Cara Meningkatkan Minat Belajar Siswa

Cara Meningkatkan Minat Belajar Siswa - Dalam dunia pendidikan ada beberapa faktor yang harus diperhatikan adalah baik itu dari faktor internal maupun faktor eksternal dalam kehidupan sehari-harinya. Seorang siswa pasti tidak dapat memahami semua mata pelajaran maka dari itu harus dilakukan belajar beberapa mata pelajaran. Siswa biasanya unggul disalah satu mata pelajaran dan tidak semua mata pelajaran mampu dikuasai. Umumnya siswa malas belajar karena faktor lingkungan misalnya faktor pergaulan dan perhatian dari orang tua sungguh sangat minim/sangat kurang.
Cara Meningkatkan Minat Belajar Siswa
Cara Meningkatkan Minat Belajar Siswa

 
Siswa yang malas dan tidak miat untuk belajar setiap hari mereka akan belajar ketika ada ujian saja. Siswa sepert ini akan mengandalkan contohan tugas dari teman jadi mereka hanya menyalin tugas yang sudah dikerjakan tanpa harus berfikir. Kebiasaan seperti ini akan dibawa hingga ke jenjang berikutnya. Dan jika pemikiran siswa seperti ini tidak bisa berkembang. Karena tidak mampu untuk menjadi mandiri dan mengembangkan potensi kemampuan sesungguhnya dalam dirinya. Jika cara belajarnya seperti itu.

Cara Meningkatkan Minat Belajar Siswa dimulai dari cara mendidik orang tua dirumah dan kebiasaan dari siswa itu sendiri. Jika orang tua selalu memperhatikan dan selalu menyuruh belajar anak dijam yang sama setiap hari, maka akan menjadi kebiasaan anak tersebut. Jika mereka sudah menyukai belajar minat belajar siswa akan menigkat dari dalam dirinya. 

Kemudian meningkatkan belajar siswa dengan memberikan motivasi – motivasi bagaimana agar mereka tidak malas belajar. Meningkatkan minat belajar juga dipengaruhi dari cara mengajar seorang guru. Guru yang lucu sabar dan santai saat mengajar namun mudah dipahami lebih disukai siswa jika dibanding dengan guru yang killer dan terlalu serius.

Kegiatan klasikal dialog mendalam dipenuhi oleh interaksi dan tanya-jawab antara guru dan siswa. Dalam pembelajaran ini guru tidak boleh ceramah (memberi penjelasan ilmiah). Karena itu, kegiatan tersebut memiliki peluang yang banyak untuk meningkatkan sikap, minat belajar, keterampilan berpikir tingkat tinggi, dan penguasaan pengetahuan yang mendalam. 

Peluang-peluang untuk meningkatkan aspek kompetensi tersebut akan relatif sedikit pada kegiatan kelompok siswa. Karena itu dalam pembelajaran di abad-21 ini, kegiatan dialog antara guru dengan semua siswa dalam satu kelas merupakan salah satu kegiatan utama dalam pembelajaran sehari-hari di sekolah. Cara meningkatkan aspek-aspek kompetensi tersebut dalam kegiatan klasikal dialog mendalam adalah sebagai berikut.

A.  Peningkatan Sikap


Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah kita rencanakan pada siswa dan gunakan tata-tertib-belajar sebagai berikut untuk meningkatkan sikap siswa. Jika diperlukan beritahukan pada siswa pada pertemuan pertama, pada pertemuan-pertemuan selanjutnya tidak usah diberitahukan lagi.


  • Siswa tidak boleh menjawab pertanyaan guru, sebelum ditunjuk oleh guru.
  • Siswa yang mau menjawab pertanyaan harus mengacungkan tangannya lebih dahulu, setelah ditunjuk baru menjawab pertanyaan.
  • Pertanyaan dari siswa harus dijawab oleh siswa.
  • Jika ada siswa yang menjawab salah, siswa yang lain harus menghargai usaha siswa tersebut ntuk menjawab pertanyaan, tidak boleh ada yang menertawakan atau mencemoohkan siswa tersebut. Guru pun akan menghargai usaha siswa itu untuk menjawab pertanyaan.

