Ruang Lingkup Penyebab Utama Kurangnya Minat Belajar Siswa

Ruang Lingkup Penyebab Utama Kurangnya Minat Belajar Siswa - Suasana belajar tentu akan berhasil, apabila siswa mempunyai semangat dan termotivasi untuk belajar, dan guru pun tentunya juga bersemangat dalam mengajar siswa, apalagi sarana belajarnya lengkap dan proses pembelajaran suasananya menyenangkan.
Ruang Lingkup Penyebab Utama Kurangnya Minat Belajar Siswa
Ruang Lingkup Penyebab Utama Kurangnya Minat Belajar Siswa

Siswa yang tidak bersemangat dalam belajarnya, akan terlihat dari aktifitas ia dalam belajar, ia terlihat malas-malasan, sering ngobrol dengan temannya, perhatian tidak fokus ke pelajaran, membuka buku tapi bukan buku yang sedang dipelajari, tidur di kelas, sibuk sendiri dengan HP-nya, atau bahkan siswa tersebut pandangannya kosong.
Dalam mengajar pun seorang guru tentu mempunyai kemampuan terbatas untuk mempertahankan semangat mengajarnya. Pada awal tentunya dengan energi yang masih full, ia akan mempunyai semangat yang tinggi, suaranya menggebu-gebu, bahkan kadang-kadang lupa bahwa didepannya masih ada siswa terbengong-bengong.

Ia terus berceramah layaknya seorang orator ulung bahkan melebihi oratornya ‘Soekarno’. Tetapi di akhir pembelajaran atau pada jam-jam terakhir energi sudah mulai turun, semangat jadi kendor, bahkan semakin putus asa manakala begitu ia bertanya pada siswanya, siswa tidak bisa menjawab apa-apa. Kadang-kadang karena saking semangatnya selama pembelajaran waktunya digunakan untuk ceramah, lupa masih ada sarana pembelajaran (alat dan bahan praktek) di atas meja yang belum terjamah.

Proses pembelajaran akan menyenangkan apabila seorang guru menerapkan prinsip “PAIKEM”. Proses belajar yang menyenangkan tentu akan menimbulkan suasana belajar yang sejuk, santai, siswa tidak terasa tertekan, mereka bebas mengekspresikan dan mengaktualisasikan dirinya dalam proses belajarnya. Guru pun tentunya tidak mengeluarkan energi yang banyak, waktunya bisa digunakan untuk mengamati siswanya, apakah mereka belajar?, bagaimana mereka belajar?. Guru bisa membantu siswa yang kesulitan dalam belajar, memberi arahan kalau siswa menyimpang dari apa yang telah menjadi tujuan pembelajaran.

Prestasi belajar siswa akan meningkat apabila dalam proses pembelajaran, seorang guru bisa menerapkan metode pembelajaran yang menumbuhkan motivasi siswa belajar, dan bisa mengakomodasi gaya belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM). 

Menurut saya hal tersebut bisa terwujud apabila kita menerapkan metode pembelajaran yang efektif dan variatif. Metode pembelajaran ini diantaranya pembelajaran Contextual Teaching Learning, atau Cooveratif Learning. Kita bisa menggabungkan beberapa metode pembelajaran dalam suatu kegiatan belajar mengajar, dengan adanya variasi metode pembelajaran suasana belajar menjadi menyenangkan dan diharapkan siswa memperoleh prestasi belajar yang tinggi.

Adapun beberapa Faktor- Faktor Penyebab Turunnya Minat Belajar Siswa yang harus kita ketahui adalah:

Menurut Syah (2003) Membagi dua faktor yaitu : 


a. Faktor Intern siswa

Faktor intern siswa meliputi gangguan atau kekurangmampuan psikofisik siswa, yakni : 
  1. Ranah Kognitif (cipta), antara lain seperti rendahnya kapasitas atau inteligensi siswa. 
  2. Ranah Afektif (rasa), antara lain seperti labilnya emosi dan sikap. 
  3. Ranah Psikomotor (karsa), antara lain seperti terganggunya alat-alat indera penglihatan dan pendengaran (mata dan telinga).

