Khasiat Dan Manfaat Mengamalkan Surah At Taghabun

Khasiat Dan Manfaat Mengamalkan Surah At Taghabun - Ya Allah Ya Rabbi, Alhamdulillah pada kesempatan yang sama berbahagia ini, kita masih dapat beratap muka di hari yang berkah ini. Pembahasan utama kita pada kali ini yaitu Khasiat Dan Manfaat Mengamalkan Surah At-Taghabuun. Perhatikan dan amatilah penjelasan berikut di bawah ini dengan serius.
Khasiat Dan Manfaat Mengamalkan Surah At Taghabun
Khasiat Dan Manfaat Mengamalkan Surah At Taghabun


Insya Allah, jika Tuhan mengizinkan dapat menyembuhkan penyakit jantung dan lain sebagainya. Apabila selesai sahaja membaca ayat ini, hembuskan ke dada sebelah kiri sebanyak tiga kali. Insya Allah berkesan.

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. Segala yang ada di langit dan yang ada di bumi sentiasa mengucap tasbih kepada Allah; Bagi-Nyalah kuasa pemerintahan dan bagi-Nyalah segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

(1) Dialah yang mengaturkan kejadian kamu; maka ada sebahagian dari kamu yang kafir dan ada sebahagian dari kamu yang beriman dan Allah Maha Melihat akan segala yang kamu kerjakan (serta membalas masing-masing).

(2) Dia menciptakan langit dan bumi dengan cara yang sungguh layak dan berhikmat, dan Dia menentukan bentuk rupa kamu serta memperelokkan rupa kamu dan kepadaNyalah tempat kembali.

(3) Dia mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi dan Dia mengetahui segala yang kamu rahsiakan serta yang kamu zahirkan dan Allah sentiasa Mengetahui segala (isi hati) yang terkandung di dalam dada;

(4) Bukankah telah sampai kepada kamu berita orang-orang kafir yang telah lalu? Lalu mereka merasai kesan yang buruk dari perbuatan kufur mereka dan mereka (pada hari akhirat kelak) beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

(5) (Balasan) yang demikian itu, kerana sesungguhnya mereka pernah didatangi Rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang jelas nyata, maka mereka berkata: Patutkah manusia (yang seperti kami menjadi Rasul untuk) memberi petunjuk kepada kami? Lalu mereka kufur ingkar serta berpaling (dari kebenaran) dan Allah pun menyatakan tidak berhajat-Nya (kepada iman dan ketaatan mereka lalu membinasakan mereka) dan Allah sememangnya Maha Kaya, lagi tetap Terpuji.

(6) (Di antara sebab-sebab kufur) orang-orang yang kafir (ialah kerana mereka) mengatakan bahawa mereka tidak sekali-kali akan di bangkitkan (sesudah mati). Katakanlah: Bahkan, demi Tuhanku, kamu akan dibangkitkan, kemudian kamu akan diberitahu tentang segala yang kamu telah kerjakan dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah melaksanakannya.

(7) Oleh itu, berimanlah kamu kepada Allah dan kepada Rasul-Nya serta kepada penerangan cahaya Al-Quran yang Kami turunkan dan (ingatlah), Allah Amat Mendalam Pengetahuan-Nya akan segala yang kamu kerjakan.

(8) (Ingatkanlah) masa Allah menghimpunkan kamu pada hari perhimpunan (untuk menerima balasan), itulah hari masing-masing nampak kerugiannya dan (ingatlah), sesiapa yang beriman kepada Allah serta mengerjakan amal soleh, niscaya Allah mengampunkan dosa-dosanya dan memasukkannya ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; yang demikian itulah kemenangan yang besar.

(9) Dan orang-orang yang kafir serta mendustakan ayat-ayat keterangan Kami, merekalah ahli Neraka, kekallah mereka di dalamnya dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

(10) Tidak ada kesusahan (atau bala bencana) yang menimpa (seseorang) melainkan dengan izin Allah dan sesiapa yang beriman kepada Allah, Allah akan memimpin hatinya (untuk menerima apa yang telah berlaku itu dengan tenang dan sabar) dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.

(11) Dan taatlah kamu kepada Allah serta taatlah kepada Rasulullah; maka kalau kamu berpaling (enggan taat, kamulah yang akan menderita balasannya yang buruk), kerana sesungguhnya kewajipan Rasul Kami hanyalah menyampaikan (perintah-perintah) dengan jelas nyata.

(12) Allah, tiada Tuhan melainkan Dia dan dengan yang demikian, kepada Allah jualah orang-orang yang beriman wajib berserah diri.