Guru dapat membuat tata-tertib yang lain yang diperlukan untuk mendidik siswa dalam sikap yang baik. Selama siswa tidak melanggar tata-tertib tersebut dapat kita anggap sikap siswa baik. Jika ada siswa yang melanggar tata-tertib belajar itu, pada saat itu kita memiliki peluang untuk meningkatkan sikap siswa, karena itu tidak perlu marah, tetapi ingatkan siswa terhadap tata-tertib belajar yang telah disepakatinya dan mintalah siswa untuk mentaatinya.Guru sebaiknya meningkatkan sikap siswa dengan cara menyadarkan siswa terhadap kepentingan mentaati tata-tertib belajar bagi siswa itu sendiri.

B.  Peningkatan Minat Belajar


Cara menghadapi siswa untuk meningkatkan minat belajar siswa. Perhatikan siswa dengan wajah yang ramah, karena setiap siswa ingin diperhatikan gurunya. Pada saat siswa menjawab atau mengajukan pertanyaan, tataplah siswa itu dengan ramah. Jangan memalingkan muka atau membelakangi siswa. Mereka ingin dihargai, karena itu berilah penghargaan.

Jika jawaban siswa salah, guru jangan marah dan jangan langsung menyalahkan siswa, lakukan dengan cara yang dapat membuat siswa termotivasi untuk mengajukan jawaban atau pertanyaan lagi. Guru harus menghargai usaha siswa itu untuk menjawab pertanyaan. Jika jawaban siswa benar, berilah penghargaan atau pujian secukupnya pada siswa itu.

Jika ada siswa yang diam terus-menerus, mintalah siswa itu untuk mengemukakan pendapatnya setelah siswa yang lain menjawab pertanyaan. Setelah siswa itu mengemukakan pendapatnya berilah penghargaan atau pujian atas pendapatnya.

Jangan mengajukan pertanyaan yang dapat dijawab secara serempak oleh siswa. Karena jawaban yang serempak menghilangkan peluang untuk meningkatkan minat belajar siswa.

Jika ada siswa yang ingin tampil ke depan untuk menjelaskan sesuatu, berilah kesempatan pada siswa itu untuk menjelaskan. Jika siswa itu keliru dalam menjelaskan, berilah bantuan yang membuat siswa itu dapat menjelaskan dengan baik. Bagaimanapun kelirunya siswa, bersikaplah untuk tetap menghargai siswa itu dan mintalah agar siswa-siswa yang lain juga menghargai siswa tersebut.

Jangan menyinggung perasaan siswa, bagaimanapun salahnya siswa. Pada saat siswa melakukan kesalahan pada saat itu muncul peluang yang dapat kita manfaatkan untuk meningkatkan sikap dan minat belajar siswa. Perbaikilah kesalahan siswa dengan cara yang membuat siswa itu senang menerimanya.

Sikap dan minat belajar siswa tidak akan dapat ditingkatkan dalam satu atau dua kali pertemuan, melainkan harus terus-menerus dilaksanakan pada setiap pertemuan pembelajaran. Jika peningkatan sikap dan minat belajar tersebut dilaksanakan terus-menerus pada setiap pertemuan pembelajaran, dalam waktu kurang lebih 3 bulan, sikap dan minat belajar siswa akan meningkat dengan baik yang akan membuat pembelajaran aktif makin lancar, ringan dilaksanakan, dan makin efektif, karena siswa makin disiplin dan rajin belajar.

Guru yang killer justru membuat siswa tegang dan semakin merasa tertekan sehingga suatu pelajaran akan dirasa lebih sulit. Selain itu dalam meningkatkan belajar seorang siswa berikan PR supaya saat dirumah mereka tidak hanya bermain namun juga fokus dalam belajar. Meningkatnya belajar siswa juga dipengaruhi dari pergaulan teman disekitarnya. Jika teman – teman disekitarnya rajin dalam belajar pasti siswa akan terbawa situasi tersebut. Namun, jika siswa bergaul dengan teman yang malas belajar dan hanya suka bermain mereka juga akan terbawa situasi tersebut.