b. Faktor Ekstern siswa 

Faktor Ekstern siswa meliputi semua situasi dan kondisi lingkungan sekitar yang tidak mendukung aktivitas belajar siswa. Faktor ini meliputi : 
  1. Lingkungan keluarga, misalnya ketidak harmonisan hubungan antara ayah dengan ibu, dan rendahnya kehidupan ekonomi keluarga. 
  2. Lingkungan perkampungan atau masyarakat, misalnya wilayah perkampungan kumuh (slum area) dan teman sepermainan (peer group) yang nakal. 
  3. Lingkungan sekolah, misalnya kondisi dan letak gedung sekolah yang buruk seperti dekat pasar, kondisi guru dan alat-alat belajar yang berkualitas rendah.

Sedangkan menurut mahmud (1990) yaitu :

a. Faktor internal, seperti motivasi, minat dan keyakinan

1. N.Ach (Need Of Achievement) 

Dorongan/motif untuk berprestasi. N.Ach adalah suatu motif intrinsic untuk mencapai prestasi belajar dalam hal tertentu. Dorongan yang kuat berasal dari keluarga. 

2. Takut gagal 

Takut gagal dengan adanya perasaan cemas sangat apabila menempuh ujian, sesuatu yang baru atau memecahkan masalah yang sulit, dapat mengganggu keberhasilan dalam berprestasi. Siswa yang merasa gugup selama menempuh ujian akan memperoleh hasil yang lebih buruk daripada siswa yang tenang dan santai. 

3. Takut sukses 

Apabila cukup kuat, rasa takut sukses itu dapat mendorong N.Ach seseorang dan melahirkan perasaan-perasaan negative terhadap prestasi yang baik.

b. Faktor Eksternal 


Faktor situasional sangat berpengaruh terhadap prestasi, misalnya situasi lingkungan yaitu lingkungan sekolah, lingkungan suasana rumah, lingkungan sekitar dan kualitas keluarga yang sangat berpengaruh terhadap tingkat prestasi akademik.

Selain faktor-faktor yang bersifat umum diatas, ada pula faktor lain yang juga menimbulkan kesulitan belajar anak didik. Faktor ini dipandang sebagai factor khusus. Misalnya sindrom psikologis berupa learning disability (ketidak mampuan belajar), sindrom berarti satuan gejala yang muncul sebagai indicator adanya keabnormalan psikis yang menimbulkan kesulitan belajar anak didik. Sindrom ini misalnya disleksia yaitu ketidak mampuan belajar membaca, disgrafia yaitu ketidak mampuan belajar menulis, diskalkulia yatu ketidak mampuan belajar matematika. 

Berdasarkan penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa minat belajar siswa timbul karena adanya rasa sayang, ketertarikan pada suatu hal atau ketrampilan sehingga berdampak positif terhadap kegiatan belajar, serta keinginan atau cita-cita untuk menjadi lebih baik. Disamping minat untuk melanjutkan prestasi belajar yang baik harus ada dukungan, perhatian dan motivasi dari orang tua, guru, teman, lingkungan dalam mendukung proses belajar. 

Minat seseorang berhubungan erat denga prestasinya sehingga untuk mencapai prestasi belajar yang tinggi tidak cukup hanya didukung minat. Minat belajar merupakan kecenderungan yang menetap pada diri seseorang dan merasa senang pada kegiatan belajar, diikuti dengan perubahan perilaku positif pada kegiatan belajar. Minat belajar ditimbulkan karena berbagai hal antara lain karena keinginan yang kuat untuk menaikkan martabat dan memperoleh pekerjaan yang baik serta ingin hidup senang dan bahagia. Minat belajar yang besar menghasilkan prestasi yang tinggi. Sebaliknya minat belajar yang kurang akan menghasilkan prestasi yang rendah. 

Perasaan tidak senang akan menghambat dalam belajar karena tidak melakukan sikap yang positif dan tidak menunjang minat belajar sehingga motivasi juga sukar untuk berkembang. Kenyataannya tidak semua siswa memulai bidang studi baru karena faktor minatnya sendiri, ada yang mengembangkan pelajaran karena pengaruh gurunya, teman, atau orang tuanya. Walaupun demikian dalam jangka waktu tertentu siswa yang demikian akan mampu mengembangkan minatnya dengan segala upayanya untuk menguasai mata pelajaran tersebut sehingga siswa tersebut mampumemperoleh prestasi yang baik. 

