ليلة الصيام الرفث إلى نسآئكم هن لباس لكم وأنتم لباس لهن علم الله أنكم كنتم تختانون أنفسكم فتاب عليكم وعفا عنكم فالآن باشروهن وابتغوا ما كتب الله لكم وكلوا واشربوا حتى يتبين لكم الخيط الأبيض من الخيط الأسود من الفجر ثم أتموا الصيام إلى الليل ولا تباشروهن وأنتم عاكفون في المساجد تلك حدود الله فلا تقربوها كذلك يبين الله آياته للناس لعلهم يتقون

Artinya : “ Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan Puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri`tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.” (QS. Al Baqarah : 187)

Pakaianyang paling sempurna, menurut Ibnul Qayyim, adalah ketika posisi seperti ini. Sebab dengan posisi ini, suami dan istri saling menjadi pakaian satu sama lainnya.


Demikianlah informasi dan artikel yang kami bagikan kepada anda semua pada kesempatan yang penuh dengan berkah ini. Semoga bermanfaat dan dengan adanya artikel di atas, pengetahuan dan wawasan anda mengenai bersetubuh dan berhubungan intim menurut pandangan Islam semakin bertambah serta anda bisa mengamalkannya. Sekian dan terima kasih.

    0 Response to "Cara Dan Waktu Bersetubuh Yang Baik"

    Posting Komentar