Pada dasarnya Cara Meningkatkan Minat Belajar Siswa dipengaruhi oleh lingkungan dan kebiasaan siswa. Minat belajar seorang siswa akan lebih meningkat jika setiap selesai ulangan orang tua selalu memberikan hadiah. Tidak aa salahnya jika orng tua memberikan hadiah setiap semester. Karena , siswa akan lebih semangat dalam belajar untuk mendapatkan nilai yang baik supaya diberi hadiah oleh orang tuanya.


Konsep Minat Belajar
Konsep Minat Belajar

1. Pengertian Minat

Minat sering dihubungkan dengan keinginan atau ketertarikan terhadap sesuatu yang datang dari dalam diri seseorang tanpa ada paksaan dari luar.The Liang Gie (1994:28) mengungkapkan bahwa minat berarti sibuk, tertarik, atau terlibat sepenuhnya dengan suatu kegiatan karena menyadari pentingnya kegiatan itu.

Menurut Slameto (Djaali 2006:121) minat adalah rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Sedangkan menurut Crow and Crow (Djaali 2006:121) mengatakan bahwa minat berhubungan dengan gaya gerak yang mendorong seseorang untuk menghadapi atau berurusan dengan orang, benda, kegiatan, dan pengalaman yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri.

Dari berbagai pendapat yang telah dikemukakan, dapat disimpulkan bahwa minat merupakan rasa suka atau tertarik terhadap suatu hal atau aktivitas seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu kegiatan.Minat dapat juga dikatakan sebagai suatu keinginan atau kemauan yang merupakan dorongan seseorang untuk melakukan suatu hal atau aktivitas tanpa adanya paksaan dari luar dirinya.

Minat bisa juga diartikan sebagai kecenderungan jiwa yang relatif menetap kepada diri seseorang dan biasanya dengan perasaan senang.Jadi minat dapat diekspresikan melalui pernyataan yang menunjukkan bahwa seseorang lebih menyukai suatu hal dari pada hal lainnya melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Minat tidak dibawa sejak lahir seperti bakat,melainkan diperoleh kemudian.

2. Pengertian Belajar

Ada beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli tentang belajar, pada umumnya mereka memberikan penekanan pada unsur perubahan dan pengalaman.Menurut Witherington (Sukmadinata 2007:155) menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan dalam kepribadian, yang dimanifestasikan sebagai pola respon yang baru yang berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan, dan kecakapan. 

Crow and Crow (Sukmadinata 2007:155) mengemukakan bahwa belajar adalah diperolehnya kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan, dan sikap baru. Sedangkan menurut Hilgar (1962:252) menjelaskan bahwa belajar adalah suatu proses di mana suatu perilaku muncul atau berubah karena adanya respon terhadap situasi tertentu.

Berdasarkan penekanan unsur pengalaman tentang definisi belajar dikemukakan para ahli, antara lain menurut Di Vesta and Thompson (1970:112) menyatakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman. 

Gage and Berliner (1970:256) mengemukakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang muncul karena pengalaman. Sedangkan menurut Hilgard (1983:630), mengemukakan bahwa belajar dapat dirumuskan sebagai perubahan perilaku yang relatif permanen yang terjadi karena pengalaman.

Dari berbagai pendapat yang telah dikemukakan mengenai pengertian minat dan pengertian belajar, dapat disimpulkan bahwa minat belajar adalah aspek psikologi seseorang yang menampakkan diri dalam beberapa gejala,seperti: gairah, keinginan, perasaan suka untuk melakukan proses perubahan tingkah laku melalui berbagai kegiatan yang meliputi mencari pengetahuan dan pengalaman. 

Dengan kata lain, minat belajar itu adalah perhatian, rasa suka, ketertarikan seseorang (siswa) terhadap aktivitas belajar yang ditunjukkan melalui keantusiasan, partisipasi, dan keaktifan dalam belajar serta menyadari pentingnya kegiatan itu. 

Selanjutnya terjadi perubahan dalam diri siswa yang berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan, kecakapan, dan pengalaman belajar. Minat siswa untuk belajar mempunyai pengaruh yang besar terhadap keberhasilan belajar, karena minat siswa merupakan faktor utama yang menentukan derajat keaktifan siswa, bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, maka siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, sebab tidak ada daya tarik baginya. 