Dalam kontek itulah, yang dapat memicu turunnya minat belajar siswa serta diyakini bahwa minat mempengaruhi proses dan hasil belajar anak didik. Tidak banyak yang dapat diharapkan untuk menghasilkan prestasi belajar yang baik dari seorang anak yang tidak berminat untuk mempelajari sesuatu. 

Faktor Penyebab Rendahnya Minat Belajar :

Faktor Penyebab Rendahnya Minat Belajar
Faktor Penyebab Rendahnya Minat Siswa

Belajar adalah sebuah proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingakah laku. Belajar sangat penting dalam kehidupan setiap individu terutama sebagai siswa. Namun belajar tidak selalu menyenangkan bagi beberapa siswa. Belajar hanyalah sebuah tuntutan yang memaksa, karena harus membaca berates-ratusan buku. Padahal apabila diteliti lebih dalam belajar bukan hanya dengan membaca buku tapi dapat belajar dengan metode lain dan memperoleh informasi dari orang lain. Karena minat belajar siswa yang rendah, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi :

1. Terlalu Mengandalkan Teman

Seorang siswa malas belajar karena memiliki teman yang lebih pintar darinya untuk diandalkan, baik untuk mengerjakan PR maupun saat mengerjakan soal terutama pada saat ujian berlangsung siswa berusaha meminta contekan pada siswa yang lebih pintar, dengan bersikap baik pada siswa yang pintar, bisa juga bersikap memaksa kepadanya agar siswa pintar memberikan jawaban yang benar dan siswa yang mencontek memperoleh nilai yang tinggi.

2. Pengaruh HP

HP juga berpengaruh pada malasnya siswa untuk belajar karena waktu yang seharusnya siswa gunakan untuk belajar membaca buku, atau pun menyelesaikan tugas sekolah jadi terbuang sia-sia tidak ada gunanya. Karena siswa smssan dengan temannya. Saat siswa ingin membaca atau mengulangi pelajarannya, nada dering HP selalu mengganggu siswa saat belajar, dan membuat malas siswa untuk melanjut kan belajar.

3. Acara Televisi Yang Menarik

Acara televisi yang ditayangkan pada jam-jam belajar dapat mempentgaruhi siswa untuk menontonnya dalam jangka waktu yang lama karena ada perasaan apabila tidak menonton acara tersebut akan tertinggal informasi. Akibatnya siswa lebih memilih menonton televisi dan menunda waktu belajarnya.

4. Kurang Suka Pada Mata PelajaranTertentu

Kurang sukanya siswa pada mata pelajaran tertentu menyebabkan siswa malas untuk belajar dan 85% siswa tidak menyukai pelajaran yang menuntut mereka untuk menghitung, seperti matematika, fisika, kimia, dll. Sehingga ketika siswa mengerjakan soal yang terdapat soal berhitung mereka langsung pusing tanpa harus mencoba terlebih dahulu.

5. Pacaran

Pacaran merupakan suatu budaya yang tidak lepas dari kehidupan anak remaja, ketika mereka menginjak SMA, aktivitas mereka berubah, dari senang belajar menjadi senang pacaran dengan sang pacar, smssan bahkan telfonan hingga larut malam. Kesenangan yang diperoleh dengan sang pacar membuat siswa lupa akan kewajiabannya untuk bersusah di masa sekarang dan senang dimasa yang akan datang. Secara tidak sadar kebiasaan pacaran yang mereka lakukan perlahan dapat menghancurkan masa depan siswa tersebut.

6. Kurangnya Pengawasan Dari Orang Tua

Kurangnya pengawasan dari orang tua juga merupakan factor rendahnya minat belajar siswa, karena kesibukan kedua orang tua terhadap pekerjaannya membuat orang tua tidak peka bahkan tidak peduli kepada aktivitas yang dilakukan oleh anaknya. Jadi orang tua tidak tahu apakah anaknya sudah belajar atau tidak yang orang tahu hanyalah anaknya masih rajin ke sekolah.

