Meriahnya Lunar New Year Dan Sejarah Lengkapnya

Meriahnya Lunar New Year Dan Sejarah Lengkapnya - Pada kesempatan kali ini, penulis akan membagikan kepada anda semua informasi dan artikel bermanfaat yang membahas mengenai Meriahnya Lunar New Year Dan Sejarah Lengkapnya. Untuk lebih jelas dan lengkapnya, langsung saja anda menyimak penjelasan artikel di bawah ini :
Meriahnya Lunar New Year Dan Sejarah Lengkapnya
Meriahnya Lunar New Year Dan Sejarah Lengkapnya

Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek sangat beragam. Namun, kesemuanya banyak berbagi tema umum seperti perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta penyulutan kembang api. 

Pada Hari ini tahun baru China atau Chinese Lunar New Year dirayakan kembali di seluruh penjuru dunia. Ratusan juta orang merayakan datangnya tahun Ayam Api. Karena di anggapnya sebagai perayaan terbesar bagi orang China satu kali dalam setahun.

Tahun baru itu secara resmi jatuh pada hari ini, Sabtu, 28 Januari 2017. Bagi kebanyakan warga China, Lunar New Year adalah satu-satunya liburan sepanjang tahun. Biasanya, perayaan tahun baru dirayakan dengan menyalakan kembang api dan petasan yang tak terhitung jumlahnya.
Menurut zodiak China, mereka yang lahir pada tahun Ayam Jantan adalah orang-orang yang berani, bertanggungjawab, dan tepat waktu.

Diberitakan oleh ABC, Sabtu, 28 Januari 2017, di Beijing, perayaan tahun baru China dirayakan dengan sangat meriah. Di mana lebih dari ratusan juta warga China menyalakan kembang api, dan membuat negara tersebut terasa berada dalam zona perang. Letusan petasan dan kembang api terdengar di seluruh sudut penjuru negeri, mulai dari gang-gang kecil, jalan raya, hingga taman publik.

Namun, pemerintah kini lebih membatasi penggunaan kembang api dan petasan untuk mencegah terjadinya masalah. Jumlah petasan dan kembang api dibatasi untuk mencegah terjadinya kabut asap. Namun warga tetap diizinkan berkerumun dan merayakannya di jalan raya.

Di Hong Kong, puluhan ribu orang memadati jalanan untuk menyaksikan parade di jalan raya. Mengikuti kebiasaan lama, ratusan juta orang akan berkumpul di depan televisi untuk menonton CCTV Spring Festival Gala, sebuah acara yang berlangsung selama lebih dari empat jam dengan tampilan sandiwara, musik, dan tari.  Sejak ditayangkan pada tahun 1983, acara tersebut selalu menjadi favorit saat Lunar New Year.

Sementara di Australia, kawasan tepi pantai Sydney Harbour akan dihiasi oleh 12 lampion yang melambangkan zodiac dalam China. Sedangkan Sydney Opera House dan Harbour Bridge akan bermandi cahaya merah. Lebih dari satu juta orang diharapkan hadir dalam festival yang akan berlangsung selama dua pekan. Dan perayaan ini akan menjadi perayaan terbesar menyambut Lunar New Year diluar Asia.

Sejarah Imlek, Chinese New Year

Di Negara asalnya yaitu China dan juga negara yang mayoritas berpenduduk Chinese seperti Taiwan, Hongkong Perayaan Tahun Baru ini juga disebut Perayaan Musim Semi, ” Chung Chie atau The Spring Festival “. Secara resmi perayaan ini kemudian disebut Chinese New Year (Tahun Baru Chinese). Nama ini digunakan untuk mengganti sebutan Tahun Baru Lunar sejak setelah revolusi Xinhai pada tahun 1911. Aslinya perayaan musim semi ini adalah warisan masa lampau yaitu ritual La.

Secara umum, La adalah hari terakhir dalam satu tahun pada saat panen raya sudah dirampungkan dan sebagai ungkapan rasa syukur, orang Chinese (Tionghoa) memberikan sesaji kepada para dewa dan leluhur.

Menurut kamus bahasa China modern, La berarti periode bulan keduabelas menurut kalender lunar disaat mana upacara ritual untuk menghormati dewa-dewi dan leluhur dilaksanakan.

Pada masa Dinasti Han berkuasa di Tiongkok, Xu Shen menulis dalam bukunya bahwa, pada hari La, 36 hari setelah perayaan Dongzhi (yaitu hari terpendek dalam satu tahun yang biasanya bertepatan dengan tanggal 21 atau 22 bulan Desember), semua dewa diberikan sesaji.

Walaupun perayaan musim semi ini jatuh pada hari pertama bulan pertama suatu tahun, namun umumnya perayaan berlangsung sepanjang bulan. Dimulai dengan pesta atau perayaan membuat dan memakan semacam bubur special yang disebut ” La Ba Zhou ” pada hari kedelapan bulan keduabelas tahun lunar. Bubur ini disebut juga “Bubur hari kedelapan dari La”.