Oleh karena itu, untuk mengatasi siswa yang kurang berminat dalam belajar, guru hendaknya berusaha bagaimana menciptakan kondisi tertentu agar siswa itu selalu butuh dan ingin terus belajar. Minat belajar sangat mendukung dan mempengaruhi pelaksanan proses belajar mengajar di sekolah yang akhirnya bermuara pada pencapaian tujuan pembelajaran.

Fungsi Minat Belajar
Fungsi Minat Belajar

Fungsi minat dalam belajar The Liang Gie (1998:28) mengemukakan bahwa minat merupakan salah satu faktor untuk meraih sukses dalam belajar. Secara lebih terinci arti dan peranan penting minat dalam kaitannya dengan pelaksanaan belajar atau studi ialah:

1. Minat melahirkan perhatian yang serta merta

Perhatian seseorang terhadap sesuatu hal dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu perhatian yang serta merta, dan perhatian yang dipaksakan.Perhatian yang serta merta secara spontan, bersifat wajar, mudah bertahan, yang tumbuh tanpa pemaksaan dan kemauan dalam diri seseorang. Sedang perhatian yang dipaksakan harus menggunakan daya untuk berkembang dan kelangsungannya.

Menurut Jhon Adams yang dikutip The Liang Gie (1998:29) mengatakan bahwa jika seseorang telah memiliki minat studi, maka saat itulah perhatiannya tidak lagi dipaksakan dan beralih menjadi spontan. Semakin besar minat seseorang, maka akan semakin besar derajat spontanitas perhatiannya. Pendapat senada juga dikemukakan oleh Ahmad Tafsir (1992:24) bahwa minat telah muncul maka perhatian akan mengikutinya. Tetapi sama dengan minat perhatian mudah sekali hilang.

Pendapat di atas memberikan gambaran tentang eratnya kaitan antara minat dan perhatian.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan perhatian seseorang dalam hal ini siswa terhadap sesuatu, maka terlebih dahulu harus ditingkatkan minatnya.

2. Minat memudahkan terciptanya konsentrasi

Minat memudahkan terciptanya konsentrasi dalam pikiran seseorang.Perhatian serta merta yang diperoleh secara wajar dan tanpa pemaksaam tenaga kemampuan seseorang memudahkan berkembangnya konsentrasi, yaitu memusatkan pemikiran terhadap sesuatu pelajaran.Jadi, tanpa minat konsentrasi terhadap pelajaran sulit untuk diperhatikan (The Liang Gie, 1998:29).

Pendapat senada dikemukakan oleh Winkel (1996:183) bahwa konsentrasi merupakan pemusatan tenaga dan energi psikis dalam menghadapi suatu objek, dalam hal ini peristiwa belajar mengajar di kelas.Konsentrasi dalam belajar berkaitan dengan kemauan dan hasrat untuk belajar, namun konsentrasi dalam belajar dipengaruhi oleh perasaan siswa dan minat dalam belajar.

Pendapat-pendapat di atas, memberi gambaran bahwa tanpa minat konsentrasi terhadap pelajaran sulit dipertahankan.

3. Minat mencegah gangguan perhatian di luar

Minat studi mencegah terjadinya gangguan perhatian dari sumber luar misalnya, orang berbicara. Seseorang mudah terganggu perhatiannya atau sering mengalami pengalihan perhatian dari pelajaran kepada suatu hal yang lain, kalau minat studinya kecil. Dalam hubungan ini Donald Leired (The Liang Gie, 1998:30) menjelaskan bahwa gangguan-gangguan perhatian seringkali disebabkan oleh sikap batin karena sumber-sumber gangguan itu sendiri.

4. Minat memperkuat melekatnya bahan pelajaran dalam ingatan

Bertalian erat dengan konsentrasi terhadap pelajaran ialah daya mengingat bahan pelajaran. Pengingatan itu hanya mungkin terlaksana kalau seseorang berminat terhadap pelajarannya.Seseorang kiranya pernah mengalami bahwa bacaan atau isi ceramah sangat mencekam perhatiannya atau membangkitkan minat seantiasa teringat walaupun hanya dibaca atau disimak sekali. 