7. Pengaruh Teman Untuk Kluyuran

Teman adalah proses pembuntukan kepribadian anak setelah keluarga. Maka dari itu harus pintar memilih pergaulan yang baik bagi diri mereka. Bukan berarti bersikap Diskriminan kepada teman,tetapi pergaulan yang baik itu juga memiliki dampak positif bagi siswa. Apabila siswa bergaul dengan teman yang selalu membujuk untuk santai dan bersenang senang tanpa harus memikirkan pendidikan yang akan berdampak buruk bagi masa depannya dan membuat siswa malas belajar ketika sudah terpengaruh dan salah pergaulan.


Pentingnya Peran Guru Dalam Memingkatkan Minat Belajar Siswa :

Peran Guru

Peran guru sangat penting dalam meningkatkan minat belajar siswanya saat di sekolah,Karena guru merupakan orang tua kedua bagi siswa saat di sekolah. Motifasi guru yang diberikan kepada siswa itu mampu mendorong siswa untuk meningkatkan belajarnya lebih giat lagi agar dapat memperoleh prestasi akademik yang bagus disekolahnya. Selain motifasi yang baik dari guru,metode yang digunakan guru saat proses belajar mengajar juga sangat berpengaruh terhadap keinginan siswa saat menerima materi disekolah.

Metode yang digunakan oleh guru berbeda-beda,karena sifat yang dimiliki antara guru yang satu dengan yang lainya adalah berbeda-beda. Terdapat guru yang senang kelas tanpa suara sehingga kelas sunyi,terdapat guru yang memberikan memberikan materi terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan bercerita dan bergurau dengan siswa,dan juga terdapat guru yang lebih mengutamakan keaktifas dari siswa dalam proses belajar mengajar. Tetapi sebenarnya siswa sangat menyukai metode belajar yang “SERSAN” (serius tapi santai) sehingga materi ysng diberikan mudah dingat oleh siswa dan tidak membuat siswa bosan saat proses belajar mengajar. pasti banyak siswa yang ingin metode itu di laksanakan oleh semua guru agar dalam proses KBM tidak ada rasa tegang dan takut kepada guru, dan guru akan menjadi tempat siswa untuk berkonsultasi tentang masalah pendidikan yang mereka alami. Terlaksananya metode tersebut akan membuat siswa tidak bosen saat proses belajar,siswa akan merasa senang dan meningkatkan keinginan siswa untuk selalu belajar baik dirumah ataupun di sekolah.


Dampak Rendahnya Minat Belajar Bagi negara :

Generasi muda adalah generasi penerus bangsa,Generasi yang menentukan masa depan bangsa,bagaimana selanjutnya kehidupan Negara indonesia ditangan generasi muda nanti. Generasi muda harusnya mengisi masa mudanya dengan gemar membaca dan maningkatkan keinginan untuk belajar,belajar,dan terus belajar untuk menggapai cita-cita dan menjadikan kita Negara berkembang menjadi negara maju.

Tapi moral generasi muda dan malasnya generasi muda menyebabkan banyaknya pertanyaan yang tergambar yaitu,"bagaimana nasib negara indonesia di tangan generasi yang tidak perduli dengan nasib masa depannya sendiri?",sementara keinginan membaca dan belajar mereka masih sangat rendah. Sikap generasi muda yang seperti itu menyebabkan dampak negatif bagi Negara diantaranya :

1. Terhambatnya kemajuan dari suatu negara.
2. Tidak menciptakan masyarakat yang cerdas.
3. Banyaknya pengangguran,kemiskinan,dan masalah sosial lainnya.

Dari dampak yang disebabkan oleh rendahnya minat belajar,itu semua dapat mengancam kemajuan negara. Namun,masih ada generasi muda yang peduli akan kemajuan negara dengan selalu membaca dan belajar untuk meningkatkan prestasinya dan membantu negara indonesia menjadi negara maju. Merekalah yang akan menentukan nasib negara, dengan kecerdasan dan kemampuan yang mereka miliki.

