Contoh Majas Penegasan Lengkap Dengan Pengertiannya

Contoh Majas Penegasan Lengkap Dengan Pengertiannya - Pada kesempatan yang sama berbahagia ini, kami akan membagikan informasi dan artikel bermanfaat buat anda semua yang membahas mengenai Contoh Majas Penegasan Lengkap Dengan Pengertiannya. Untuk lebih lengkapnya, langsung saja anda menyimak artikel di bawah ini :
Contoh Majas Penegasan Lengkap Dengan Pengertiannya
Contoh Majas Penegasan Lengkap Dengan Pengertiannya


Majas Penegasan adalah majas yang menggunakan kata-kata kiasan untuk memperjelas dan menegaskan sesuatu yang lebih berkesan bagi para pembaca dan pendengarnya. Berikut di bawah ini, ada beerapa jenis majas penegasan adalah :

1. Klimaks


Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut dan makin lama makin meningkat.

Contohnya :
  • Psikologi perkembangan mempelajari usia prenatal, batita, balita, kanak-kanak, remaja, dewasa, sampai usia lanjut.
  • Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak.
  • Semua pihak mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang tua pun mengikuti lomba Agustusan.
  • Ketua RT, RW, Kepala Desa, Gubernur, bahkan Presiden sekalipun tidak mempunyai berhak untuk mengurusi hal pribadi seseorang.

2. Antiklimaks


Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut yang makin lama semakin menurun.

Contohnya :


  • Jangan seribu atau seratus, serupiah pun aku tak punya.
  • Kepala sekolah, guru, staff sekolah, dan siswa juga hadir dalam pesta perayaan kelulusan itu.
  • Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.

3. Retorik

Retorik adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.

Contohnya :

  • Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
  • Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?
  • Siapakah yang tidak ingin hidup?

4. Pleonasme

Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.

Contohnya :


  • Masih kudengar suara itu menggeletak pada meja yang berdebu.
  • Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
  • Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.

5. Repetisi

Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.

Contohnya :


  • Dari balik puing itu, dari balik gosong nyeri dari balik abu dan tulang-tulan ini cepat temukan kata.
  • Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
  • Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.

6. Paralelisme


Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.

Contohnya :


  • Cinta adalah hasrat
  • Cinta adalah kejujuran
  • Cinta adalah pengertian
  • Cinta adalah kesetiaan
  • Cinta adalah rela berkorban
  • Cinta adalah kesetiaan

7. Tautologi


Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan kata bersinonim.

Contohnya :


  • Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
  • Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.
  • Mengapa Anda cemas dan gelisah begitu?

8. Majas Zeugma

Majas Zeugma adalah majas silepsis yang menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang rancu. 

Contohnya :

  • Ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat.

9. Majas Silepsis

Majas Silepsis adalah majas berupa penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi lebih dari satu konstruksi sintaksis. 

Contohnya : 

  • Ia telah kehilangan topi dan semangatnya.

10. Majas Kolokasi

Majas Kolokasi adalah majas yang berupa asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat. 

Contohnya : 

  • Susah memang berurusan dengan si kepala batu. ("Kepala Batu" asosiasi tetap "Kepala" dan "Batu").

11. Majas Alonim

Majas Alonim adalah majas yang menggunakan varian dari nama untuk menegaskan. 

Contohnya : 

  • Agus varian dari Agusman.

12. Majas Preterito

Majas Preterito adalah majas yang berupa ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya. 

Contohnya : 

  • Sudahlah, nasi sudah menjadi bubur, tidak perlu kita sesali apa yang terjadi.

13. Majas Apofasis

Majas Apofasis adalah majas yang menegaskan sesuatu dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan. 

Contohnya : 

  • Terima kasih atas kebaikanmu selama ini. Tetapi maaf, penipuan yang kamu lakukan membuatku tidak percaya lagi padamu.

14. Majas Pararima

Majas Pararima adalah majas yang mengulang konsonan di awal dan akhir kata atau bagian kata yang berlainan.