Sebaliknya, sesuatu bahan pelajaran yang berulang-ulang dihafal mudah terlupakan, apabila tanpa minat (The Liang Gie, 1998:30).Anak yang mempunyai minat dapat menyebut bunyi huruf, dapat mengingat kata-kata, memiliki kemampuan membedakan dan memiliki perkembangan bahasa lisan dan kosa kata yang memadai.

Penadapat di atas, menunjukkan terhadap belajar memiliki peranan memudahkan dan menguatkan melekatnya bahan pelajaran dalam ingatan.

5. Minat memperkecil kebosanan belajar dalam diri sendiri.

Segala sesuatu yang menjemukan, membosankan, sepele, dan terus menerus berlangsung secara otomatis tidak akan bisa memikat perhatian (Kartini Kartono, 1996:31). Pendapat senada dikemukakan oleh The Liang Gie (1998:31) bahwa kejemuan melakukan sesuatu atau terhadap sesuatu hal juga lebih banyak berasal dari dalam diri seseorang daripada bersumber pada hal-hal di luar dirinya. 

Oleh karena itu, penghapusan kebosanan dalam belajar dari seseorang juga hanya bisa terlaksana dengan jalan pertama-tama menumbuhkan minat belajar dan kemudian meningkatkan minat itu sebesar-besarnya.

Faktor Yang Mempengaruhi Minat Belajar
Faktor Yang Mempengaruhi Minat Belajar

Minat belajar peserta didik sangat menentukan keberhasilannya dalam proses belajar. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat belajar, antara lain sebagai berikut:

1. Faktor dalam diri siswa (Internal)

Faktor dalam diri siswa (internal) merupakan faktor yang mempengaruhi minat belajar peserta didik yang berasal dari peserta didik sendiri.Faktor dari dalam diri siswa terdiri dari:

Aspek Jasmaniah

Aspek jasmaniah mencakup kondisi fisik atau kesehatan jasmani dari individu siswa.Kondisi fisik yang prima sangat mendukung keberhasilan belajar dan dapat mempengaruhi minat belajar.Namun jika terjadi gangguan kesehatan pada fisik terutama indera penglihatan dan pendengaran, otomatis dapat menyebabkan berkurangnya minat belajar pada dirinya.

Aspek Psikologis (kejiwaan)

Aspek psikologis (kejiwaan)menurut Sardiman (1994:44) faktor psikologis meliputi perhatian, pengamatan, tanggapan, fantasi, ingatan, berfikir, bakat,dan motif.Pada pembahasan berikut tidak semua faktor psikologis yang dibahas, tetapi hanya sebagian saja yang sangat berhubungan dengan minat belajar.

Perhatian merupakan pemusatan energi psikologi yang tertuju kepada suatu objek pelajaran atau kesadaran yang menyertai aktivitas belajar. Tanpa adanya perhatian dalam aktivitas belajar akan berdampak terhadap kurangnya penguasaan materi pelajaran, sehingga hasil yang dicapai dalam belajar kurang memuaskan. Kurangnya perhatian terhadap materi yang dipelajari juga mengakibatkan kurangnya minat belajar pada diri siswa.

Ingatan, secara teoritis akan berfugsi untuk mencamkan atau menerima kesan-kesan dari luar, menyimpan kesan, dan memproduksi kesan. Oleh karena itu ingatan merupakan kecakapan untuk menerima, menyimpan, dan memproduksi kesan-kesan di dalam belajar.Siswa yang mempunyai daya ingat yang kurang sangat berpengaruh terhadap minatnya untuk belajar.

Bakat adalah kemampuan bawaan, sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud.Hal ini dekat dengan persoalan intelegensi yang merupakan struktur mental yang melahirkan kemampuan untuk memahami sesuatu. 

Bakat yang dimiliki seseorang akan menunjang keberhasilannya dalam belajar. Jika seseorang tidak mempunyai bakat, akan berpengaruh terhadap minatnya dalam belajar. Misalnya saja pada pembelajaran seni rupa, banyak ditemukan anak yang kurang berminat untuk belajar karena tidak “berbakat”. Oleh karena itu bakat berpengaruh terhadap minat belajar.