Mencontek Adalah Cara Yang Digunakan Oleh Siswa :

Mencontek adalah suatu kegiatan mencontoh/meniru/mengutip tulisan pekerjan orang lain sebagaimana aslinya. Dalam konteks pendidikan atau sekolah,beberapa perbuatan yang termasuk mencontek antara lain adalah meniru pekerjaan temean,bertanya langsung pada teman ketika sedang mengerjakan tes ujian,membawa catatan pada kertas,pada anggota badan atau pada pakaian masuk ke ruang ujian,menerima dropping jawaban dari pihak luar,mencari bocoran soal,arisan (saling tukar) mengerjakan tugas dengan temannya,menyuruh atau meminta bantuan orang lain dalam menyelesaikan tugas ujian dikelas ataupun take home test.

Dewasa ini budaya mencontek telah mendarah daging dalam diri seorang siswa,mereka menyontek dikarenakan kurangnya minat belajar mereka,dan rasa kurang percaya diri terhadap jawaban yang siswa miliki sehingga untuk mencapai nialai KKM atau nilai yang maksimal,siswa harus melakukan tindakan curang tersebut saat ujian. Menyontek merupakan penyimpangan yang terjadi dalam lingkungan sekolah. 

Banyak sekali dampak mencontek bagi diri sendiri,orang lain,masyarakat,bangsa,dan negara. Menyontek berdampak secara psikologi yaitu juga dapat mengurangi kepercayaan diri seseorang. Al ini dikarenakan oleh faktor internal yang ditekan karena pengaruh lingkungan. Menyontek mengakibatkan seseorang tidak mau berusaha sendiri dan selalu mengandalkan orang lain,jika begitu tentu saja akan muncul generasi yang bodoh dan tidak jujur.

Sebuah tugas yang berat dalam upaya mengatasi kebiasaan mencontek dikalangan pelajar. Salah satu upaya yang bisa kita lakukan adalah memberikan motivasi pada siswa yang mencontek pada saat ulangan agar siswa dapat bersikap jujur dalam menghadapi ulangan dan menanamkan rasa percaya diri pada setiap siswa.

Pentingnya Prestasi :

Prestasi adalah suatu pencapaian hasil belajar,prestasi merupakan sesuatu yang diinginkan oleh semua orang. Bukan hanya untuk siswa tapi untuk pekerja sekalipun prestasi sangat dibutuhkan. Untuk mencapai sebuah prestasi tidaklah mudah,banyak proses dan tantangan yang harus di lalui saat menggapai sebuah prestasi. Cara yang bisa dilakukan dalam mencapai prestasi dimulai dari meningkatkan keinginan belajar,dan selalu melatih kemampuan diri untuk memperoleh hasil yang maksimal,usaha yang harus dilakukan tentu saja harus didampingi dengan doa dan harapan agar usaha yang telah dilakukan menghasilkan suatu yang maksimal. Siswa yang ingin menggapai sebuah prestasi harus meninggalkan waktu untu bersenang-senang,karena kesibukan belajar yang harus dilakukan.

Banyaknya rintangan yang harus dilalui saat menggapai sebuah prestasi menyebabkan beberapa kalangan menghalalkan segala cara untuk dapat meraih sebuah prestasi seperti menyontek saat ujian, hal tersebut dilakukan demi mendapat nilai maksimal, dan apabila nilai maksimal tersebut dapat dicapai, prestasipun mudah diraih. Kemudian memberikan uang suap kepada guru mata pelajaran untuk memberi nilai yang maksimal. Namun dari berbagai kalangan yang melakukan tindakan kurang tersebut, masih ada orang yang memang menggapai sebuah prestasi berdasarkan kemampuannya sendiri, dengan berani menghadapi semua rintangannya dan selalu berusaha untuk memperoleh.

Prestasi sangat penting, karena dari hasil belajar yang diperoleh tersebut dapat membantu naiknya kedudukan dari orang yang berprestasi tersebut, selain itu prestasi juga sangat penting dalam kehidupan bangsa karena dapat membantu masalah-masalah yang dihadapi oleh negara kita. Sehingga tercipta generasi muda yang cerdas, berprestasi dan bebas korupsi.