(13) Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya ada di antara isteri-isteri kamu dan anak-anak kamu yang menjadi musuh bagi kamu; oleh itu awaslah serta berjaga-jagalah kamu terhadap mereka dan kalau kamu memaafkan dan tidak marahkan (mereka) serta mengampunkan kesalahan mereka (maka Allah akan berbuat demikian kepada kamu), kerana sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

(14) Sesungguhnya harta benda kamu dan anak-anak kamu itu hanyalah menjadi ujian, dan di sisi Allah jualah pahala yang besar.

(15) Oleh itu bertakwalah kamu kepada Allah sedaya supaya kamu dan dengarlah (akan pengajaran-pengajaran-Nya) serta taatlah (akan perintah-perintah-Nya) dan belanjakanlah harta kamu (serta buatlah) kebajikan untuk diri kamu dan (ingatlah), sesiapa yang menjaga serta memelihara dirinya daripada dipengaruhi oleh tabiat bakhilnya, maka merekalah orang-orang yang berjaya.

(16) Dan kalau kamu memberi pinjaman kepada Allah, sebagai pinjaman yang baik (ikhlas), nescaya Allah akan melipat gandakan balasanNya kepada kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu dan Allah amat memberi penghargaan dan balasan kepada golongan yang berbuat baik, lagi Maha Penyabar (untuk memberi peluang kepada golongan yang bersalah supaya bertaubat).

(17) Dialah yang mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata, (dan Dialah jua) yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana. /(18)


Surat At Taghaabun adalah surat ke 64 dalam Al Qur'an. Surat ini tergolong surat madaniyyah, terdiri atas 18 ayat. Nama At Taghaabun diambil dari kata At Taghaabun yang terdapat pada ayat ke 9 yang artinya hari dinampakkan kesalahan-kesalahan.

Pokok-Pokok Isi Kandugannya:


Keimanan:
1. Seluruh isi alam bertasbih kepada Allah,
2. Penjelasan tentang kekuasaan Allah serta keluasan ilmu-Nya
3. Penegasan bahwa semua yang terjadi dalam alam ini adalah atas izin Allah.

Hukum-Hukum:

Perintah taat kepada Allah dan Rasul  Perintah supaya bertakwa dan menafkahkan harta.

Lain-Lain:
1. Peringatan kepada orang kafir tentang nasib orang dahulu yang mendurhakai Rasul-Rasul-Nya. 
2. Diantara isteri-isteri dan anak-anak seseorang ada yang menjadi musuh baginya. 
3. Harta dan anak-anak adalah cobaan dan ujian bagi manusia.

فاتقوا الله ما استطعتم واسمعوا وأطيعوا وأنفقوا خيرا لأنفسكم ومن يوق شح نفسه فأولئك هم المفلحون


Terjemahan Ayat
“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung”. (Q.S. At-Taghaabun: 16).

Maksud ayat diatas : Nafkahkanlah nafkah yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat.

Asbabun Nuzul


Imam Hakim mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa Abdu Yazid yang dikenal dengan nama panggilan Abu Rukanah telah menjatuhkan talak kepada istrinya yang bernama Ummu Rukanah, lalu ia kawin lagi dengan seorang wanita dari kalangan kabilah Muzayanah. Umu Rukanah mengadukan hal tersebut kepada Rasulullah saw. untuk itu ia datang dan berkata kepadanya, "Wahai Rasulullah! Tidak sekali-kali dia menceraikan aku melainkan karena demi si pirang itu." Maka Allah menurunkan ayat ini, yaitu firman-Nya, "Hai Nabi! Apabila kamu menceraikan istri-istrimu hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) idahnya (yang wajar)..." (Q.S. Ath-Thalaq 1).

Imam Dzahabi memberikan komentarnya, bahwa sanad hadis ini berpredikat lemah, dan matannya keliru, karena sesungguhnya Abdu Yazid tidak sempat masuk Islam. Imam Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Qatadah bersumber dari Anas r.a. yang telah menceritakan, bahwa Rasulullah saw. menceraikan Siti Hafshah, lalu Siti Hafshah kembali kepada keluarganya. Maka Allah menurunkan firman-Nya, "Hai Nabi! Apabila kamu menceraikan istri-istrimu hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) idahnya (yang wajar..." (Q.S. Ath-Thalaq 1)

Kemudian ada yang berkata kepada Rasulullah saw., "Rujukilah dia karena sesungguhnya dia (Siti Hafshah) adalah wanita yang banyak berpuasa dan salat." Imam Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis ini secara mursal melalui Qatadah. Demikian pula Imam Ibnu Munzir mengetengahkan hadis ini secara mursal melalui Ibnu Sirin. Imam Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Muqatil sehubungan dengan firman-Nya, "Hai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu..." (Q.S. Ath-Thalaq

1) Muqatil mengatakan, bahwa kami telah mendengar, bahwasanya ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abdullah bin Amr bin Ash, Thufail bin Harits, dan Amr bin Sa'id bin Ash.

