Siapa Yang Pintar Guru Atau Siswanya

Siapa Yang Pintar Guru Atau Siswanya - Guru adalah tenanga pendidik yang dianggap pengetahuan yang dimilikinya tidak dapat diragukan lagi untuk mentrasfer ilmunya. Sedangkan siswa adalah peserta didik yang rela meluangkan wanktu dan tenanganya untuk menuntut ilmu dengan berbagai macam cara.
Siapa Yang Pintar Guru Atau Siswanya


Maka dari itu, pada kesempatan kali ini kami akan membagikan informasi dan artikel bermanfaat yang berhubungan dengan  Siapa Yang Pintar Guru Atau Siswanya. Untuk lebih lengkapnya, silahkan anda menyimak penjelasan artikel di bawah ini :

Jika ditinjau dari segi pengetahuan seorang guru lebih pintar bahkan bersikap apa pun yang dikatakan pasti ingin dituruti. Jadi dapat dikatakan bahwa seorang guru adalah makhluk yang lemah karena tidak mau sharing together karena merasa dirinya lebih pintar daripada siswanya. 

Jadi dapat disimpulkan secara harfiah siswa sebagai makhluk yang tahan banting karena mengikuti apa pun yang dikatakan oleh  seorang guru. Jangan heran kalau apa yang disampaikan seorang guru tidak didengarkan oleh siswanya karena adanya saling keterpaksaan dan penekanan yang bersifat menyiksa bathin seorang peserta didik.

Permasalahan seperti di atas, seringkali dialami dan terjadi di berbagai macam lembaga , baik itu yang bersifat negeri maupun swasta. Karena kebanyakan di antara kita sebagai tenaga pendidik, yang pertama kali kita fokuskan adalah berapa gaji/upah yang kita dibayarkan. 

Tak bisa juga dipungkiri bahwa kita butuh yang namanya materi tapi ingatlah tujuan utama anda menjadi seorang guru adalah untuk mencetak generasi-generasi muda yang berkakhlak mulia buat masa depan bangsa dan negara kita yaitu Indonesia.

Sebagai catatan penting :

  1. Jadilah guru yang baik hati dan janganlah membebai siswa-siswi anda dengan berbagai macam cara strategi pembelajaran, cukup anda membangun karakter pribadi yang kuat jika siswa anda tak mampu mencerna apa yang anda sampaikan.
  2. Yang paling penting dan paling utama untuk pendidikan saat ini adalah akhlakul khorimah, Insya Allah jika siswa-siswi anda memiliki sifat seperti ini, yakin dan percayalah proses pembelajaran akan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.
  3. Hal satu ini tak kala pentingnya dengan poin di atas, jika anda ingin peserta didik anda menjadi lebih baik dan memperhatikan ketika anda memberikan suatu materi maka berikanlah contoh yang baik, mau tidak mau siswa anda akan mengikuti jejak baik anda.

Cara Menjadi Guru Yang Disukai Banyak Murid :

  • Ikhlas karena Tuhan, didiklah siswa kita dengan ke ikhlasan tanpa ada unsur kepura-puraan karena ingin di puji ataupun karena ingin memenangkan lomba guru favorit (di beberapa kota sering diadakan sayembara pemilihan guru favorit yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun dinas terkait).
  • Saat bertemu mereka sapalah dengan panggilan lembut contohnya "anakku" atau "nak" disertai dengan senyum, jika anda guru TK atau SD bisa memanggil dengan panggilan "sayang", "cantik" atau "cakep". 
  • Saat berjabat tangan usaplah kepala mereka dengan lembut , ingat jika anda mengajar di SMP dan SMA hindari ini pada murid yang berlainan jenis kelamin dengan anda.
  • Saat mengajar sesekali bercandalah dengan mereka tapi jangan berlebihan, candaan tidak boleh jauh dari materi yang anda ajarkan, dan sebaiknya saat anda menceritakan cerita lucu sebaiknya anda jangan ikut tertawa, mengapa? silahkan anda buktikan sendiri.
  • Bijaksana dalam menghadapi anak didik , tidak semua pelanggaran yang di lakukan anak didik murni karena kesengajaan, anda haru pintar-pintar menilai  masalah yang dihadapi oleh anak didik anda, terkadang dengan memaafkan adalah cara untuk merubah perilaku anak didik yang salah.
  • Berperilakulah sebagai contoh yang baik di dalam  maupun di luar sekolah, Siswa akan sangat menghormati kita apabila nasehat yang kita berikan sejalan dengan perilaku kita, dalam beberapa kasus di SMP atau SMA siswa merasa benar jika berbacaran atau merokok karena melihat guru mereka melakuan hal yang sama di luar sekolah.
  • Bangunlah komunikasi yang baik dengan orang tua mereka, beberapa anak merasa nyaman dengan gurunya di karenakan antara guru dan orang tuanya sudah seperti saudara, tapi jagalah agar tidak membuat anda di pandang sebagai pembela saat siswa tersebut melakukan kesalahan.
  • Pahami kondisi psikis anak didik kita, beberapa murid dengan typekal pendiam sangat jarang mau terbuka dengan orang lain, saat inilah kemampuan anda dalam memahami bahasa non verbal di uji, Jemputlah bola jangan menunggu tanyakan masalah mereka dengan bahasa non formal sehingga mereka mau menjadikan anda tempat curahan hati mereka.
  • Jadikan diri anda tempat mereka mengadu dan berkeluh kesah, banyak anak didik yang tidak sempat berkomunikasi dengan orang tua mereka sendiri di karenakan kesibukan mereka di tempat kerja, sehingga praktis andalah  orang tua yang paling banyak berinteraksi dengan mereka, dalam beberapa kasus kadang saya di telepon oleh orang tua murid meminta agar anaknya di nasehati sebab sang anak selalu melawan, mereka heran kita saya menasehati anak tersebut sang anak langsung mendengarkan dan mematuhi perintah saya. 
  • Terakhir perbaiki hubungan anda dengan Tuhan, seorang guru hanyalah penyambung lidah , sedangkan hati tuhanlah yang maha tahu, mengajar adalah ibadah dan setiap ibadah selalu ada cobaan yang menerpanya, saya teringat dengan salah satu nasehat yang di berikan mentor saya saat kita beribadah doakanlah anak didik kita agar hati mereka dekat dengan hati kita, sedekat mereka dengan hati kedua orang tua mereka. 