2. Faktordari luar siswa (Eksternal)


Faktor dari luar diri siswa meliputi:

1. Keluarga

Keluarga memiliki peran yang besar dalam menciptakan minat belajar bagi anak. Seperti yang kita tahu, keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama bagi anak. Cara orang tua dalam mengajar dapat mempengaruhi minat belajar anak. Orang tua harus selalu siap sedia saat anak membutuhkan bantuan terlebih terhadap materi pelajaran yang sulit ditangkap oleh anak. Peralatan belajar yang dibutuhkan anak, jugaperlu diperhatikan oleh orang tua. 

Dengan kata lain, oran tua harus terus mengetahui perkembangan belajar anak pada setiap hari.Suasana rumah juga harus mendukung anak dalam belajar, kerapian dan ketenangan di dalam rumah perlu dijaga. Hal tersebut bertujuan agar anak merasa nyaman dan mudah membentuk konsentrasinya terhadapa materi yang dihadapi.

Jadi faktor dari dalam keluarga meliputi hubungan antar keluarga, suasana lingkungan rumah, dan keadaan ekonomi keluarga.

2. Sekolah

Faktor dari dalam sekolah meliputi metode mengajar, kurikulum, sarana dan prasarana belajar, sumber-sumber belajar, media pembelajaran, hubungan siswa dengan temannya, guru-gurunya dan staf sekolah serta berbagai kegiatan kokurikuler.

Pengetahuan dan pengalaman yang diberikan melalui sekolahharus dilakukan dengan proses mengajar yang baik. Pendidik menyelenggarakan pendidikan dengan tetap memperhatikan kondisi anak didiknya. Dengan demikian, anak tercipta situasi yang menyenangkan dan tidak membosankan dalam proses pembelajaran.

Minat belajar peserta didik, dapat tumbuh dalam lingkungan sekolah dengan baik, apabila guru memegang perannya sesuai ketentuan. Guru dapat menimbulkan minat belajar dengan memotivasi mereka, seperti memberikan hadiah pada anak yang mendapat nilai seratus. Guru juga harus pandai dalam memilih pekerjaan rumah yang akan diberikan pada peserta didik. Pekerjaan rumah tersebut jangan sampai membuat peserta didik merasa bosan didepan soal-soal tersebut.

3. Lingkungan masyarakat

Lingkungan masyarakat meliputi hubungan dengan teman bergaul, kegiatan dalam masyarakat, dan lingkungan tempat tinggal.

Kegiatan akademik, akan lebih baik apabila diimbangi dengan kegiatan di luar sekolah. Banyak kegiatan di dalam masyarakat yang dapat menumbuhkan minat belajar anak. Seperti kegiatan karang taruna, anak dapat belajar berorganisasi di dalamnya. Tapi, orang tua perlu memperhatikan kegiatan anaknya di luar rumah dan sekolah. Sebab kegiatan yang berlebih akan menurunkan semangatnya dalam mengikuti pelajaran di sekolah.

Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa faktor-faktor dari diri siswa dan dar luar siswa saling berkaitan dalam menumbuhkan minat belajar. Jika faktor-faktor tersebut tidak mendukungakan mengakibatkan kurang atau hilangnya minat belajar siswa. Kurang atau hilangnya minat belajar siswa disebabkan oleh banyak hal yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi pencapaian hasil belajar. Menurut JT. Loekmono (1985:97), faktor-faktor yang menyebabkan kurang atau hilangnya minat belajar siswa adalah sebagai berikut :