Dibagian Selatan China, dan juga dibawa hingga kenegara-negara di Asia Tenggara, makanan ini dikenal sebagai “onde-onde berkuah”. Rangkaian perayaan berakhir pada hari kelimabelas bulan pertama (Cap Go Me), dimana orang-orang Tionghoa merayakan “Yuan Xiao atau Festival Lampion”. Belakangan festival lampion ini juga diramaikan dengan Tarian Naga (Liang Liong) dan Akrobat Barongsai.

Legenda Perayaan Musim Semi

Menurut legenda, konon pada masa lampau ada seorang pria bernama Wannian. Suatu hari ia duduk dibawah pohon dan menyadari kalau bayangan pohon bergerak secara teratur sesuai dengan pergerakan matahari. Berdasarkan pengamatannya, Wannian membuat semacam pengukur waktu menggunakan tongkat. 

Namun sayang, pengukur waktu penemuannya ini hanya berfungsi ketika sinar matahari tidak sedang tertutup awan pada siang hari dan dimalam hari sama sekali tidak dapat dipergunakan. Hal ini memacu Wannian untuk menciptakan suatu alat yang tidak tergantung oleh sinar matahari. Ia lalu membuat semacam jam dengan mempergunakan sebuah jar yang diletakkan sedemikian rupa sehingga air di dalam jar tersebut akan menetes perlahan dengan interval yang dapat diatur.

Diwaktu yang sama, Raja Zuyi sedang mencemaskan bencana alam yang melanda negerinya. Ia yakin banyak penderitaan akibat bencana alam dapat dihindari atau setidaknya dikurangi efeknya jika saja dia tahu bagaimana memprediksi cuaca. Salah satu menterinya, A-heng yang ingin mencari muka dihadapan raja malah mengusulkan raja mengadakan upacara sembahyang pada langit (Tuhan), katanya Kaisar Giok (Bossnya Dewa-Dewi orang Tionghoa) minta sogokan atau kalau tidak akan diturunkan bencana. Raja Zuyi menerima usulannya, tetapi bencana alam tetap saja tidak dapat dihindari.

Ketika Wannian mendengar hal itu, ia segera pergi menemui Raja Zuyi. Ia menerangkan hasil observasinya mengenai waktu dan perubahan alam kepada sang raja. Zuyi sangat terkesan sehingga ia segera mendirikan stasiun pengamat cuaca lengkap dengan alat ukur waktu agar Wannian dapat menciptakan sebuah sistem kalender demi kepentingan rakyatnya.

Beberapa waktu kemudian, Raja Zuyi menyuruh A-heng untuk memeriksa hasil pekerjaan Wannian. Menteri tersebut pergi ke stasiun pengamat cuaca dan menemukan catatan-catatan Wannian di dinding, bahwa satu siklus waktu yang terdiri dari 360 hari, 12 siklus bulan dan 4 perubahan musim. Agaknya Wanian hampir merampungkan tugasnya. 

Khawatir kalau prestasi Wannian akan membuat dirinya tersingkir dari lingkaran pengaruh Raja Zuyi, kemudian A-heng mengirim pembunuh bayaran untuk menghabisi Wannian. Namun pembunuh bayaran tersebut tertangkap sebelum mencelakai Wannian. Ketika Raja Zuyi mengetahui keterlibatan A-heng dalam rencana pembunuhan tersebut, A-heng akhirnya dihukum pancung. Setelah itu Raja Zuyi sendiri yang mengunjungi Wannian di stasiun cuacanya.

Wannian menjelaskan bahwa ia telah berhasil menciptakan suatu kalender. Kebetulan saat itu menurut sistem kalender penemuan Wannian, satu siklus tahunan akan segera berakhir, karena itu ia meminta Raja Zuyi memilih suatu tanggal sebagai permulaanatau hari pertama tahun yang baru. Raja Zuyi berpendapat hari pertama musim semi mestinya tepat untuk dijadikan hari pertama permulaan tahun baru. Musim semi adalah musim dimana segala sesuatu yang lama digantikan oleh yang baru, musim dingin telah berlalu, bunga-bunga mulai bermekaran, tunas-tunas tanaman mulai bertumbuhan.


Demikianlah informasi dan penjelasan artikel pada kesempatan kali ini mengenai Meriahnya Lunar New Year. Semoga bermanfaat dan dengan adanya artikel di atas, kita sebagai bangsa Indonesia yang mempunyai banyak suku, bangsa, ras dan agama saling menghormati antara agama yang satu dengan agama yang lain. Sekian dan terima kasih.

0 Response to "Meriahnya Lunar New Year Dan Sejarah Lengkapnya"

Posting Komentar