Ciri-Ciri Guru Yang Tidak Disukai Murid :

1. Menghukum Semena-mena

Menghukum murid harus didasari dengan kasih sayang, kebijaksanaan, dan kearifan. Jangan didasari kebencian, permusuhan, dan emosi yang tidak terkendali. Guru adalah pembimbing spiritual murid, sehingga sikap perilakunya harus konsisten dengan statusnya sebagai pembimbing moral dan spiritual. Kalau hukuman didasari sifat kasih sayang, maka guru akan menghindari cara-cara yang di luar batas kewajaran, bahkan ia akan menghukum murid dengan hal-hal positif yang bisa meningkatkan kemampuan dan integritas moralnya. Misalnya, disuruh shalat Dhuha enam rakaat, membaca al-Qur’an satu juz, menulis shalawat Nabi sebanyak tiga lembar, dan lain-lain yang bersifat mendidik dan tidak menyakitkan perasaan dan menjatuhkan harga diri murid. Walaupun terhukum, namun ia tetap merasa eksistensi dan harga dirinya tidak dilecehkan. Dengan demikian, murid akan tetap menghormati guru dengan penuh cinta dan kasih sayang.

2. Suka Menyuruh

Hubungan murid dan guru adalah hubungan fungsional akademik. Urusan mereka berkisar pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, skill, attitude, dan profesionalisme. Di luar urusan itu, guru berfungsi sebagai pengasuh dan pendidik yang memberikan keteladanan baik bagi murid-muridnya. Karena itu, sikap guru yang suka memerintah di kelas sangat tidak patut. Murid-muridnya akan menganggap gurunya sebagai penguasa otoriter yang bertindak egois. Menyuruh murid mem-photocopy dan membantu mengoreksi, mungkin tidak masalah asalkan dilakukan kepentingan murid sendiri. Namun, jika demi kepentingan pribadi, maka ini sungguh di luar kewajaran.

3. Tidak Menguasai Materi

Ingat materi pembelajaran yang sang guru ajarkan di kelas merupakan inti pokok pembelajaran. Jika materi kita tidak kuasai, apa yang harus kita ajarkan ke siswa, kita sebagai sang guru juga tidak mengerti. makanya banyaklah belajar dan membaca sebelum mengajar. Siapkan materi dengan sempurna.

4. Jarang Masuk

Guru yang sibuk dengan banyak kegiatan di luar sekolah, sebaiknya tidak usah mempertahankan statusnya di sekolah. Karena, hal itu akan mengorbankan kepentingan siswa yang mempunyai hak atas pelajaran yang diampunya. Apabila kalau dia mengajar materi penting. Dengan demikian, guru yang jarang masuk akan dibenci siswa. Siswa merasa gurunya tidak sungguh-sungguh, tidak memperhatikan kepentingan siswa, dan bertindak hanya demi kepentingannya sendiri.