Tafsir

Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan supaya manusia yang mempunyai harta, anak dan istri itu bertakwa kepada-Nya sekuat tenaga dan kemampuannya, sebagaimana dijelaskan yang demikian oleh sabda Nabi SAW:

إذا أمرتكم بأمر فأتو منه ما استطعتم وما نهيتكم عنه فاجتنبوه

Artinya: Apabila saya perintahkan kamu dengan sesuatu maka laksanakanlah sekuat tenaga dan kemampuanmu dan apa yang saya larang melakukannya, maka jauhilah ia. (HR. Bukhari)
dan dijelaskan pula dalam ayat yang berbunyi:

اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ


Artinya: Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Q.S Ali Imran: 102).

Selanjutnya Allah memerintahkan supaya mendengar dan patuh kepada apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya. Jangan terpengaruh pada keadaan sekelilingnya, di kiri dan kanannya, sehingga melanggar apa yang dilarang agama. Harta benda supaya dibelanjakan untuk meringankan penderitaan fakir miskin, menolong orang-orang yang memerlukan pertolongan, dan untuk menolong hal-hal yang berguna kepada umat dan agama, kepada yang membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. Yang demikian itu jauh lebih baik daripada menumpuk harta dan memanjakan anak.

Ayat ke 16 ini ditutup dengan satu penegasan bahwa orang yang menjauhi kebakhilan dan ketamakan pada harta adalah orang yang beruntung, akan mencapai keinginannya di dunia dan di akhirat, disenangi oleh teman-temannya. Di akhirat nanti ia sangat berbahagia, karena ia dekat pada Tuhannya, disenangi, diridai dan dimasukkan ke dalam surga.

Terjemahan Secara Harfiah


Detail Surat At-Taghabun Ayat 16

فاتقوا

Maka bertakwalah kamu

الله

 Allah

ما

Apa

استطعتم

Menurut kesanggupanmu

واسمعوا

Dan dengarlah

وأطيعوا

Dan taatlah

وأنفقوا 

Dan belanjakan

خيرا

Baik

لأنفسكم

Bagi dirimu

ومن 

Dan barang siapa

يوق

Dipelihara

شح

Kekikiran

نفسه

Dirinya

فأولئك

Maka mereka itu

هم

Mereka

المفلحون

Orang-orang yang beruntung

Surat Yang Berkaitan

Q.S.Al-Lail : 8-11 (92:8)

وَأَمَّا مَن بَخِلَ وَاسْتَغْنَى

Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasadirinya cukup,
(92:9)

وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى

serta mendustakan pahala yang terbaik,
(92:10)

فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى

maka kelak Kami akan menyiapkan baginya(jalan) yang sukar.
(92:11)

وَمَا يُغْنِي عَنْهُ مَالُهُ إِذَا تَرَدَّى

Dan hartanya tidak bermanfaat baginyaapabila ia telah binasa.


Q.S.Al-Hasyr :
(59:9)

وَمَن يُو\قَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan siapa yang dipeliharadari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orangyang beruntung.

Hadist yang Berkaitan:

1. Nabi SAW bersabda: “Tidaklah ada satu hari pun yang dilalui oleh setiap hamba pada pagi harinya, kecuali ada dua malaikat yang turun, berkata salah satu dari keduanya: Ya Allah berilah orang yang suka menginfakkan hartanya berupa ganti (dari harta yang diinfakkan tersebut), dan berkata (malaikat) yang lain: Ya Allah, berilah orang yang kikir kebinasaan (hartanya)”. (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Demikian pula yang difirmankan-Nya dalam hadits qudsi: “Berinfaklah wahai anak Adam, niscaya engkau akan diberi balasan/gantinya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Perhatikan sabda Rasulullah SAW: “Tidaklah sedekah itu akan mengurangi harta (HR. Muslim).

4. Rasulullah SAW memerintahkan mereka untuk banyak-banyak bersedekah, walaupun mungkin ada di antara mereka yang tidak memiliki kelebihan harta, beliau SAW tetap memberikan dorongan untuk berinfak, bersedekah, dan memberikan apa yang dimiliki kepada siapa saja yang membutuhkan. Beliau SAW bersabda: “Wahai para wanita muslimah, janganlah seorang tetangga meremehkan untuk memberikan sedekah kepada tetangganya walaupun hanya sepotong kaki kambing” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

5. Kebinasaan yang akan ditimpa oleh orang-orang yang kikir tidak hanya di akhirat saja, bahkan Allah SWT menyegerakan azab bagi mereka di dunia. Perhatikan sabda Rasulullah SAW berikut ini: “Tidaklah suatu kaum mencegah dari memberikan zakat kecuali Allah akan menimpakan bala’ kepada mereka dengan paceklik.” (HR Ath Thabarani).