Cara Mengatasi Rendahnya Minat Belajar Siswa :

Banyak dampak positif yang diperoleh dalam meningkatkan minat belajar pada siswa, dampak tersebut bisa untuk dirinya sendiri, orang lain, bangsa maupun negara. Dan hancur nasib bangsa apabila nantinya dipimpin oleh pemimpin yang tidak cerdas dan hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa harus memperdulikan nasib rakyatnya. Maka dari itu untuk mengurangi dan mencegah hal itu terjadi, ada berapa cara yang bisa dilakukan dalam menghadapi rendahnya minat belajar pada siswa.

1. Membiasakan untuk disiplin dalam berbagai hal

Disiplin sangat sulit dilakuakan oleh setiap orang, hampir seluruh orang di indonesia tidak bisa melakukan sesuatu dengan tepat waktu. Terutama siswa yang selalu saja menunda waktu untuk belajar sehingga siswa tidak menyelesaikan tugasnya dengan tepat waktu seperti pepatah yang sering di dengar “ Time Is Money “ jadi sebisanya berperilaku disiplin terutama disiplin dalam belajar agar tidak malas untuk belajar.

2. Memilih cara dan metode belajar

Metode belajar yang baik tidak akan membuat siswa malas belajar. Banyak metode belajar yang dapat digunakan agar tidak bosan, dan belajar bukan hanya dari buku, tapi bisa membaca resensi lain seperti browsing di internet, mencari informasi dari teman, belajar bersama demi menciptakan suatu metode belajar yang tidak membebankan pada siswa.

3. Menyukai semua mata pelajaran.

Dengan menyukai semua mata pelajaran yang ada tidak akan membuat beban kepada siswa sehingga belajar merupakan sesuatu yang ringan dan harus selalu dilakukan bagi setiap siswa. apabila menghitung merupakan pelajaran yang sulit untuk di mengerti, maka lebih banyaklah berlatih untuk menghitung dengan meminta bantuan kepada orang tua, guru, bahkan teman yang kalian anggap mampu dalam membantu kalian saat mengerjakan soal berhitung,

Malas belajar timbul dari beberapa sebab antara lain :

1. Dari dalam diri anak (Intrinsik) 

Rasa malas yang timbul dalam diri anak dapat disebabkan karena tidak adanya motivasi diri. Motivasi ini kemungkinan belum tumbuh dikarenakan anak belum mengetahui manfaat dari belajar atau belum ada sesuatu yang ingin dicapainya. Selain itu kelelahan dalam beraktivitas dapat berakibat menurunnya kekuatan fisik dan melemahnya kondisi psikis. Sebagai contoh, terlalu lama bermain atau terlalu banyak membantu pekerjaan orangtua di rumah, merupakan faktor penyebab menurunnya kekuatan fisik pada anak. Contoh lainnya, terlalu lama menangis, marah?marah (ngambek) juga akan berpengaruh pada kondisi psikologis anak.

2. Dari Luar Diri anak (ekstrinsik) 

Faktor dari luar anak (faktor eksternal) tidak kalah besar pengaruhnya terhadap kondisi anak untuk menjadi malas belajar. Hal ini terjadi karena :

a. Sikap orangtua yang tidak memberikan perhatian dalam belajar ataupun sebaliknya orangtua terlalu berlebihan perhatiaannya, membuat anak malas belajar

Tidak hanya itu, banyak orangtua yang menuntut anak belajar hanya demi angka (nilai) dan bukan atas dasar kesadaran dan tanggung jawab anak selaku pelajar. Akibat dari tuntutan tersebut tidak sedikit anak yang stress sehingga nilai yang diperolehnya kurang memuaskan. Parahnya lagi, bilamana anak mendapat nilai yang kurang memuaskan maka kalimat-kalimat celaan biasanya yang pertama keluar dari bibir orangtua. Anak usia Sekolah Dasar sebenarnya jangan terlalu diorientasikan pada nilai (hasil belajar) tetapi bagaimana membiasakan diri anak belajar, berlatih tanggung jawab, dan berlatih hidup dalam suatu aturan.