  • Kelainan jasmaniah pada mata, telinga, kelenjar-kelenjar, yang sangat mempersukar anak di dalam mengikuti pelajaran atau menjalankan tugas di kelas.
  • Pelajaran di kelas kurang merangsang anak. Tingkat kemampuan anak jauh di atas yang diminta di dalam mengikuti pelajaran di kelas, akibatnya anak merasa bosan.
  • Ada masalah atau kesukaran kejiwaan yang menyebabkan dia mundur atau lari dari kenyataan. Dalam hal ini anak akan menunjukkan gejala yang sama dimana-mana, yaitu tidak menunjukkan minat atau memberi perhatian kepada segala sesuatu di luar kelas.
  • Perhatian utama dari anak dicurahkan kepada kegiatan-kegiatan di luar kelas, seperti: olah raga, kegiatan di dalam kelas, bekerja yang membutuhkan keterampilan mekanis, atau melakukan kegiatan yang dapat menghasilkan uang.
  • Sikapnya yang seakan-akan tidak mempunyai perhatian atau minat ini sebenarnya hanya suatu sikap pura-pura. Keadaan yang sebenarnya ialah bahwa ia ingin memberi kesan demikian, supaya orang dapat menerima kenyataan bahwa ia tidak berkompetisi/atau tidak mampu berkompetisi dengan orang lain, yang dipandangnya jauh lebih mampu dari dirinya sendiri.
  • Ada konflik pribadi dengan guru, atau dengan orang tua. Dengan menunjukkan sikap ini sebenarnya ia hendak menunjukkan sikap melawan mereka; jadi sikap ini merupakan satu jenis senjata untuk melawan.

Faktor Yang Dapat Menumbuhkan Minat Belajar
Faktor Yang Menumbuhkan Minat Belajar

Beberapa ahli pendidikan berpendapat bahwa cara yang paling efektif untuk membangkitkan minat pada suatu subyek yang baru adalah dengan menggunakan minat-minat siswa yang telah ada. Menurut Tanner and Tanner (1975) menyarankan agar para pengajar berusaha membentuk minat-minat baru pada siswa. 

Hal ini bisa dicapai melalui jalan memberi informasi pada siswa tentang bahan yang akan disampaikan dengan menghubungkan bahan pelajaran yang lalu, kemudian diuraikan kegunaannya di masa yang akan datang. Roijakters (1980) berpendapat bahwa hal ini bisa dicapai dengan cara menghubungkan bahan pelajaran dengan berita-berita yang sensasional, yang sudah diketahui siswa. 

Harry Kitson (The Liang gie 1995:130) mengemukakan bahwa ada dua kaidah tentang minat (the laws of interest), yang berbunyi:

  • Untuk menumbuhkan minat terhadap suatu mata pelajaran, usahakan memperoleh keterangan tentang hal itu.
  • Untuk menumbuhkan minat terhadap suatu mata pelajaran, lakukan kegiatan yang menyangkut hal itu.

Minat belajar akan tumbuh apabila kita berusaha mencari berbagai keterangan selengkap mungkin mengenai mata pelajaran itu, umpamanya arti penting atau pesonanya dan segi-segi lainnya yang mungkin menarik. Keterangan itu dapat diperoleh dari buku pegangan.ensiklopedi, guru dan siswa senior yang tertarik atau berminat pada mata pelajaran itu. 

Disamping itu perlu dilakukan kegiatan yang berhubungan dengan mata pelajaran itu, misalanya pada mata pelajaran seni rupa usahakan mengikuti apa yang harus dilakukan apakah dengan menggambar atau melukis. Dengan langkah-langkah itu minat siswa terhadap mata pelajaran itu akan tumbuh.

JT. Loekmono (1985:98), mengemukakan bahwa cara-cara untuk menumbuhkan minat belajar pada diri siswa adalah sebagai berikut :

  • Periksalah kondisi jasmani anak, untuk mengetahui apakah segi ini yang menjadi sebab.
  • Gunakan metode yang bervariasi dan media pembelajaran yang menarik sehingga dapat merangsang anak untuk belajar.
  • Menolong anak memperoleh kondisi kesehatan mental yang lebih baik.
  • Cek pada orang atau guru-guru lain , apakah sikap dan tingkah laku tersebut hanya terdapat pada pelajaran saudara atau juga ditunjukkan di kelas lain ketika diajar oleh guru-guru lain.
  • Mungkin lingkungan rumah anak kurang mementingkan sekolah dan belajar. Dalam hal ini orang-orang di rumah perlu diyakinkan akan pentingnya belajar bagi anak.
  • Cobalah menemukan sesuatu hal yang dapat menarik perhatian anak, atau tergerak minatnya. Apabila minatnya tergerak, maka minat tersebut dapat dialihkan kepada kegiatan-kegiatan lain di sekolah.
Pendapat lain yang berkaitan dengan upaya menumbuhkan atau meningkatkan minat belajar, dikemukakan oleh Crow and Crow (The Liang Gie 1995:132) yang menyatakan bahwa untuk mendukung tumbuhnya minat belajar yang besar, perlu dibangun oleh motif-motif tertentu dalam batin seseorang siswa. Ada lima motif penting yang dapat mendorong siswa untuk melakukan studi sebaik-baiknya, yaitu :
  • Suatu hasrat keras untuk mendapatkan angka-angka yang lebih baik dalam sekolah.
  • Suatu dorongan batin untuk memuaskan rasa ingin tahu dalam satu atau lain bidang studi..
  • Hasrat untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi.
  • Hasrat untuk menerima pujian dari orang tua, guru, atau teman.
  • Cita-cita untuk sukses di masa depan dalam suatu bidang khusus.
Disamping itu penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar juga dapat menumbuhkan minat belajar siswa. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Hamalik (Arsyad Azhar 2007:15) yang mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.