Kajian Ilmu


Sebagai seorang pendidik kita harus menjadi teladan bagi peserta didik .Seperti sabda Rasulullah saw “Aku hanya diutus sebagai seorang pendidik”.Juga dalam hadist lain beliau bersabda “Aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.Sabda Nabi ini membuktikan bahwa islam mengapresiasiakan siapa pun yang berkecimpung dalam dunia pendidikan.Dan dipertegas dengan sabda yang lain “Yang terbaik diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya”.

Dalam hadist yang sudah disebutkan menegaskan kepada kita bahwa profesi sebagai pendidik itu amat luhur.

Untuk itu, seorang pendidik harus menyadari betul keagungan profesinya dan harus menghiasi dirinya dengan akhlak yang terpuji,jiga tidak boleh kikir dalam menyampaikan pengetahuannya dan menganggap remeh semua aral yang merintangi tercapainya target utama.Sikap seperti ini akan mampu mendorong seorang pendidik untuk melakukan hal-hal besar dalam menjalani profesinya demi mendapatkan hasil yang maksimal. Sifat kikir bagi seorang gurudapat menghilangkan rasa kasih sayang. Yaitu rasa kasih sayang seorang pendidik kepada peserta didik. 

Dengan kata lain,orang yang kikir dengan ilmunya lebih buruk daripada orang kikir dengan uangnya. Guru yang baik akan senantiasa membagi ilmunya dengan peserta didiknya,sehingga peserta didiknya memiliki etika yang baik dalam berbagai hal.Sifat kikir sebagai pendidik sangatlah tidak baik,oleh karenanya Allah SWT mengatakan bahwa beruntunglah orang yang terpelihara dari kikir.

Sebagai Kesimpulan:


Harta seolah-olah sudah menjadi tolok ukur tinggi dan rendahnya status sosial seseorang di masyarakat. Sehingga tidaklah mengherankan jika kemudian harta menjadi buruan yang senantiasa diintai oleh para pemburunya. Bahkan bagi beberapa orang ada yang bersedia melakukan apapun, untuk bisa mendapatkan harta buruannya, walaupun dengan menghalalkan segala cara. Setelah mendapatkannya, sebagian dari kita, ada yang merasa berat untuk mengeluarkan sebahagian dari harta mereka untuk disedekahkan. Padahal dalam rezeki yang mereka dapatkan, ada hak bagi anak yatim dan kaum dhuafa.

Sedikitnya ada 3 kerugian yang akan dialami manusia saat dirinya dikuasai oleh sifat kikir atau pelit, dan hal itu tidak memberikan keuntungan sedikitpun baginya. Pertama, ia akan jauh dari Allah Swt, yang berarti tidak akan mendapatkan rahmat dan ampunan-Nya. Kedua, ia akan jauh dari manusia, sebab tidak seorang pun yang suka bergaul dengan manusia kikir. Ketiga, berpeluang masuk ke dalam neraka, sebab hidupnya tiada lagi berarti. Di mata Allah Swt ia hina dan bagi manusia ia dianggap sebagai lawan. (Al hadits)

Sebagai pendidik hindari sifat kikir dengan etika seorang pendidik yaitu :

  • Mengajarkan dan mempraktikan etika islam
  • Menggunakan kata-kata yang bijak
  • Memperingati anak didiknya yang melakukan kesalahan
  • Menjawab pertanyaan anak didiknya
  • Menjaga kebersihan diri dan pakaiannya
  • Menghiasi wajahnya dengan senyuman

Saran menjadi pendidik yang sukses

  • Menguasai bidang pelajaran yang diasuh
  • Menjadi teladan dalam perkataan dan perbuatan
  • Mampu mengamalkan apa-apa yang diajarkan
  • Memiliki keluhuran akhlak dan tingkat pendidikan
  • Saling membantu dengan sesama pendidik
  • Menghiasi diri dengan sifat sabar dalam setiap hal

Demikianlah artikel pada kesempatan yang berbahagia ini, semoga bermanfaat dan kita semakin merenungi setiap apa yang terjadi dalam hidup ini. Semoga kita termasuk hamba Allah yang  selalu mensucikan diri disetiap saja dan selalu minta pengampunan dari Allah Swt. Amin Ya Rabb.

0 Response to "Khasiat Dan Manfaat Mengamalkan Surah At Taghabun"

Posting Komentar