b. Sikap guru Selaku figur atau tokoh teladan yang dibanggakan, tidak jarang sikap guru di sekolah juga menjadi objek ?keluhan? siswanya

 Ada banyak macam penyebabnya, mulai dari ketidaksiapan guru dalam mengajar, tidak menguasai bidang pelajaran yang akan diajarkan, atau karena terlalu banyak memberikan tugas-tugas dan pekerjaan rumah. Selain itu, sikap sering terlambat masuk kelas di saat mengajar, bercanda dengan siswa-siswa tertentu saja atau? membawa? masalah rumah tangga ke sekolah, membuat suasana belajar semakin tidak nyaman, tegang dan menakutkan bagi siswa tertentu.

c. Sikap teman

Tidak semua teman di sekolah memiliki sikap atau perilaku yang baik dengan teman-teman lainnya. Seorang teman yang berlebihan dalam perlengkapan busana sekolah atau perlengkapan belajar, seperti sepatu yang bermerk yang tidak terjangkau oleh teman-teman lainnya, termasuk tas sekolah atau alat tulis, secara tidak langsung dapat membuat iri teman-teman yang kurang mampu. Pada akhirnya ada anak yang menuntut kepada orangtuanya untuk minta dibelikan perlengkapan sekolah yang serupa dengan temannya. Bilamana tidak dituruti maka dengan cara malas belajarlah sebagai upaya untuk dikabulkan permohonannya.

d. Suasana belajar di rumah Bukan suatu jaminan rumah mewah dan megah membuat anak menjadi rajin belajar, tidak pula rumah yang sangat sederhana menjadi faktor mutlak anak malas belajar

 Rumah yang tidak dapat menciptakan suasana belajar yang baik adalah rumah yang selalu penuh dengan kegaduhan, keadaan rumah yang berantakan ataupun kondisi udara yang pengap. Selain itu tersedianya fasilitas?fasilitas permainan yang berlebihan di rumah juga dapat mengganggu minat belajar anak. Mulai dari radio tape yang menggunakan kaset, CD, VCD, atau komputer yang diprogram untuk sebuah permainan (games), seperti Game Boy, Game Watch maupun Play Stations. Kondisi seperti ini berpotensi besar untuk tidak terciptanya suasana belajar yang baik.

e. Sarana Belajar 

Sarana belajar merupakan media mutlak yang dapat mendukung minat belajar, kekurangan ataupun ketiadaan sarana untuk belajar secara langsung telah menciptakan kondisi anak untuk malas belajar. Kendala belajar biasanya muncul karena tidak tersedianya ruang belajar khusus, meja belajar, buku?buku penunjang (pustaka mini), dan penerangan yang bagus. Selain itu, tidak tersediannya buku?buku pelajaran, buku tulis, dan alat?alat tulis lainnya, merupakan bagian lain yang cenderung menjadi hambatan otomatis anak akan kehilangan minat belajar yang optimal.

Enam Langkah Mengatasi Malas Belajar Anak :

Ada enam langkah yang dapat membantu orangtua dalam membimbing dan mendampingi anak yang bermasalah dalam belajar antara lain:

1. Mencari Informasi Orangtua

 Sebaiknya bertanya langsung kepada anak guna memperoleh informasi yang tepat mengenai dirinya. Carilah situasi dan kondisi yang tepat untuk dapat berkomunikasi secara terbuka dengannya. Setelah itu ajaklah anak untuk mengungkapkan penyebab ia malas belajar. Pergunakan setiap suasana yang santai seperti saat membantu ibu di dapur, berjalan-jalan atau sambil bermain, tidak harus formal yang membuat anak tidak bisa membuka permasalahan dirinya.