Contohnya : 

  • Dari balik bilik, dadaku bergetar getir.

15. Majas Aliterasi

Majas Aliterasi adalah majas yang mengulang bunyi konsonan pada awal kata secara berurutan. 

Contohnya : 

  • Cicak itu, cintaku, berbicara tentang kita, yaitu nonsens.

16. Majas Sigmatisme

Majas Sigmatisme adalah  yang mengulang bunyi konsonan "s". Contohnya : 
  • Sampai suatu saat kita terpaksa merapat.

17. Majas Antanaklasis

Majas Antanaklasis adalah majas yang cara pengungkapannya dengan mengulang kata yang sama, namun maknanya berlainan. 

Contohnya : 

  • Tanggal-tanggal yang tanggal itu kini tinggal berapa?

18. Majas Inversi

Majas inversi adalah majas yang di dalamnya terdapat pengubahan susunan kalimat. 

Contohnya : 

  • Paman saya dokter, dokter paman saya.

19. Majas Elipsis

Majas Elipsis adalah majas yang menghilangkan suatu unsur kalimat. Contohnya :
  • Kami ke rumah Kakek (predikat "pergi" dihilangkan).

20. Majas Koreksio

Majas Koreksio adalah majas yang digunakan untuk menarik perhatian dengan menarik pernyataan sebelumnya kemudian membetulkan dengan pernyataan berikutnya. 

Contohnya : 

  • Sebenarnya sudah dua kali, ah bukan, sudah tiga kali hal itu saya usulkan.

21. Majas Polisindeton

Majas Polisindeton adalah majas yang menyebutkan beberapa hal dengan menggunakan kon-jungtor pada setiap bagian yang dipentingkan. 

Contohnya : 

  • Ia benar-benar lupa dengan rumah dan ladangnya, istri dan anaknya, hak dan kewajibannya.

22. Majas Asindeton

Majas Asindeton adalah majas yang menyebutkan beberapa hal secara berturut-turut tanpa menggunakan konjugtor. 

Contohnya : 

  • Presiden berjalan diiringi oleh para menteri, pejabat, alim ulama, tokoh masyarakat.

23. Majas Interupsi

Majas Interupsi adalah majas yang menyisipkan keterangan tambahan di antara unsur-unsur kalimat. 

Contohnya : 

  • Salah seorang mahasiswanya, yang saat itu diberi tugas menulis cerita pendek, menulis tentang seorang laki-laki yang tidak bisa melupakan cerita cinta pertamanya dan rela menunggu selama 51 tahun, 9 bulan, dan 4 hari untuk mendapatkannya lagi.

24. Majas Eksklamasio

Majas Eksklamasio adalah majas yang menggunakan kata seru untuk penegas. 

Contohnya : 

  • Wah, tidak kusangka, engkau dapat juga menjadi juara kelas.

25. Majas Enumerasio

Majas Enumerasio adalah adalah majas yang berisi ungkapan penegasan berupa penguraian bagian demi bagian suatu keseluruhan. 

Contohnya : 

Laut tenang. Di atas permadani biru itu tampak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahan-lahan. Angin berhembus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Disana-sini bintang-bintang gemerlapan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang harmonis. Itulah keindahan sejati.

26. Majas Preterito 

Majas Preterito adalah majas yang berupa ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya. 

Contohnya : 

  • Sudahlah, nasi sudah menjadi bubur, tidak perlu kita sesali apa yang terjadi.

Demikianlah informasi dan penjelasan artikel pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat dan dengan adanya artikel di atas, anda semakin mengenal berbagai macam dan jenis majas yang seringkali dipakai untuk mengungkapnkan suatu perasaan atau berkata-kata dengan kata hiasan. Sekian dan terima kasih.

0 Response to "Contoh Majas Penegasan Lengkap Dengan Pengertiannya"

Post a Comment