5. Berpakaian Kurang Rapi

Bagi murid-murid sekarang ini, baik di kota maupun di desa, bahkan sampai ke pelosok penjuru nusantara, kerapian pakaian sudah menjadi kebutuhan utama dalam proses belajar mengajar. Murid sangat senang melihat gurunya berpakaian rapi dan sopan. Murid kurang respect terhadap guru yang berpakaian tidak rapi. Ketika murid senang dengan performance lahir guru, maka hal ini akan sangat berpengaruh terhadap penerimaan murid terhadap materi pelajaran yang disampaikan.

6. Pilih Kasih (Tidak Adil)

Seorang guru tidak boleh pilih kasih dalam masalah apa pun. Sikap pilih kasih akan membuat kebijakan guru tidak dihormati murid-muridnya. Mereka akan bertindak lebih jauh, seperti tidak mengindahkan perintah guru. Oleh sebab itu, sikap pilih jangan sampai ditunjukkan guru kepada murid-muridnya. Pandang semua murid sebagai anak yang harus dicintai dan diperlakukan sama demi mempersiapkan masa depan mereka dengan baik. Pilih kasih adalah tindakan yang tidak adil dan mencerminkan sikap arogan dari guru yang bersangkutan. Inilah yang harus dihindari guru.

7. Berkata Kasar

Perkataan guru kepada murid harus halus, memikat, dan penuh perhatian. Setiap bimbingan, motivasi, dan nasihat harus disampaikan dengan perkataan yang penuh lemah lembut. Tidak keluar dengan mulut kasar yang membuat kebencian dan permusuhan pada murid-muridnya. Kalau bimbingan, nasihat, dan masukan guru kepada muridnya keluar dengan mulut yang kasar, maka tidak akan ada efektivitas dalam pembelajaran yang dilakukan. Murid akan mencemooh dan mengolok-olok guru yang sering berkata kasar.

Oleh sebab itu, jangan sekali-kali guru berkata kasar kepada muridnya, walau murid bersikap menjengkelkan. Sebagai orang tua, guru harus bersikap dewasa dan sabar terhadap murid-muridnya. Itulah keteladanan guru dalam sikap yang sesuai dengan anjuran agama dan nilai-nilai luhur pancasila.

8. Suka Memberi PR Tanpa Mengoreksi

PR (pekerjaan rumah) bisa membuat murid rajin belajar di rumah. Mereka akan mengatur waktunya untuk mengerjakan PR yang diberikan guru. Namun, ketika kesungguhan mereka ternyata disia-siakan guru, maka semangat mereka menjadi kendor. Guru tidak pernah mengoreksi PR yang dikerjakan siswa, atau mengoreksinya tapi asal-asalan.

Siswa merasa, guru mereka tidak menghormati dan mengapresiasi keseriusan mereka dalam mengerjakan PR. Tidak hanya itu, selain tidak mengoreksi atau mengoreksi secara asal-asalan, ternyata nilai PR tidak berpengaruh kepada nilai rapor murid karena manajemen guru yang lemah dan acak-acakan. Akibatnya, mungkin murid akan membalas sikap guru yang tidak apresiatif itu. Mereka akan mengerjakan PR secara asal-asalan, tidak serius, menyontek temannya, atau tida mengerjakan sama sekali.

9. Suka Menyuruh

Hubungan murid dan guru adalah hubungan fungsional akademik. Urusan mereka berkisar pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, skill, attitude, dan profesionalisme. Di luar urusan itu, guru berfungsi sebagai pengasuh dan pendidik yang memberikan keteladanan baik bagi murid-muridnya. Karena itu, sikap guru yang suka memerintah di kelas sangat tidak patut. Murid-muridnya akan menganggap gurunya sebagai penguasa otoriter yang bertindak egois. Menyuruh murid mem-photocopy dan membantu mengoreksi, mungkin tidak masalah asalkan dilakukan kepentingan murid sendiri. Namun, jika demi kepentingan pribadi, maka ini sungguh di luar kewajaran.

10. Susah Dimintai Tolong

Senang menolong murid-murid harus menjadi salah satu karakter seorang guru. dalam konteks ini, menolong bisa dalam bentuk yang bermacam-macam, seperti memberikan jalan keluar dari masalah yang dihadapi murid, membantu kesulitan murid dalam pelajaran, dan mengurangi kesedihan yang dialaminya, mengunjungi murid yang sedang sakit, mendoakan dan mendorong kesuksesan murid.


Demikianlah informasi dan penjelasan artikel pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat dan dengan adanya artikel di atas, marilah kita meluruskan kembali niat kita untuk menjadi seorang tenaga pendidik yang baik menurut penilaian dari Allah Swt. Sekian dan terima kasih.

0 Response to "Siapa Yang Pintar Guru Atau Siswanya"

Posting Komentar