Dari beberapa pendapat yang telah dikemukakan dapat dipahami bahwa banyak sekali faktor yang dapat menumbuhkan atau membangkitkan minat belajar bagi siswa.Tinggal bagaimana upaya yang harus kita lakukan sebagai seorang guru dalam memecahkan masalah ini, sehingga siswa terbantu untuk menemukan minatnya dalam mengikuti pembelajaran.

Siswa yang memiliki karakter yang berbeda-beda memerlukan penanganan yang berbeda pula, termasuk dalam hal menumbuhkan minat belajarnya. Dengan adanya upaya dari guru dan pihak lain dalam menumbuhkan minat belajar bagi siswa, diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang akhirnya tertuju pada keberhasilan belajar siswa.

Sebagai Kesimpulan:


Minat belajar adalah perhatian, rasa suka, ketertarikan seseorang (siswa) terhadap aktivitas belajar yang ditunjukkan melalui keantusiasan, partisipasi, dan keaktifan dalam belajar serta menyadari pentingnya kegiatan itu.Dengan minat tersebut, belajar bukan lagi hal yang membosankan atau bahkan menjadi beban, melainkan suatu hal yang menyenangkan karena mengetahui hal yang baru.Dengan kata lain, memperkecil kebosanan peserta didik terhadap pelajaran. Hal ini, menunjukkan bahwa minat sangat erat hubungannya dengan belajar.

Dalam Menciptakan minat belajar seorang pendidik harus memahami faktor apa saja yang  dapat mempengaruhi dan menimbulkan minat peserta didik dalam belajar. Faktor-faktor tersebut bisa berasal dari dalam diri sendiri dan dari luar.Faktor yang berasal dari dalam diri sendiri misalnya saja faktor jasmaniah dan faktor kejiwaan dari peserta didik.Sedangkan faktor dari luar misalnya keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Untuk Menumbuhkan minat belajar pada peserta didik dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya menggunakan metode pembelajaran yang efektif sesuai karakter peserta didik atau mencari tahu tentang peserta didik untuk bisa mengetahui bagaimana menumbuhkan minat belajar yang tepat pada peserta didik.

Demikianlah artikel yang Bukucatatan.net tulis dengan judul tema "Cara Paling Berkualitas Meningkatkan Minat Belajar Siswa". Semoga dapat membantu dan menambah wawasan anda serta dapat mempermudah anda dalam meningkatkan kualitas minat belajar siswa sejak dini. Khususnya para guru/tenaga pendidik haruslah mempunyai sikap yang professional. 

Dalam artian jangan sekedar bunyi saja atau apa. Karena guru yang baik adalah menurut saya guru yang mengerti namanya psikologis. Maksudnya, mereka mampu membaca situasi dan kondisi serta memahami berbagai macam karakter baik dari siswa maupun guru itu sendiri. Jika ada guru yang tidak memiliki psikologis dalam dirinya. Maka dia tidak layak/pantas disebut namanya guru. Karena guru adalah termasuk penasehat terbaik khususnya di dunia pendidikan.

Yang menjadi pertanyaan buat kita semua. Apakah anda sudah layak di panggil dengan sebutan  kata Pak/Bu? Silahkan cari jawabannya sendiri. 

Salam sukses dari saya.

0 Response to "Cara Meningkatkan Minat Belajar Siswa"

Posting Komentar