Bagaimana Hukum Menikah Di Bulan Suci Ramadhan

Bagaimana Hukum Menikah Di Bulan Suci RamadhanPernikahan adalah segala sesuatu yang bersifat sakral. Dimana pernikahan itu sah secara hukum dan secara agama. Kebanyakan dari orang pasti ingin menikah dan melangsungkan hubungan pernikahan di waktu yang dianggapnya mulia dan berkah. Tetapi sebenarnya pernikahan itu tergantung niat dan keikhlasan orang yang ingin menikah.
Bagaimana Hukum Menikah Di Bulan Suci Ramadhan
Bagaimana Hukum Menikah Di Bulan Suci Ramadhan

Pada kesempatan yang penuh berkah ini, kami akan memberikan beberapa penjelasan mengenai Bagaimana Hukum Menikah Di Bulan Suci Ramadhan. Berikut di bawah ini adalah ulasannya. Perhatikan dan amatilah dengan seksama.

Pernikahan atau Nikah dalam islam dapat dikatakan sebagai Ijab Qabul. Ijab Qabul atau akad nikah adalah kegiatan yang mengharuskan hubungan antar sepasang manusia untuk mengucapkan kata-kata yang ditujukan untuk pernikahan, sesuai dengan aturan agama islam. Allah menjadikan manusia itu saling berpasangan, menghalalkan pernikahan dan mengharamkan zina. 

Bagaimana dengan hukum menikah menurut islam di bulan ramadhan? Pada dasarnya, menurut hukum islam menikah itu tidak pernah ada hubungannya dengan masalah waktu. Namun, masih ada sebagian di masyarakat kita yang masih membawa kepercayaan nenek moyang dan adat istiadat setempat. 

Menurut Hadits Riwayat Bukhari, Rasulullah menganjurkan untuk mengadakan walimah. Walimah adalah jamuan makan di perayaan pernikahan. Rasulullah bersabda “ Adakan Walimah walaupun hanya dengan seekor kambing.” (H.R. Bukhari). Dari sunnah diatas, dapat dipastikan sunnah ini tidak bisa dijalankan pada siang hari di bulan ramadhan. sedangkan pada malam hari semua orang melakukan shalat tarawih. 

Semua hari menurut agama islam itu baik. Namun ada beberapa waktu istimewa menurut sunnah rasul, misalnya waktu 1/3 malam yang bagus dilakukan untuk melakukan tahajud. Tidak masalah menikah di bulan ramadhan asal diselenggarakan dengan niat yang baik. Hanya saja, ada dua catatan yang perlu diperhatikan bagi mereka yang menikah di bulan Ramadhan, 

Pertama, tidak boleh diyakini bahwa menikah di bulan Ramadhan memiliki nilai keutamaan khusus dibandingkan bulan lainnya, kecuali jika di sana ada dalil yang menyebutkan keutamaan khusus menikah di bulan Ramadhan. 

Kedua, pasangan suami istri yang menikah di bulan Ramadhan harus bisa memastikan bahwa mereka tidak akan membatalkan puasa melalui jalur syahwat, dalam bentuk hubungan badan atau mengeluarkan mani dengan melakukan mukadimah jima’. Karena mengeluarkan mani dengan sengaja, termasuk pembatal puasa.

Demikianlah artikel dan informasi penting buat anda yang ingin Melangsungkan Pernikahan. Semoga bermanfaat dan anda tidak salah persepsi lagi dalam menentukan suatu hubungan pernikahan. Karena bisa jadi ada  bulan lain yang tidak diketahu dari 12 bulan tersebut tapi Allah Swt merahasiakannya kepada kita semua.

0 Response to "Bagaimana Hukum Menikah Di Bulan Suci Ramadhan"

Post a Comment