2. Membuat Kesepakatan bersama antara orang tua dan anak

 Kesepakatan dibuat untuk menciptakan keadaan dan tanggung jawab serta memotivasi anak dalam belajar bukan memaksakan kehendak orangtua. Kesepakatan dibuat mulai dari bangun tidur hingga waktu hendak tidur, baik dalam hal rutinitas jam belajar, lama waktu belajar, jam belajar bilamana ada PR atau tidak, jam belajar di waktu libur sekolah, bagaimana bila hasil belajar baik atau buruk, hadiah atau sanksi apa yang harus diterima dan sebagainya. Kalaupun ada sanksi yang harus dibuat atau disepakati, biarlah anak yang menentukannya sebagai bukti tanggungjawabnya terhadap sesuatu yang akan disepakati bersama.

3. Menciptakan Disiplin

 Bukanlah suatu hal yang mudah untuk menciptakan kedisiplinan kepada anak jika tidak dimulai dari orangtua. Orangtua yang sudah terbiasa menampilkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari akan dengan mudah diikuti oleh anaknya. Orangtua dapat menciptakan disiplin dalam belajar yang dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan. Latihan kedisiplinan bisa dimulai dari menyiapkan peralatan belajar, buku?buku pelajaran, mengingatkan tugas?tugas sekolah, menanyakan bahan pelajaran yang telah dipelajari, ataupun menanyakan kesulitan?kesulitan yang dihadapi dalam suatu pelajaran tertentu, terlepas dari ada atau tidaknya tugas sekolah.

4. Menegakkan Kedisiplinan

 Menegakkan kedisiplinan harus dilakukan bilamana anak mulai meninggalkan kesepakatan?kesepakatan yang telah disepakati. Bilamana anak melakukan pelanggaran sedapat mungkin hindari sanksi yang bersifat fisik (menjewer, menyentil, mencubit, atau memukul). Untuk mengalihkannya gunakanlah konsekuensi-konsekuensi logis yang dapat diterima oleh akal pikiran anak. Bila dapat melakukan aktivitas bersama di dalam satu ruangan saat anak belajar, orang tua dapat sambil membaca koran, majalah, menyulam, atau aktivitas lain yang tidak mengganggu anak dalam ruang tersebut. Dengan demikian menegakkan disiplin pada anak tidak selalu dengan suruhan atau bentakan sementara orang tua melaksanakan aktifitas lain seperti menonton televisi atau sibuk di dapur.

5. Ketegasan Sikap

 Ketegasan sikap dilakukan dengan cara orang tua tidak lagi memberikan toleransi kepada anak atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukannya secara berulang-ulang. Ketegasan sikap ini dikenakan saat anak mulai benar-benar menolak dan membantah dengan alasan yang dibuat-buat. Bahkan dengan sengaja anak berlaku ?tidak jujur? melakukan aktivitas-aktivitas lain secara sengaja sampai melewati jam belajar. Ketegasan sikap yang diperlukan adalah dengan memberikan sanksi yang telah disepakati dan siap menerima konsekuensi atas pelanggaran yang dilakukannya.

6. Menciptakan suasana belajar yang baik dan nyaman

Merupakan tanggung jawab orangtua. Setidaknya orangtua memenuhi kebutuhan sarana belajar, memberikan perhatian dengan cara mengarahkan dan mendampingi anak saat belajar. Sebagai selingan orangtua dapat pula memberikan permainan-permainan yang mendidik agar suasana belajar tidak tegang dan tetap menarik perhatian. Ternyata malas belajar yang dialami oleh anak banyak disebabkan oleh berbagai faktor. 

Oleh karena itu sebelum anak terlanjur mendapat nilai yang tidak memuaskan dan membuat malu orangtua, hendaknya orangtua segera menyelidiki dan memperhatikan minat belajar anak. Selain itu, menumbuhkan inisiatif belajar mandiri pada anak, menanamkan kesadaran serta tanggung jawab selaku pelajar pada anak merupakan hal lain yang bermanfaat jangka panjang.

Demikianlah postingan artikel yang kami bagikan pada kali ini, membahas tentang Ruang Lingkup Penyebab Utama Kurangnya Minat Belajar Siswa. Semoga bermanfaat dan membantu anda dalam mengatasi minat belajar siswa yang rendah bagi tenaga pendidik/maupun dengan orangtua.

0 Response to "Ruang Lingkup Penyebab Utama Kurangnya Minat Belajar Siswa"

Post a Comment